Scroll untuk baca berita
AcehDaerahNEWS-BIDIK NAGANRAYA

Diskominfo Nagan Raya Gelar Interviu Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral Tahun 2026

813
×

Diskominfo Nagan Raya Gelar Interviu Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral Tahun 2026

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK,Suka Makmue – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) melaksanakan kegiatan Interviu Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Kabupaten Nagan Raya Tahun 2026 di Gedung Command Center Diskominfo Kabupaten Nagan Raya, Senin (20/7/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Tim Penilai EPSS dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gayo Lues dan BPS Kabupaten Nagan Raya selaku Pembina Statistik Sektoral yang mengikuti jalannya proses evaluasi secara daring melalui Zoom Meeting.

Sementara itu, peserta yang hadir secara langsung terdiri atas Tim Penilai Internal, perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) selaku Koordinator Forum Satu Data Kabupaten Nagan Raya, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Gampong, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMGP4).

Kepala Diskominfo Kabupaten Nagan Raya, ARAFIK Karim, S.Sos.I., MPA, yang diwakili Kepala Bidang Statistik, Masitoh, S.K.M., M.K.M., menyampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) atas pelaksanaan EPSS sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola data di daerah.

Menurutnya, EPSS merupakan langkah strategis untuk memastikan pembangunan daerah didukung oleh data yang akurat, mutakhir, akuntabel, dan terintegrasi sebagaimana diamanatkan dalam kebijakan Satu Data Indonesia.

“Program EPSS merupakan upaya strategis untuk memastikan bahwa pembangunan di daerah diukur dan diarahkan oleh data yang akurat, mutakhir, dan akuntabel. Evaluasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola statistik sektoral di Kabupaten Nagan Raya,” ujar Masitoh.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Nagan Raya terus berkomitmen mengintegrasikan prinsip-prinsip Satu Data Indonesia melalui penguatan kelembagaan dan regulasi pengelolaan statistik sektoral, peningkatan kualitas pelayanan data dan keterbukaan informasi publik, serta memperkuat sinergi antarpemerintah daerah.

“Dalam pelaksanaan interviu EPSS Tahun 2026, DLH dan DPMGP4 ditetapkan sebagai perangkat daerah yang mewakili produsen data untuk mengikuti proses wawancara dan verifikasi bersama Tim Penilai EPSS,” jelas Masitoh. 

“Melalui proses ini, kami berharap memperoleh berbagai masukan konstruktif guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral sekaligus memperkuat implementasi Satu Data Indonesia di Kabupaten Nagan Raya,” katanya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya siap memberikan dukungan data, informasi, maupun konfirmasi yang diperlukan selama proses interviu berlangsung.

“Semoga kegiatan ini menghasilkan rekomendasi yang konstruktif untuk meningkatkan kualitas tata kelola data dan mendukung pembangunan Kabupaten Nagan Raya yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Usai sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan interviu dan verifikasi oleh Tim Penilai EPSS dari BPS Kabupaten Gayo Lues terhadap dokumen pendukung serta implementasi penyelenggaraan statistik sektoral di Kabupaten Nagan Raya.

Baca Juga

Ratusan Emak-Emak Meriahkan HUT Ke-24 Nagan Raya Lewat Lomba Pembuatan Kue Karah Tradisional Aceh

Masyarakat Desa Cot Rambong Pertanyakan Kepastian Penanganan Laporan Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan di Polres Nagan Raya

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Dugaan aktivitas warga negara asing di kawasan hutan Aceh harus ditelusuri secara serius melalui pemeriksaan faktual dan koordinasi lintas instansi. Jika terbukti terdapat pelanggaran keimigrasian, pertambangan, kehutanan, atau lingkungan hidup, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu sesuai ketentuan perundang-undangan. Namun, seluruh proses tetap harus menjunjung asas praduga tak bersalah serta mengedepankan transparansi kepada masyarakat.”

Aceh

Transparansi pembangunan jembatan Alue Siron–Alue Bata di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, perlu mendapat perhatian serius. Masyarakat berhak mengetahui status pekerjaan, sumber anggaran, serta pihak yang bertanggung jawab. Instansi terkait diharapkan memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi dan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.”

Daerah

“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Nagan Raya membutuhkan sinergi, komitmen, dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil monitoring, memastikan realisasi anggaran berjalan optimal, serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.”

Aceh

“Monitoring dan evaluasi kesiapan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pidie menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan yang telah dilaksanakan dapat segera ditindaklanjuti dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu mempercepat operasionalisasi koperasi sebagai penggerak ekonomi gampong, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian desa.”