NEWSBIDIK,Brebes – Yayasan Buser Indonesia (YBI) menggelar sarasehan bersama Ketua Umum YBI, Wahyu Surya Gading, S.H., di Cafe Radja, Jalan Raya Kebonagung, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu (19/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum pengukuhan kepengurusan baru Dewan Pimpinan Cabang (DPC) YBI Kabupaten Brebes sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga dan media Buser Indonesia.
Dalam agenda tersebut, Suharto resmi dipercaya menjabat sebagai Ketua DPC YBI Kabupaten Brebes, sementara posisi Pemimpin Redaksi Media Buser Indonesia diemban oleh Sumarlan. Pertemuan juga membahas penguatan koordinasi internal organisasi agar peran lembaga dan media berjalan selaras tanpa tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Ketua Umum YBI, Wahyu Surya Gading, dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi yang baik antara jajaran lembaga dengan media. Menurutnya, kedua unsur tersebut harus berjalan beriringan untuk mendukung kemajuan organisasi.
Ia juga mengungkapkan bahwa aktivitas YBI sempat mengalami kevakuman dalam beberapa waktu terakhir akibat belum adanya pergantian kepemimpinan. Karena itu, ia berharap kepengurusan baru mampu menghidupkan kembali roda organisasi serta memperkuat soliditas seluruh anggota.
“Kami berharap seluruh anggota Yayasan Buser Indonesia dan wartawan Media Buser Indonesia dapat saling mendukung, bekerja sama, serta memajukan DPC Kabupaten Brebes demi keberlangsungan organisasi. Dengan kepemimpinan baru, seluruh anggota ranting di Brebes diharapkan kembali bersatu,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC YBI Kabupaten Brebes, Suharto, menyampaikan visi dan misinya untuk membangun organisasi yang mandiri, profesional, dan bertanggung jawab. Ia berkomitmen meningkatkan dedikasi anggota serta memperluas sinergi dengan instansi pemerintah maupun berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Jenderal DPD Jawa Tengah Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Sekti Leksono. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara media, lembaga, dan berbagai elemen masyarakat. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya wartawan memiliki organisasi profesi atau wadah yang memberikan perlindungan hukum serta menjalankan tugas jurnalistik sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Sarasehan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan diikuti oleh jajaran DPP dan DPC YBI, anggota lembaga, LSM, paralegal, organisasi kemasyarakatan, serta insan media. Setelah sesi diskusi, kegiatan ditutup dengan makan siang bersama yang diiringi hiburan musik, sebagai bentuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antar anggota.

















