Scroll untuk baca berita
AcehNEWS-BIDIK NAGANRAYAPeristiwa

Remaja Tenggelam di Krueng Tadu Ditemukan Meninggal, Tim Gabungan Sempat Lakukan Pencarian Intensif

5018
×

Remaja Tenggelam di Krueng Tadu Ditemukan Meninggal, Tim Gabungan Sempat Lakukan Pencarian Intensif

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, Nagan Raya — Seorang remaja berusia 15 tahun bernama Kamaludin dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam dan terseret arus Sungai Krueng Tadu, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya. Korban ditemukan sejauh kurang lebih tiga kilometer dari titik awal kejadian setelah upaya pencarian yang melibatkan tim gabungan.

Peristiwa tragis ini bermula pada Jumat, 1 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Berdasarkan informasi yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya dari masyarakat setempat pada pukul 16.15 WIB, korban saat itu sedang menyeberangi sungai menuju kebun dengan menggunakan tali sebagai alat bantu.

Diduga, saat berada di tengah sungai, arus air yang cukup deras membuat korban kehilangan kendali. Tali yang digunakan tidak mampu menahan derasnya arus Sungai Krueng Tadu, sehingga korban terseret dan hilang dari pandangan warga di lokasi kejadian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Nagan Raya segera bergerak cepat dengan mengerahkan tim untuk melakukan pencarian. Operasi ini tidak dilakukan sendiri, melainkan melibatkan unsur tim SAR, TNI, Polri, serta masyarakat sekitar yang turut membantu menyisir aliran sungai.

Proses pencarian berlangsung dengan penuh tantangan. Kondisi arus sungai yang cukup kuat serta keterbatasan visibilitas menjadi kendala utama di lapangan. Namun, berkat kerja sama dan koordinasi yang baik antar unsur, pencarian akhirnya membuahkan hasil.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin, 4 Mei 2026 sekitar pukul 16.30 WIB. Lokasi penemuan berada sekitar tiga kilometer dari titik awal korban dilaporkan terseret arus. Jenazah kemudian dievakuasi oleh tim gabungan untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Pusdalops BPBD Nagan Raya menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada kondisi arus yang tidak bersahabat.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Aktivitas menyeberangi sungai, apalagi dengan alat seadanya, memiliki risiko tinggi, terutama saat debit air meningkat,” ujarnya dalam laporan harian yang disampaikan kepada pihak terkait.

Sementara itu, kondisi cuaca saat operasi pencarian berlangsung terpantau berawan. Suhu udara berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celsius, dengan tingkat kelembaban mencapai 82 persen. Angin bertiup dengan kecepatan sekitar 15 km/jam dari arah timur laut. Meski tidak ekstrem, kondisi ini tetap memberikan tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

Peristiwa ini juga menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Desa Gapa Garu. Kamaludin yang masih berstatus sebagai pelajar dikenal sebagai anak yang aktif dan membantu orang tua.

BPBD Nagan Raya kembali mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan aliran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengambil risiko saat kondisi air tidak memungkinkan untuk diseberangi.

Dengan berakhirnya proses pencarian ini, BPBD menyatakan operasi resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing setelah memastikan tidak ada lagi korban lain dalam kejadian tersebut.

Laporan ini menjadi bagian dari dokumentasi harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Nagan Raya, sebagai bentuk tanggung jawab dalam penyampaian informasi kebencanaan kepada publik.

Di akhir laporan, BPBD menyampaikan pesan semangat kepada seluruh personel dan masyarakat: tetap tangguh dalam menghadapi berbagai situasi, serta mengedepankan nilai kemanusiaan dalam setiap tindakan.

Baca Juga:

Remaja 15 Tahun Terseret Arus Sungai Krueng Tadu di Nagan Raya, Pencarian Masih Berlangsung

TIM Gabungan BPBD Nagan Raya Pencarian Masih Berlangsung Korban Terseret Arus Belum Ditemukan .

Bupati TRK Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis di Nagan Raya pada Hari Bhayangkara ke-80

Pemberhentian Panglima Laut Lhok Pulo Picu Polemik, Nelayan Tuntut Keadilan Adat

Aceh

“Perselisihan terkait dugaan penyadapan pohon karet di Desa Kuala Ligan, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, berujung tragis. Seorang petani berusia 58 tahun meninggal dunia setelah mengalami luka bacok di bagian leher. Pelaku yang diduga emosi usai mengetahui pohon karetnya disadap kemudian menyerahkan diri ke pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.”

Aceh

“Keberadaan perusahaan di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penggerak ekonomi daerah, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar serta tetap menjaga kelestarian lingkungan. Hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat harus terus dibangun melalui komunikasi, musyawarah, dan kerja sama yang berkelanjutan,” — Teuku Khalilullah, Camat Tadu Raya.

Aceh

“Turnamen Badminton Kapolres Cup VI bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi menjadi momentum mempererat kebersamaan, memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat, serta membuka ruang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Nagan Raya di masa depan,” ujar Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K. saat membuka turnamen dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. :::

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya meminta pemerintah pusat mempercepat pembangunan 647 hunian tetap bagi korban banjir di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Selain hunian, percepatan pembangunan sekolah permanen dan pemulihan infrastruktur jembatan yang rusak juga menjadi prioritas agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.”

Aceh

“PT Sofindo Seunagan kembali menunjukkan komitmennya terhadap kesehatan dan keselamatan kerja dengan menggelar Medical Check Up (MCU) bagi seluruh karyawan dan buruh pekerja. Pemeriksaan kesehatan yang berlangsung selama 2-4 Juni 2026 ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam memastikan kondisi kesehatan tenaga kerja tetap terjaga sekaligus mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat, aman, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.”

Aceh

Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan yang diucapkan setiap peringatan 1 Juni. Nilai-nilainya harus hadir dalam tindakan nyata, mulai dari menghormati perbedaan, menjaga persatuan, hingga mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Masa depan bangsa tidak ditentukan oleh seberapa lantang kita menyebut Pancasila, tetapi oleh seberapa konsisten kita mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.”