Scroll untuk baca berita
Jawa TengahNEWS-BIDIK JEPARAReligi

Hari Santri Nasional 2026 di Jepara, Santri Didorong Jadi Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas

1741
×

Hari Santri Nasional 2026 di Jepara, Santri Didorong Jadi Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, JEPARA – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Jepara menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran santri dalam menjaga keutuhan bangsa sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan nasional. Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan ini menekankan pentingnya membangun generasi santri yang berilmu, berakhlak, berintegritas, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Peringatan tersebut dilaksanakan melalui upacara di halaman Kantor Bupati Jepara, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menjadi pengingat atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, sekaligus menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan bangsa.

Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, yang akrab disapa Mas Wiwit, bertindak sebagai pembina upacara. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa santri bukan sekadar bagian dari perjalanan sejarah Indonesia, melainkan juga kekuatan penting yang dapat menentukan arah dan kemajuan bangsa di masa mendatang.

Menurutnya, semangat perjuangan para ulama dan santri yang tercermin dalam Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 harus terus diwariskan kepada generasi muda. Sejarah tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga dilandasi keyakinan, ilmu pengetahuan, pengorbanan, dan persatuan.

“Sejarah ini mengajarkan kepada kita, perjuangan kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui kekuatan senjata, tetapi dengan keyakinan, ilmu, pengorbanan, dan persatuan,” ujarnya.

Mas Wiwit menambahkan, tantangan santri pada masa kini berbeda dengan perjuangan para pendahulu. Jika dahulu para ulama dan santri berjuang mempertahankan kemerdekaan, kini generasi santri dituntut mengambil bagian dalam mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, inovasi, kreativitas, penguatan ekonomi, serta kepedulian terhadap kehidupan sosial masyarakat.

Karena itu, santri diharapkan tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemampuan tersebut dinilai penting agar lulusan pesantren mampu bersaing, beradaptasi dengan perubahan zaman, serta memberikan kontribusi nyata di berbagai sektor pembangunan.

“Saya mengajak para santri untuk tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga menjadikan momentum ini sebagai komitmen bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Mas Wiwit.

Ia juga menekankan bahwa cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, mandiri, dan memiliki integritas. Dalam hal ini, pesantren mempunyai posisi penting sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga menanamkan nilai moral, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Jepara pun menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung pengembangan pendidikan pesantren dan potensi generasi muda. Santri diharapkan mampu tampil sebagai pelopor perubahan yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama, menjaga persatuan dalam keberagaman, serta berperan aktif dalam pembangunan.

Dengan semangat Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, generasi santri diharapkan mampu melanjutkan perjuangan para pendahulu melalui karya, prestasi, dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Baca Juga

Jepara Raih Empat Emas di Porprov Jateng 2026, Target 50 Emas Tetap Dibidik

Tinggalkan Balasan

Daerah

Kutipan Berita Unggulan:
“Empat medali emas menjadi modal awal bagi Kontingen Jepara untuk terus melaju di Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Dengan semangat juang, kerja keras, dan kekompakan seluruh atlet, pelatih, serta ofisial, Jepara optimistis mengejar target 50 medali emas dan menembus empat besar.”

Jawa Tengah

Anggaran negara yang bersumber dari pajak rakyat harus digunakan secara tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan. Dugaan ketidaksesuaian material dan spesifikasi dalam proyek revitalisasi SD Negeri 1 Ngandong, Bumiharjo, Jepara, perlu ditelusuri secara transparan melalui pemeriksaan teknis dan audit agar kualitas pembangunan terjamin serta setiap rupiah uang negara benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.”

Jawa Tengah

“Universitas Muria Kudus diharapkan menjadi pusat pelatihan dan persiapan calon pekerja migran Indonesia melalui program SMK Go Global. Dengan dukungan pelatihan bahasa, peningkatan kompetensi, uji kompetensi, hingga proses penempatan, lulusan SMK diharapkan mampu bersaing di pasar kerja internasional dengan tetap mengutamakan perlindungan dan keselamatan pekerja migran.”

Jawa Tengah

“Dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi di SPBU 44-523-02 Karangmoncol, Kabupaten Pemalang, masih memerlukan pembuktian dan verifikasi secara menyeluruh. Setiap tuduhan harus didasarkan pada fakta, data transaksi, serta hasil pemeriksaan pihak berwenang agar tidak menimbulkan kesimpulan sepihak yang dapat merugikan pihak tertentu. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi demi menjunjung tinggi prinsip keberimbangan, transparansi, serta profesionalisme jurnalistik.”