NEWSBIDIK, NAGAN RAYA — Dekalasi politik internal Partai Aceh (PA) di Kabupaten Nagan Raya kian menggema. Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Nagan Raya bersama seluruh pimpinan KPA Sagoe sewilayah Kabupaten Nagan Raya secara Tegas menyatakan mendukung Abu Said Isa Qura.S.Sos. ( Abu Malaka ) sebagai Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Nagan Raya.
Pernyataan sikap yang berlangsung secara kekeluargaan dan penuh dengan sikap kekompakan yang disampaikan dalam sebuah pertemuan resmi yang dihadiri oleh seluruh pimpinan Sagoe KPA Wilayah Nagan Raya.
Dukungan penuh juga mengalir dari seluruh jajaran pimpinan daerah pengurus KPA Sagoe di sejumlah wilayah Kabupaten Nagan Raya, yang membuktikan adanya kesatuan suara dari tingkat wilayah hingga akar rumput. Sikap resmi ini kemudian dituangkan dalam Surat Pernyataan Sikap yang ditujukan langsung kepada Ketua Umum DPP Partai Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem) di Banda Aceh.
Ketiadaan Politik Akomodatif terhadap Eks Kombatan Partai Aceh secara historis lahir dari rahim perjuangan bersenjata eks kombatan GAM.
Oleh karena itu, sosok pemimpin yang dibutuhkan haruslah figur yang memiliki sensitivitas ideologis yang kuat. KPA merepresentasikan politik yang akomodatif terhadap garis perjuangan tersebut. Selama ini dinilai gagal merangkul aspirasi dan menyatukan elemen eks kombatan serta Aneuk Syuhada (anak-anak syuhada) yang selama ini menjadi pilar utama serta mesin penggerak partai di tingkat bawah
Aspek infrastruktur partai juga menjadi sorotan tajam. berulang kali mengobral janji untuk mendirikan kantor sekretariat permanen bagi Partai Aceh di Nagan Raya. Namun ironisnya, hingga masa jabatannya berakhir, janji tersebut terbukti palsu. Kantor sekretariat PA justru Hal yang membuat kader meradang adalah status rumah tersebut disewakan kepada partai, sehingga setiap tahunnya anggaran partai tersedot hanya untuk membayar sewa ke kantong pribadi sang ketua.
KPA secara terbuka mengkritik minimnya transparansi dalam mekanisme pengelolaan dana partai selama ini Banyak kader di tingkat bawah hingga pengurus wilayah mempertanyakan keterbukaan arus kas dan alokasi anggaran, yang seharusnya dikelola secara kolektif-kolegial demi kepentingan besarnya partai, bukan secara tertutup.
Melalui surat resmi tersebut, keluarga besar KPA Wilayah Nagan Raya menegaskan diambil semata-mata demi menjaga stabilitas organisasi, keutuhan, dan loyalitas kader. Mereka khawatir, apabila pencalonan dipaksakan oleh pusat, hal itu justru akan memicu keretakan hubungan internal yang lebih dalam dan meruntuhkan militansi kader di tingkat akar rumput.
Besar harapan kami agar Mualem selaku Ketua Umum DPP Partai Aceh dapat mempertimbangkan aspirasi dari bawah ini dengan bijaksana demi kejayaan Partai Aceh ke depan, pernyataan sikap KPA Nagan Raya tersebut.
Baca Juga
HKI Giok Nagan Resmi Terbit, Pemkab Nagan Raya Apreasiasi Kanwil Kemenkum Aceh
Diduga Dipicu Sengketa Penyadapan Karet, Seorang Petani di Aceh Jaya Tewas Dibacok




















