Scroll untuk baca berita
AcehHeadlineHukum & KriminalNEWSBIDIK ACEH JAYA

Diduga Dipicu Sengketa Penyadapan Karet, Seorang Petani di Aceh Jaya Tewas Dibacok

4509
×

Diduga Dipicu Sengketa Penyadapan Karet, Seorang Petani di Aceh Jaya Tewas Dibacok

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, Aceh Jaya — Dugaan tindak pidana pembunuhan dan/atau penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia terjadi di Desa Kuala Ligan, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (18/6/2026) pagi. Peristiwa tragis tersebut diduga dipicu oleh perselisihan terkait penyadapan pohon karet yang berujung pada aksi pembacokan menggunakan senjata tajam.

Korban diketahui berinisial BA (58), seorang petani dan pekebun warga Desa Kuala Ligan. Korban meninggal dunia setelah mengalami luka terbuka serius di bagian leher akibat tebasan parang.

Sementara itu, pelaku yang berinisial MR (45), juga berprofesi sebagai petani dan merupakan warga desa yang sama, telah diamankan aparat kepolisian setelah menyerahkan diri sesaat usai kejadian.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa bermula sekitar pukul 07.30 WIB ketika pelaku berangkat menuju kebun miliknya. Setibanya di lokasi, pelaku mendapati sejumlah pohon karet miliknya telah disadap oleh pihak lain tanpa izin.

Pelaku kemudian menemui korban dan menanyakan siapa yang melakukan penyadapan tersebut. Saat itu, korban menjelaskan bahwa penyadapan dilakukan oleh pekerja milik seseorang yang dikenal dengan panggilan “Thok” dan meminta agar persoalan tersebut tidak menimbulkan keributan.

Tidak berhenti sampai di situ, pelaku kemudian mendatangi para pekerja yang berada di lokasi dan memperoleh informasi bahwa kegiatan penyadapan tersebut dilakukan atas perintah korban. Informasi itu diduga memicu emosi pelaku.

Dalam kondisi emosi, pelaku kembali mencari korban menggunakan becak sambil membawa satu bilah parang panjang.

Sekitar pukul 09.00 WIB, pelaku menemukan korban sedang berada di warung milik seorang warga di Desa Kuala Ligan. Saat tiba di lokasi, pelaku turun dari kendaraan sambil membawa parang dan mendekati korban.

Situasi sempat berhasil diredam oleh salah seorang saksi yang mengambil parang dari tangan pelaku dan meletakkannya di bawah pondok. Saksi juga berupaya menenangkan suasana dengan mengajak pelaku duduk dan menyelesaikan persoalan secara baik-baik.

Namun, setelah pembicaraan selesai dan pelaku diminta pulang, situasi berubah drastis. Pelaku kembali mengambil parang yang sebelumnya diletakkan di bawah pondok dan secara tiba-tiba menebaskan senjata tersebut ke arah leher sebelah kiri korban.

Korban yang mengalami luka berat langsung dilarikan ke Puskesmas Lhok Kruet untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan, korban dinyatakan meninggal dunia.

Usai melakukan pembacokan, pelaku langsung mendatangi Polsek Sampoiniet dan menyerahkan diri kepada petugas.

Mendapat laporan kejadian tersebut, Unit Pidana Umum, Unit Resmob, serta Kaur Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Jaya bergerak ke lokasi kejadian dan melakukan pengamanan terhadap pelaku serta sejumlah barang bukti.

Dalam penanganan perkara ini, polisi turut mengamankan satu bilah parang bergagang kayu, pakaian korban yang berlumuran darah, dokumentasi dan foto tempat kejadian perkara, serta sejumlah barang bukti lain yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana.

Berdasarkan penyelidikan awal, motif sementara diduga berkaitan dengan perselisihan mengenai penyadapan atau pengambilan hasil getah karet yang dianggap dilakukan atas perintah korban. Aparat kepolisian masih terus mendalami perkara untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa dan unsur pidana yang terpenuhi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Baca Juga

Bidhumas Polda Aceh Borong Dua Penghargaan di Rakernis Humas Polri 2026

Kapolri Apresiasi Program Rutilahu Polda Jabar, 168 Rumah Warga Berhasil Diperbaiki

Empat, Penambang Emas Nyawa Melayang 6 luka Luka Tertimbun Longsor . Kab.Aceh Jaya- Calang

Aceh

“Dugaan aktivitas warga negara asing di kawasan hutan Aceh harus ditelusuri secara serius melalui pemeriksaan faktual dan koordinasi lintas instansi. Jika terbukti terdapat pelanggaran keimigrasian, pertambangan, kehutanan, atau lingkungan hidup, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu sesuai ketentuan perundang-undangan. Namun, seluruh proses tetap harus menjunjung asas praduga tak bersalah serta mengedepankan transparansi kepada masyarakat.”

Aceh

Transparansi pembangunan jembatan Alue Siron–Alue Bata di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, perlu mendapat perhatian serius. Masyarakat berhak mengetahui status pekerjaan, sumber anggaran, serta pihak yang bertanggung jawab. Instansi terkait diharapkan memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi dan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.”

Headline

Wartawan Bekasi Raya menyatukan barisan dan akan menggelar aksi damai di Kantor Bupati Bekasi untuk menyuarakan pentingnya penghormatan terhadap kemerdekaan pers serta perlindungan terhadap kerja jurnalistik. Aksi tersebut juga mendesak Pemkab Bekasi melakukan pemeriksaan objektif terkait dugaan perlakuan tidak patut terhadap seorang wartawan saat menjalankan tugas konfirmasi.

Aceh

“Monitoring dan evaluasi kesiapan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pidie menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan yang telah dilaksanakan dapat segera ditindaklanjuti dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu mempercepat operasionalisasi koperasi sebagai penggerak ekonomi gampong, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian desa.”