Scroll untuk baca berita
HeadlineJawa BaratPolitik

Empat Kebijakan Kepala Desa Dipersoalkan Warga Wanajaya, Fokus pada Isu Lingkungan, Infrastruktur, dan Tata Kelola Lahan

7970
×

Empat Kebijakan Kepala Desa Dipersoalkan Warga Wanajaya, Fokus pada Isu Lingkungan, Infrastruktur, dan Tata Kelola Lahan

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, BEKASI — Sejumlah warga Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, mempertanyakan sejumlah kebijakan pemerintah desa yang dinilai menimbulkan persoalan lingkungan, infrastruktur, hingga penggunaan lahan milik warga. Hal tersebut mencuat dalam pembahasan warga terkait kewenangan kepala desa, Rabu, (11/2/2026).

Baca Juga:

Ketua FWJ Indonesia Kritik Proyek Dispora Bekasi yang Diduga Dilindungi Oknum Ormas Bermodus Wartawan

Aspirasi warga yang disampaikan, di antaranya menyangkut empat poin utama kebijakan desa yang hingga kini dinilai belum memiliki penyelesaian yang jelas antara pemerintah desa dan pemilik lahan terdampak. Warga berharap adanya transparansi serta solusi yang adil bagi semua pihak.

Poin pertama berkaitan dengan pengolahan limbah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang berada di atas lahan PJT. Warga menilai aktivitas tersebut menimbulkan dampak lingkungan yang kurang baik bagi masyarakat sekitar, terutama terkait potensi pencemaran dan gangguan kenyamanan lingkungan permukiman. Mereka meminta adanya evaluasi pengelolaan limbah agar sesuai standar lingkungan.

Baca Juga:

Ketum PW FRN Agus Flores: Call Center 110 Garda Terdepan Perlindungan Masyarakat di 2026

Poin kedua menyangkut akses jalan yang saat ini masih melewati tanah milik warga. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait status penggunaan lahan, terlebih jika tidak disertai kesepakatan resmi antara pemerintah desa dan pemilik tanah. Warga berharap ada kejelasan legalitas maupun kompensasi apabila lahan digunakan untuk kepentingan umum.

Selanjutnya, pada poin ketiga, warga menyoroti pemasangan panel dan trafo listrik PLN yang berada di atas lahan warga. Persoalan ini dinilai perlu penjelasan terkait perizinan penggunaan lahan serta kesepakatan dengan pemilik tanah guna menghindari konflik di kemudian hari.

Baca Juga:

Kapolri Berikan Tali Asih kepada Keluarga Komjen (Purn) Moehammad Jasin dan Veteran Seroja

Sementara pada poin keempat, warga mempertanyakan pembangunan fasilitas melalui program CSR PT Yundai yang berdiri di atas lahan BBWS/PJT. Selain itu, aktivitas keluar masuk kendaraan pengangkut sampah ke dalam wilayah kampung juga menjadi perhatian masyarakat. Hingga saat ini, warga menilai belum ada penyelesaian konkret antara pemerintah desa dan pihak pemilik lahan terkait penggunaan area tersebut.

Warga Kampung Rawa Lele berharap pemerintah desa dapat segera memfasilitasi dialog antara semua pihak terkait, termasuk pemilik lahan, pihak perusahaan, dan instansi terkait. Mereka menekankan pentingnya penyelesaian yang mengedepankan musyawarah, kepastian hukum, serta menjaga kondusivitas lingkungan sosial masyarakat.

Baca Juga:

Kepemimpinan Terpusat Presiden Perkuat Stabilitas Nasional dalam Penanganan Banjir Sumatera

Hingga berita ini disusun, warga masih menantikan langkah konkret dari pemerintah desa guna menyelesaikan permasalahan tersebut secara menyeluruh dan berkeadilan. Jika diperlukan, warga juga berharap adanya keterlibatan pihak pemerintah daerah untuk membantu mediasi penyelesaian masalah.

Tinggalkan Balasan

Jawa Barat

“Dugaan pungutan liar di kawasan Jembatan Timbang Tolongas, Sumedang, menjadi perhatian serius karena sejumlah truk bermuatan terlihat melanjutkan perjalanan tanpa masuk ke area penimbangan setelah diduga terjadi transaksi. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian dari pihak pengelola UPKB serta instansi terkait. Transparansi pemeriksaan dan penegakan aturan diperlukan untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai ketentuan.”

Headline

Wartawan Bekasi Raya menyatukan barisan dan akan menggelar aksi damai di Kantor Bupati Bekasi untuk menyuarakan pentingnya penghormatan terhadap kemerdekaan pers serta perlindungan terhadap kerja jurnalistik. Aksi tersebut juga mendesak Pemkab Bekasi melakukan pemeriksaan objektif terkait dugaan perlakuan tidak patut terhadap seorang wartawan saat menjalankan tugas konfirmasi.

Daerah

“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Nagan Raya membutuhkan sinergi, komitmen, dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil monitoring, memastikan realisasi anggaran berjalan optimal, serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.”

Jawa Barat

Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tidak secara otomatis menghilangkan hak masyarakat untuk menerima bantuan sosial. Pekerja informal, termasuk peserta mandiri dan pekerja dengan upah di bawah UMK, tetap berhak mendapatkan bansos sepanjang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.”

Headline

Dugaan adanya praktik pembekingan tambang emas ilegal di Kabupaten Lebak, Banten, memunculkan pertanyaan publik terhadap efektivitas pengawasan dan penegakan hukum. Dugaan keterlibatan oknum aparat berpangkat bintang dua perlu diusut secara profesional, transparan, dan berdasarkan bukti guna memastikan kebenaran informasi serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.