NEWSBIDIK, Kabupaten Nagan Raya — Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten (RKPK) Tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Rabu (22/4/2026).
Musrenbang kali ini mengusung tema “Akselerasi dan Kolaborasi Pemulihan Pascabencana serta Peningkatan PAD melalui Penguatan Sumber Daya dan Ekonomi Lokal.” Tema tersebut mencerminkan fokus pemerintah daerah dalam mendorong pemulihan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa TRK menegaskan bahwa Musrenbang merupakan amanat regulasi nasional, yakni Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017.
“Musrenbang RKPK 2027 ini merupakan tahun ketiga dalam merealisasikan visi dan misi kepala daerah periode 2025–2029, yang difokuskan pada isu-isu strategis pembangunan,” ujar TRK.
Ia menekankan bahwa memasuki tahun ketiga pemerintahan, berbagai program prioritas harus mulai menunjukkan hasil nyata, termasuk realisasi janji kampanye. Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah penyelesaian pembangunan Masjid Giok, yang dikenal karena penggunaan batu giok sebagai material utama pelapisnya.
Menurut TRK, penyempurnaan masjid tersebut tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga potensi besar sebagai ikon wisata daerah.
“Jika seluruh bagian luar masjid dilapisi batu giok, ini akan menjadi daya tarik wisata unggulan yang berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Selain sektor pariwisata, pemerintah daerah juga menaruh perhatian serius pada sektor pertanian dan perkebunan, khususnya kelapa sawit yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
“Kita harus memastikan ketersediaan pupuk dan menjaga stabilitas sektor pertanian. Saat ini, harga sawit masih dalam kondisi yang cukup baik,” tambahnya.
Lebih lanjut, TRK menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kemampuan daerah dalam meningkatkan kemandirian fiskal melalui optimalisasi PAD. Untuk itu, seluruh perangkat daerah diminta menggali potensi pendapatan dari berbagai sektor, seperti pajak daerah, retribusi, serta pengelolaan aset.
Ia juga mendorong inovasi dan digitalisasi layanan guna meningkatkan kepatuhan masyarakat serta mempermudah proses pembayaran.
“Penguatan pengawasan dan tata kelola pendapatan harus dilakukan secara efektif, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.
Selain itu, pengembangan sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, UMKM, dan investasi daerah juga menjadi prioritas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRK Nagan Raya, Mohd Rizki Ramadhan, menyampaikan komitmen lembaganya dalam menjalankan fungsi penganggaran, legislasi, dan pengawasan secara optimal. Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam mendukung pembangunan daerah.
“Mari kita bekerja lebih serius, terarah, dan bertanggung jawab dengan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan sektoral,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Nagan Raya, Siddiqi Abdul Rahman, menjelaskan bahwa Musrenbang ini merupakan forum strategis untuk menyempurnakan rancangan RKPK Tahun 2027.
Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan menyepakati permasalahan dan prioritas pembangunan, menyelaraskan program daerah dengan prioritas nasional dan provinsi, serta memperkuat sinergi antarperangkat daerah dan pemangku kepentingan.
“Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Desk Musrenbang yang berlangsung pada 22 hingga 27 April 2026, terbagi dalam tiga bidang perencanaan,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi serta diskusi interaktif yang dimoderatori oleh Plt. Sekretaris Bappeda, Faisal, S.T., bersama sejumlah narasumber dari berbagai instansi terkait.
Baca Juga:
Bupati TRK Tinjau Korban Kebakaran di Darul Makmur, Salurkan Bantuan Masa Panik





















