Scroll untuk baca berita
AcehNEWS-BIDIK NAGANRAYAPeristiwa

Remaja Tenggelam di Krueng Tadu Ditemukan Meninggal, Tim Gabungan Sempat Lakukan Pencarian Intensif

5101
×

Remaja Tenggelam di Krueng Tadu Ditemukan Meninggal, Tim Gabungan Sempat Lakukan Pencarian Intensif

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, Nagan Raya — Seorang remaja berusia 15 tahun bernama Kamaludin dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam dan terseret arus Sungai Krueng Tadu, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya. Korban ditemukan sejauh kurang lebih tiga kilometer dari titik awal kejadian setelah upaya pencarian yang melibatkan tim gabungan.

Peristiwa tragis ini bermula pada Jumat, 1 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Berdasarkan informasi yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya dari masyarakat setempat pada pukul 16.15 WIB, korban saat itu sedang menyeberangi sungai menuju kebun dengan menggunakan tali sebagai alat bantu.

Diduga, saat berada di tengah sungai, arus air yang cukup deras membuat korban kehilangan kendali. Tali yang digunakan tidak mampu menahan derasnya arus Sungai Krueng Tadu, sehingga korban terseret dan hilang dari pandangan warga di lokasi kejadian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Nagan Raya segera bergerak cepat dengan mengerahkan tim untuk melakukan pencarian. Operasi ini tidak dilakukan sendiri, melainkan melibatkan unsur tim SAR, TNI, Polri, serta masyarakat sekitar yang turut membantu menyisir aliran sungai.

Proses pencarian berlangsung dengan penuh tantangan. Kondisi arus sungai yang cukup kuat serta keterbatasan visibilitas menjadi kendala utama di lapangan. Namun, berkat kerja sama dan koordinasi yang baik antar unsur, pencarian akhirnya membuahkan hasil.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin, 4 Mei 2026 sekitar pukul 16.30 WIB. Lokasi penemuan berada sekitar tiga kilometer dari titik awal korban dilaporkan terseret arus. Jenazah kemudian dievakuasi oleh tim gabungan untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Pusdalops BPBD Nagan Raya menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada kondisi arus yang tidak bersahabat.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Aktivitas menyeberangi sungai, apalagi dengan alat seadanya, memiliki risiko tinggi, terutama saat debit air meningkat,” ujarnya dalam laporan harian yang disampaikan kepada pihak terkait.

Sementara itu, kondisi cuaca saat operasi pencarian berlangsung terpantau berawan. Suhu udara berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celsius, dengan tingkat kelembaban mencapai 82 persen. Angin bertiup dengan kecepatan sekitar 15 km/jam dari arah timur laut. Meski tidak ekstrem, kondisi ini tetap memberikan tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

Peristiwa ini juga menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Desa Gapa Garu. Kamaludin yang masih berstatus sebagai pelajar dikenal sebagai anak yang aktif dan membantu orang tua.

BPBD Nagan Raya kembali mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan aliran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengambil risiko saat kondisi air tidak memungkinkan untuk diseberangi.

Dengan berakhirnya proses pencarian ini, BPBD menyatakan operasi resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing setelah memastikan tidak ada lagi korban lain dalam kejadian tersebut.

Laporan ini menjadi bagian dari dokumentasi harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Nagan Raya, sebagai bentuk tanggung jawab dalam penyampaian informasi kebencanaan kepada publik.

Di akhir laporan, BPBD menyampaikan pesan semangat kepada seluruh personel dan masyarakat: tetap tangguh dalam menghadapi berbagai situasi, serta mengedepankan nilai kemanusiaan dalam setiap tindakan.

Baca Juga:

Remaja 15 Tahun Terseret Arus Sungai Krueng Tadu di Nagan Raya, Pencarian Masih Berlangsung

TIM Gabungan BPBD Nagan Raya Pencarian Masih Berlangsung Korban Terseret Arus Belum Ditemukan .

Bupati TRK Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis di Nagan Raya pada Hari Bhayangkara ke-80

Pemberhentian Panglima Laut Lhok Pulo Picu Polemik, Nelayan Tuntut Keadilan Adat

Aceh

Penyerahan bendera secara simbolis dilakukan oleh Bupati Nagan Raya Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Nagan Raya, Taufik, S.H., kepada para camat di halaman Kantor Bupati Nagan Raya, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Rabu (12/8/2026).

Aceh

“Silaturahmi dan komunikasi yang baik antara Partai Aceh dengan jajaran Kepolisian merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkuat persatuan, serta mendukung pembangunan Kabupaten Nagan Raya. Sinergi yang terjalin hari ini diharapkan terus berlanjut demi terciptanya daerah yang aman, damai, dan kondusif,” ujar Pj Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Nagan Raya, Samsuar, S.E. (Wan Malaya).

Aceh

“Keputusan Ketua DPP Partai Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dalam menunjuk Tgk. Samsuar (Wan Malaya) sebagai Penjabat Ketua Partai Aceh Kabupaten Nagan Raya harus kita hormati dan dukung bersama. Saya mengajak seluruh kader, simpatisan, serta elemen organisasi Partai Aceh untuk tetap solid, bersatu, dan memberikan ruang kepada beliau bekerja memperbaiki serta membangun Partai Aceh di Nagan Raya. Mari kita beri kepercayaan selama enam bulan ke depan, kemudian baru kita evaluasi kinerjanya. Jangan saling menyalahkan, karena bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,” ujar Ali Hasyimi, mantan Panglima Wilayah KPA Kabupaten Nagan Raya.

Aceh

“Pengukuhan sembilan Pramuka Garuda menjadi tonggak sejarah baru bagi Gerakan Pramuka di Kabupaten Nagan Raya. Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan dedikasi para anggota muda yang diharapkan mampu menjadi teladan di sekolah maupun di tengah masyarakat,” ujar Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Nagan Raya, Raja Sayang, saat mengukuhkan sembilan Anggota Pramuka Garuda Kwarcab Nagan Raya Tahun 2026 di halaman SMKN 1 Nagan Raya, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Minggu (2/8/2026).

Aceh

“Hari ini merupakan tonggak sejarah baru bagi Kabupaten Nagan Raya. Kehadiran Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan sosial melalui pendidikan yang berkualitas dan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.” — Bupati Nagan Raya, Dr. TR Keumangan, S.H., M.H.

Aceh

Bupati juga berharap Muscab VI mampu melahirkan kepengurusan yang solid, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Nagan Raya. Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Nagan Raya, Ari Saputra, S.H., M.H., menegaskan komitmen organisasinya untuk mendukung pemerintahan Bupati TRK serta seluruh kebijakan pembangunan, termasuk mendorong masuknya investasi demi kemajuan daerah.

“Pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui gerakan Green Policing dan penanaman pohon ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap alam sebagai investasi bagi generasi yang akan datang. Sinergi antara Polri, pemerintah, TNI, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan Nagan Raya yang hijau, lestari, dan berkelanjutan,” ujar Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K.