Scroll untuk baca berita
HeadlineJawa TengahNasionalSemarang

Lembaga Buser Indonesia dan PPWI Resmikan Kantor Bersama di Semarang, Perkuat Sinergi Kelembagaan dan Jurnalistik

5159
×

Lembaga Buser Indonesia dan PPWI Resmikan Kantor Bersama di Semarang, Perkuat Sinergi Kelembagaan dan Jurnalistik

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, Semarang – Lembaga Buser Indonesia bersama Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) resmi membuka kantor bersama yang berlokasi di Jalan Banjir Kanal, Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jumat (26/6/2026). Peresmian tersebut ditandai dengan kegiatan tasyakuran yang berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pengurus kedua organisasi serta sejumlah tamu undangan.

Kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas berdirinya kantor yang akan menjadi pusat aktivitas dan koordinasi antara kedua lembaga. Suasana kebersamaan dan semangat kolaborasi tampak mewarnai seluruh rangkaian acara yang berlangsung penuh kekeluargaan.

Sebagai simbol peresmian, dilakukan prosesi pemotongan tumpeng yang menjadi tradisi ungkapan syukur sekaligus harapan atas langkah baru yang akan dijalani bersama. Dalam momen tersebut, perwakilan PPWI, M. Efendi, menyerahkan potongan tumpeng secara simbolis kepada Ketua Umum Lembaga Buser Indonesia, Surya Gading.

Prosesi tersebut menandai dimulainya penggunaan kantor bersama sebagai ruang kolaborasi yang diharapkan mampu memperkuat hubungan kelembagaan serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan berbagai program di masa mendatang.

Ketua Umum Lembaga Buser Indonesia, Surya Gading, dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan kantor bersama bukan hanya menjadi fasilitas fisik, tetapi juga simbol komitmen untuk membangun sinergi yang lebih kuat antara lembaga dan media.

“Semoga dengan adanya kantor bersama ini dapat semakin meningkatkan sinergi antara lembaga dan media, sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih baik kepada masyarakat,” ujar Surya Gading.

Menurutnya, kerja sama yang solid antara organisasi sosial dan media memiliki peran penting dalam mendukung penyebaran informasi yang akurat, membangun partisipasi publik, serta mendorong terciptanya kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat luas.

Sementara itu, pihak PPWI menyambut baik langkah kolaboratif tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat jaringan komunikasi dan koordinasi antarlembaga. Kehadiran kantor bersama diharapkan menjadi wadah untuk memperluas ruang diskusi, mempercepat proses koordinasi, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan kelembagaan dan dunia jurnalistik.

Tidak hanya menjadi pusat administrasi dan operasional, kantor bersama ini juga diproyeksikan sebagai ruang produktif untuk pengembangan program-program sosial, edukasi, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan berbagai elemen.

Dengan diresmikannya kantor bersama tersebut, Lembaga Buser Indonesia dan PPWI berharap dapat terus membangun kemitraan yang berkelanjutan, mempererat hubungan antarlembaga, serta menghadirkan pelayanan informasi yang lebih optimal kepada masyarakat.

Momentum ini sekaligus menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan di era informasi yang semakin dinamis, dengan tetap mengedepankan profesionalisme, integritas, dan semangat kebersamaan.

Tinggalkan Balasan

Jawa Tengah

“Dugaan praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi jenis Solar kembali mencuat di kawasan Genuk, Kota Semarang. Sebuah gudang bekas pabrik di area pangkalan truk diduga menjadi lokasi penampungan Solar subsidi yang diperoleh melalui jalur distribusi tidak resmi. Hingga berita ini diterbitkan, seluruh informasi masih bersifat dugaan dan menunggu pembuktian melalui proses penyelidikan aparat berwenang.”

Aceh

“Perselisihan terkait dugaan penyadapan pohon karet di Desa Kuala Ligan, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, berujung tragis. Seorang petani berusia 58 tahun meninggal dunia setelah mengalami luka bacok di bagian leher. Pelaku yang diduga emosi usai mengetahui pohon karetnya disadap kemudian menyerahkan diri ke pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.”

Aceh

Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan yang diucapkan setiap peringatan 1 Juni. Nilai-nilainya harus hadir dalam tindakan nyata, mulai dari menghormati perbedaan, menjaga persatuan, hingga mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Masa depan bangsa tidak ditentukan oleh seberapa lantang kita menyebut Pancasila, tetapi oleh seberapa konsisten kita mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.”