Scroll untuk baca berita
AcehDaerahNEWS-BIDIK NAGANRAYA

Dua Warga Kubang Gajah Wajib Lapor ke Polsek Usai Dilaporkan PT Socfindo Seunagan, Masyarakat Pertanyakan Penerapan Keadilan

1169
×

Dua Warga Kubang Gajah Wajib Lapor ke Polsek Usai Dilaporkan PT Socfindo Seunagan, Masyarakat Pertanyakan Penerapan Keadilan

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK | NAGAN RAYA – Dua warga Desa Kubang Gajah, Kabupaten Nagan Raya, berinisial DR dan TW, kini diwajibkan melapor secara berkala ke Polsek Kuala Pesisir setelah dilaporkan oleh pihak manajemen PT Socfindo Kebun Seunagan terkait dugaan pengambilan berondolan kelapa sawit di areal perkebunan perusahaan. Kamis, (9/7/2026)

Kedua perempuan paruh baya tersebut sebelumnya diamankan oleh petugas keamanan (security) perusahaan. Selain itu, sepeda motor yang mereka gunakan turut diamankan bersama sejumlah barang bukti sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian.

Menurut pengakuan DR dan TW kepada wartawan, berondolan sawit yang mereka kumpulkan merupakan berondolan kering yang telah lama tertinggal di lokasi pembuangan janjang kosong (jangkos) dan diduga merupakan sisa panen yang tidak lagi dimanfaatkan.

“Yang kami ambil hanya berondolan kering yang sudah lama tertinggal. Kami tidak memanen buah sawit dari pohonnya,” ujar salah seorang di antara keduanya.

Meski demikian, pihak keamanan perusahaan tetap membawa persoalan tersebut ke jalur hukum dengan melaporkannya ke Polsek Kuala Pesisir.

Selain berondolan sawit kering, polisi juga menerima barang bukti berupa satu unit sepeda motor yang digunakan DR dan TW menuju lokasi. Namun, berdasarkan pengakuan keduanya, kendaraan tersebut kini telah dikembalikan kepada pemiliknya.

Mereka juga mengaku diwajibkan hadir untuk melapor ke Polsek Kuala Pesisir setiap hari Senin dan Kamis. Hingga kini, keduanya mengaku belum mengetahui sampai kapan kewajiban wajib lapor tersebut akan berlangsung.

Peristiwa ini memicu perhatian dan perbincangan di tengah masyarakat sekitar perkebunan PT Socfindo Seunagan. Sejumlah warga mempertanyakan penerapan asas keadilan dalam penanganan kasus tersebut, mengingat yang dipersoalkan adalah berondolan sawit kering yang menurut pengakuan warga , sawit kering hasil Geutek di jangkos Pembuangan perusahaan di areal kebun perusahaan PT Socfindo Seunagan yang dikumpulkan

Hingga berita ini diterbitkan, proses penanganan perkara masih berlangsung di Polsek Kuala Pesisir. Sementara itu, pihak manajemen PT Socfindo Kebun Seunagan belum memberikan keterangan resmi terkait laporan yang diajukan maupun kronologi versi perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Aceh

Transparansi pembangunan jembatan Alue Siron–Alue Bata di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, perlu mendapat perhatian serius. Masyarakat berhak mengetahui status pekerjaan, sumber anggaran, serta pihak yang bertanggung jawab. Instansi terkait diharapkan memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi dan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.”

Daerah

“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Nagan Raya membutuhkan sinergi, komitmen, dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil monitoring, memastikan realisasi anggaran berjalan optimal, serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.”

Aceh

“Monitoring dan evaluasi kesiapan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pidie menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan yang telah dilaksanakan dapat segera ditindaklanjuti dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu mempercepat operasionalisasi koperasi sebagai penggerak ekonomi gampong, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian desa.”