Scroll untuk baca berita
AcehKesehatanNEWS-BIDIK NAGANRAYAPolitik

RSUD Sultan Iskandar Muda Hadirkan Layanan Hemodialisis, Bupati TRK Pastikan Akses Kesehatan Warga Kian Mudah

176
×

RSUD Sultan Iskandar Muda Hadirkan Layanan Hemodialisis, Bupati TRK Pastikan Akses Kesehatan Warga Kian Mudah

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, Suka Makmue — Pemerintah Kabupaten Nagan Raya terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui hadirnya layanan hemodialisis (cuci darah) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Iskandar Muda (SIM), Ujong Fatihah.

Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., yang akrab disapa TRK, meninjau langsung operasional fasilitas tersebut pada Jumat (10/4/2026). Kunjungan ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan layanan kesehatan berjalan optimal dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dalam keterangannya, Bupati TRK menegaskan bahwa kehadiran fasilitas hemodialisis di RSUD SIM merupakan langkah strategis untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien dengan gangguan ginjal yang membutuhkan terapi rutin.

“Dengan adanya layanan cuci darah di RSUD SIM, masyarakat tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh ke luar daerah hanya untuk mendapatkan pengobatan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebelumnya banyak warga Nagan Raya yang harus menjalani hemodialisis di luar wilayah, seperti ke Meulaboh maupun Banda Aceh. Bahkan, berdasarkan data yang diterimanya, saat ini masih terdapat sekitar 30 warga yang menjalani perawatan di luar daerah.

Kondisi tersebut dinilai cukup membebani pasien, baik dari segi waktu, tenaga, maupun biaya. Oleh karena itu, keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Lebih lanjut, TRK menegaskan bahwa layanan hemodialisis di RSUD SIM diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya tambahan. Hal ini menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjamin pelayanan kesehatan yang merata dan terjangkau.

“Saya pastikan layanan ini tidak dipungut biaya tambahan. Ini adalah komitmen pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.

Saat ini, RSUD SIM telah dilengkapi dengan 10 unit mesin hemodialisis. Sebanyak sembilan unit ditempatkan di ruang pelayanan utama, sementara satu unit lainnya disiapkan di ruang isolasi guna mengantisipasi kebutuhan pasien dengan kondisi khusus.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya berencana untuk terus mengembangkan fasilitas tersebut. Penambahan jumlah mesin dan perluasan ruang layanan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelayanan agar mampu menjangkau lebih banyak pasien.

Di sela kunjungannya, Bupati TRK juga menyempatkan diri berinteraksi dengan para pasien yang tengah menjalani perawatan. Ia memberikan semangat dan motivasi agar tetap optimistis dalam menjalani proses pengobatan.

Tak hanya itu, sebagai bentuk kepedulian sosial, Bupati turut menyerahkan bantuan tali asih kepada pasien. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban serta memberikan dukungan moral bagi mereka yang sedang berjuang melawan penyakit.

Dalam kesempatan tersebut, TRK juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap pola hidup sehat guna mencegah berbagai penyakit kronis.

“Pencegahan itu sangat penting. Namun jika sudah mengalami gangguan kesehatan, jangan menunda untuk segera berobat,” pesannya.

Kunjungan kerja ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah, Asisten II Sekda, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Plt. Kepala Dinas Sosial, Plt. Inspektur, Plt. Direktur RSUD, serta penanggung jawab layanan hemodialisis beserta jajaran rumah sakit.

Dengan hadirnya layanan ini, RSUD Sultan Iskandar Muda diharapkan mampu menjadi pusat rujukan kesehatan yang andal di wilayah Nagan Raya, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan medis yang cepat, mudah, dan berkualitas.

Aceh

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setelah dua warga Kubang Gajah diwajibkan melapor ke Polsek Kuala Pesisir usai dilaporkan PT Socfindo Seunagan atas dugaan pengambilan berondolan sawit kering. Warga mempertanyakan penerapan asas keadilan karena berondolan yang dipersoalkan disebut merupakan sisa panen yang telah lama tertinggal di lokasi pembuangan janjang kosong (jangkos), sementara pihak perusahaan hingga kini belum memberikan keterangan resmi.”

Aceh

“Dugaan aktivitas illegal logging di kawasan hutan lindung Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, KPH Wilayah IV, dan Satgas PKH bertindak tegas, transparan, serta mengusut tuntas apabila ditemukan indikasi keterlibatan pihak-pihak yang melindungi praktik pembalakan liar tersebut. Penegakan hukum tanpa pandang bulu dinilai menjadi kunci menyelamatkan hutan Aceh dari kerusakan yang semakin meluas.”

Aceh

“Konferensi pers ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Nagan Raya untuk menghadirkan keterbukaan informasi, memperkuat komunikasi publik, serta memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan berimbang terkait pelayanan di RSUD Sultan Iskandar Muda.”

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menyiapkan 270 peserta didik dari seluruh kecamatan untuk mengikuti Program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. Program pendidikan berbasis asrama ini menjadi langkah nyata memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia dan upaya memutus mata rantai kemiskinan.”

Aceh

“Persoalan yang mencuat di RSUD Sultan Iskandar Muda tidak hanya menyangkut administrasi dan keuangan, tetapi juga menyentuh kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari keterlambatan pembayaran TPP ASN, persoalan sanitasi, hingga temuan BPK terkait indikasi pembayaran jasa pelayanan kesehatan secara ganda menjadi perhatian yang diharapkan segera ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh dan langkah perbaikan tata kelola oleh Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.”

Aceh

“Kami, jajaran KPA Wilayah Nagan Raya bersama seluruh pimpinan Sagoe dan Ketua Tuha Peut, menyatakan dukungan penuh kepada Abu Said Isa Quraisy (Abu Malaka) sebagai Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Nagan Raya. Sikap ini lahir dari aspirasi kader di tingkat bawah demi menjaga stabilitas organisasi, memperkuat persatuan, serta memastikan Partai Aceh tetap berjalan sesuai semangat perjuangan dan kepentingan kader.”

Aceh

“Mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel Polri untuk meningkatkan produktivitas, profesionalisme, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Tantangan Polri ke depan semakin berat dan kompleks, sehingga seluruh personel dituntut terus meningkatkan integritas dan pelayanan demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Nagan Raya,” ujar Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K.

Aceh

“Terbitnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk Giok Nagan menjadi langkah strategis dalam melindungi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi potensi unggulan daerah. Pengakuan ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk terus mengembangkan Giok Nagan secara berkelanjutan demi mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nagan Raya.”