Scroll untuk baca berita
ACEH BARATDaerah

Pernikahan dan Khitanan Putra Digelar Serentak di Blangpidie, Keluarga Besar Kharma Hadis Undang Masyarakat Hadiri Resepsi

3950
×

Pernikahan dan Khitanan Putra Digelar Serentak di Blangpidie, Keluarga Besar Kharma Hadis Undang Masyarakat Hadiri Resepsi

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK | ACEH BARAT DAYA – Suasana penuh kebahagiaan dan rasa syukur menyelimuti kediaman keluarga besar Kharma Hadis (Adis) dan Nur Asiah (Nur Adis) di Desa Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya. Pada Juli 2026, keluarga tersebut menggelar dua momentum penting sekaligus, yakni resepsi pernikahan putri tercinta serta acara khitanan putra mereka dalam satu rangkaian syukuran keluarga. Rabu, (8/7/2026)

Perhelatan yang berlangsung secara khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan itu menjadi momen istimewa bagi keluarga besar maupun masyarakat sekitar. Selain menjadi ajang silaturahmi, acara tersebut juga menjadi wujud rasa syukur atas dua anugerah yang diterima keluarga.

Dalam prosesi pernikahan tersebut, Badratul Nadilla, S.Sos, putri dari pasangan Kharma Hadis (Adis) dan Nur Asiah (Nur Adis), resmi dipersunting oleh Hafid AUS, S.Sos, putra dari pasangan Asmadi dan Hafriati. Prosesi akad nikah berlangsung dengan lancar dan penuh haru, disaksikan keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan yang hadir memberikan doa restu kepada kedua mempelai.

Tidak hanya menggelar pesta pernikahan, keluarga juga melaksanakan prosesi khitanan bagi putra mereka, M. Azzam Al Ghifari. Pelaksanaan khitanan tersebut menjadi bagian dari tradisi syukuran keluarga yang sarat makna religius dan budaya, sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kesehatan dan keberkahan yang diberikan kepada keluarga.

Berdasarkan informasi yang tercantum dalam undangan, seluruh rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Minggu, 5 Juli 2026, melalui prosesi adat Duek Pakat, yang merupakan bagian penting dalam tradisi masyarakat Aceh sebagai bentuk musyawarah dan persiapan menjelang pernikahan.

Selanjutnya, akad nikah dilaksanakan pada Senin, 6 Juli 2026, sementara resepsi atau acara puncak digelar pada Rabu, 8 Juli 2026. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di kediaman keluarga di Jalan Nek Kacah/Lorong Semen, tepatnya di depan MAN 1 Aceh Barat Daya, Desa Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya.

Sejak pagi hari, tamu undangan dari berbagai daerah tampak berdatangan untuk menghadiri resepsi. Kehadiran sanak keluarga, sahabat, tetangga, hingga tokoh masyarakat menambah semarak suasana. Mereka datang tidak hanya untuk memberikan ucapan selamat, tetapi juga mempererat tali silaturahmi yang telah lama terjalin.

Bagi masyarakat Aceh, pelaksanaan pernikahan dan khitanan secara bersamaan bukan sekadar efisiensi penyelenggaraan acara, melainkan juga mencerminkan nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan semangat berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar. Momentum seperti ini menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sosial sekaligus melestarikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Melalui undangan yang disebarkan kepada masyarakat, pihak keluarga juga menyampaikan undangan terbuka kepada seluruh kerabat, sahabat, dan warga untuk hadir serta memberikan doa restu kepada kedua mempelai maupun kepada putra mereka yang menjalani khitanan.

“Atas kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i, kami mengucapkan terima kasih,” demikian bunyi ungkapan yang tercantum dalam undangan keluarga.

Ucapan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada seluruh tamu yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berbagi kebahagiaan bersama keluarga besar Kharma Hadis dan Nur Asiah.

Sementara itu, Tim Liputan Khusus Media Newsbidik Provinsi Aceh turut menyampaikan ucapan selamat kepada keluarga besar Kharma Hadis (Adis) dan Nur Asiah (Nur Adis) atas terselenggaranya resepsi pernikahan putri mereka serta acara khitanan putra tercinta.

Semoga kedua mempelai senantiasa dikaruniai rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah, diberikan kebahagiaan, keberkahan, dan keturunan yang saleh dan salehah. Begitu pula kepada M. Azzam Al Ghifari, semoga tumbuh menjadi anak yang sehat, berbakti kepada orang tua, serta menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Momentum kebahagiaan yang digelar keluarga besar Kharma Hadis dan Nur Asiah ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi perjalanan rumah tangga kedua mempelai sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai kekeluargaan, gotong royong, serta tradisi yang hidup di tengah masyarakat Aceh.

Tinggalkan Balasan

Aceh

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setelah dua warga Kubang Gajah diwajibkan melapor ke Polsek Kuala Pesisir usai dilaporkan PT Socfindo Seunagan atas dugaan pengambilan berondolan sawit kering. Warga mempertanyakan penerapan asas keadilan karena berondolan yang dipersoalkan disebut merupakan sisa panen yang telah lama tertinggal di lokasi pembuangan janjang kosong (jangkos), sementara pihak perusahaan hingga kini belum memberikan keterangan resmi.”

Daerah

“Final Camat Cup 2026 di Alun-alun Malangbong berlangsung meriah dengan antusiasme ratusan penonton. Plt Camat Malangbong mengajak masyarakat menjaga sportivitas dan ketertiban, sementara KOK Malangbong mengapresiasi kerja keras panitia yang telah menyukseskan turnamen bola voli antar desa sebagai ajang pembinaan atlet sekaligus mempererat persatuan masyarakat.”

Aceh

“Dugaan aktivitas illegal logging di kawasan hutan lindung Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, KPH Wilayah IV, dan Satgas PKH bertindak tegas, transparan, serta mengusut tuntas apabila ditemukan indikasi keterlibatan pihak-pihak yang melindungi praktik pembalakan liar tersebut. Penegakan hukum tanpa pandang bulu dinilai menjadi kunci menyelamatkan hutan Aceh dari kerusakan yang semakin meluas.”

Daerah

“Diduga sebuah rumah di Ngemplak, Boyolali, digunakan sebagai lokasi penyimpanan dan penjualan LPG tanpa izin. Pemilik rumah mengaku bukan agen maupun pangkalan resmi serta menyampaikan adanya klaim keterlibatan pihak lain, termasuk menyebut oknum kepolisian sebagai ‘backing’. Seluruh pengakuan tersebut masih bersifat sepihak dan belum mendapat konfirmasi dari pihak yang disebut maupun aparat berwenang.”

Aceh

“Persoalan yang mencuat di RSUD Sultan Iskandar Muda tidak hanya menyangkut administrasi dan keuangan, tetapi juga menyentuh kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari keterlambatan pembayaran TPP ASN, persoalan sanitasi, hingga temuan BPK terkait indikasi pembayaran jasa pelayanan kesehatan secara ganda menjadi perhatian yang diharapkan segera ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh dan langkah perbaikan tata kelola oleh Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.”

Aceh

“Terbitnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk Giok Nagan menjadi langkah strategis dalam melindungi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi potensi unggulan daerah. Pengakuan ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk terus mengembangkan Giok Nagan secara berkelanjutan demi mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nagan Raya.”