NEWSBIDIK, NAGANRAYA Seorang remaja dilaporkan hilang setelah terseret arus sungai di wilayah Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, pada Jumat (1/5/2026) sore. Hingga saat ini, korban belum berhasil ditemukan dan proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di aliran Sungai Krueng Tadu, tepatnya di Desa Gapa Garu. Laporan awal diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya sekitar pukul 16.15 WIB dari masyarakat setempat yang menyaksikan kejadian tersebut.
Korban diketahui bernama Kamaludin (15), seorang pelajar yang berdomisili di Desa Gapa Garu, Kecamatan Tadu Raya. Menurut keterangan warga, saat kejadian korban sedang berupaya menyeberangi sungai dengan menggunakan tali menuju area kebun untuk mengambil sebuah rakit. Namun nahas, saat berada di tengah sungai, korban diduga kehilangan keseimbangan dan terseret derasnya arus air. Sabtu, (2/5/2026)
“Korban mencoba menyeberang dengan bantuan tali, tetapi arus sungai cukup kuat sehingga korban terseret,” ungkap salah seorang warga di lokasi kejadian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Nagan Raya langsung bergerak cepat menuju lokasi dan menetapkan status siaga satu untuk penanganan darurat. Tim BPBD bersama masyarakat setempat segera melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan tim Search and Rescue (SAR) untuk memperluas pencarian.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung dengan menyisir aliran sungai dan area sekitar. Tim gabungan menghadapi sejumlah kendala, di antaranya arus sungai yang cukup deras serta kondisi medan yang cukup sulit.
Sementara itu, warga setempat menyebutkan bahwa korban bukan merupakan pekerja tetap di perkebunan kelapa sawit di wilayah tersebut. Namun, korban diketahui kerap ikut membantu aktivitas pelansiran kelapa sawit secara tidak tetap.
“Korban bukan pekerja tetap, hanya ikut-ikutan membantu pelansir kelapa sawit,” jelas warga lainnya.
Peristiwa ini menambah daftar kasus kecelakaan di sungai yang terjadi akibat derasnya arus, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terlebih ketika mencoba menyeberang tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai.
BPBD Nagan Raya juga mengingatkan warga agar tidak mengambil risiko tinggi, terutama di wilayah rawan arus deras seperti Sungai Krueng Tadu. Keselamatan diri harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas.
Pihak keluarga korban hingga kini masih menunggu dengan harap-harap cemas di sekitar lokasi kejadian, berharap Kamaludin dapat segera ditemukan. Tim gabungan berkomitmen untuk terus melanjutkan pencarian hingga korban ditemukan.
Perkembangan lebih lanjut terkait proses pencarian akan terus diperbarui sesuai dengan kondisi di lapangan.
Baca Juga:
BNPB Segera Bangun 609 Huntara untuk Pengungsi Beutong Ateuh Banggalang
Wakil Bupati Nagan Raya Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2025
Pemberhentian Panglima Laut Lhok Pulo Picu Polemik, Nelayan Tuntut Keadilan Adat




















