Scroll untuk baca berita
Jawa TengahNEWS-BIDIK NAGANRAYA

Program revitalisasi di sekolah sd negeri 4 ujungpandan jepara dalam sorotan publik anggaran tak sesuai fisiknya. 

965
×

Program revitalisasi di sekolah sd negeri 4 ujungpandan jepara dalam sorotan publik anggaran tak sesuai fisiknya. 

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK.Jepara Sorotan publik terhadap pelaksanaan program revitalisasi di SD Negeri 4 Ujungpandan (Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara) yang dinilai tidak sesuai antara besaran anggaran dan realisasi fisik di lapangan mengindikasikan adanya potensi ketidaksesuaian teknis yang krusial untuk dicermati secara objektif.

Dalam menginvestigasi atau mengawal temuan dugaan ketidaksesuaian antara anggaran (RAB) dan hasil fisik proyek rehabilitasi/revitalisasi sekolah, beberapa indikator dan langkah verifikasi lapangan

berikut penting .Kamis,(05/11/2026)

Jenis jenis, dimensi, dan kualitas material yang terpasang (seperti ketebalan besi beton, kualitas kayu/rangka atap, spesifikasi genteng, atau kualitas adukan semen) dengan standar Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau plang proyek yang seharusnya transparan.

Harapan media dan lembaga ekspektorat Periksa apakah ukuran bangunan, luas lantai, panjang pengecatan, atau volume pemasangan fisik lainnya benar-benar sesuai dengan hitungan perencanaan kubikasi/luasan di dalam kontrak..

Sementara kpl sekolah dan bendahara p2sp sekolah tak ada jawaban saat dikonfirmasi lewati via telepon

 pagu anggaran 666.107.819 proyek revitalisasi alhasil fisik yang sudah di kerjakan dan matrial yang di belanjakan terpaut sangat jauh .

Menurut kacamata time media dan lembaga spesifik mengenai item pekerjaan fisik tertentu di SD Negeri 4 Ujungpandan yang mencurigakan (diantaranya bagian struktur atap, lantai, atau kusen) atau rincian nilai anggaran yang sedang disoroti, terutama hasil fisiknya.

Baca Juga

Jepara Raih Empat Emas di Porprov Jateng 2026, Target 50 Emas Tetap Dibidik

Proyek TK/TA Srikandang 02 Jepara Disorot, APD dan BPJS Ketenagakerjaan Belum Terpenuhi

 

Penulis: TB sadikinEditor: Browibowo

Tinggalkan Balasan

NEWS-BIDIK NAGANRAYA

DLH Nagan Raya telah melakukan pemeriksaan langsung di pesisir Pantai Naga Permai. Berdasarkan hasil pengamatan visual dan keterangan masyarakat serta nelayan, ikan-ikan kecil yang terdampar diduga merupakan hasil tangkapan nelayan yang tidak memiliki nilai ekonomis dan dibuang ke laut. Hingga pemeriksaan dilakukan, belum ditemukan indikasi pencemaran air laut di lokasi tersebut.”

“Matinya sejumlah ikan kecil di perairan Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, menjadi perhatian serius dan perlu segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait. Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Kelautan dan Perikanan diharapkan turun langsung ke lokasi untuk memeriksa kualitas air laut dan memastikan penyebab kematian ikan tersebut. Jika terbukti terjadi pencemaran, pihak berwenang harus mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku demi menjaga kelestarian ekosistem laut dan melindungi mata pencaharian masyarakat pesisir.”

Jawa Tengah

“H. Halimi, calon petinggi Desa Surodadi nomor urut 03, tergerak maju dalam pencalonan karena dorongan masyarakat yang menginginkan perubahan. Ia berharap pelayanan birokrasi pemerintahan desa dapat ditingkatkan, pembangunan infrastruktur yang belum tersentuh bisa menjadi perhatian, serta para petani garam memperoleh dukungan nyata dari pemerintah desa untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan. H. Halimi menegaskan, apabila diberi amanah oleh masyarakat, dirinya berkomitmen menata birokrasi agar pelayanan publik lebih baik, transparan, dan berpihak kepada kebutuhan warga.”

Jawa Tengah

Anggaran negara yang bersumber dari pajak rakyat harus digunakan secara tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan. Dugaan ketidaksesuaian material dan spesifikasi dalam proyek revitalisasi SD Negeri 1 Ngandong, Bumiharjo, Jepara, perlu ditelusuri secara transparan melalui pemeriksaan teknis dan audit agar kualitas pembangunan terjamin serta setiap rupiah uang negara benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.”