Scroll untuk baca berita
AcehDaerahNEWS-BIDIK NAGANRAYAPolitik

Tak Hanya Huntap, Bupati Nagan Raya Desak Pembangunan Sekolah dan Jembatan Pascabanjir

839
×

Tak Hanya Huntap, Bupati Nagan Raya Desak Pembangunan Sekolah dan Jembatan Pascabanjir

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK,Banda Aceh – Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H., meminta pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan sebanyak 647 hunian tetap (huntap) bagi masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang yang terdampak parah akibat bencana banjir.

Permintaan tersebut disampaikan langsung dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Penanganan serta Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi di Aceh yang berlangsung di Ruang Rapat Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Selasa (9/6/2026).

Rapat tersebut dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., serta dihadiri Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, S.E., dan para bupati serta wali kota se-Aceh.

Dalam paparannya di hadapan Menteri Dalam Negeri dan peserta rapat, Teuku Raja Keumangan menjelaskan bahwa bencana banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Nagan Raya. Namun, dampak paling berat terjadi di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang yang berada di kawasan pegunungan dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Tengah.

“Di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, dari empat desa yang ada, dua desa di antaranya mengalami kerusakan parah. Tercatat sebanyak 647 rumah warga harus dibangun kembali dalam bentuk hunian tetap. Untuk lokasi pembangunan, seluruh pertapakan lahan telah selesai disiapkan dan siap digunakan,” ujar Teuku Raja Keumangan.

Menurutnya, berdasarkan hasil koordinasi terakhir, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkomitmen untuk segera memulai proses pembangunan fisik hunian tetap bagi masyarakat terdampak.

Selain persoalan hunian, Bupati Nagan Raya juga menyoroti kondisi sektor pendidikan di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Hingga saat ini, siswa tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar di fasilitas darurat akibat rusaknya sarana pendidikan yang terdampak banjir.

Karena itu, ia berharap kementerian terkait dapat memberikan perhatian khusus dengan memprioritaskan pembangunan kembali gedung sekolah permanen agar proses pendidikan dapat berlangsung secara normal dan aman.

“Anak-anak kita masih belajar di sekolah darurat. Kami berharap pembangunan sekolah permanen dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas pendidikan kembali berjalan dengan baik,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Teuku Raja Keumangan juga melaporkan kondisi infrastruktur yang mengalami kerusakan serius di Kecamatan Darul Makmur. Sebuah jembatan rangka baja sepanjang sekitar 200 meter di Desa Alue Waki dilaporkan hancur total akibat diterjang banjir.

“Kerusakan jembatan tersebut menyebabkan sekitar 150 kepala keluarga yang bermukim di dua dusun seberang sungai terisolasi dari akses utama. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, termasuk akses pendidikan dan perekonomian,” ungkapnya.

Saat ini lanjutnya, anak-anak sekolah dan para petani kelapa sawit terpaksa menggunakan perahu kecil untuk menyeberangi sungai yang berarus deras. Selain berisiko terhadap keselamatan jiwa, kondisi tersebut juga menyebabkan meningkatnya biaya transportasi dan distribusi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik masyarakat.

Menutup penyampaiannya, Bupati Nagan Raya yang dikenal sebagai “Raja Beutong” itu meminta dukungan dan perhatian cepat dari pemerintah pusat guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Kabupaten Nagan Raya.

Ia juga mengundang Menteri Dalam Negeri untuk meninjau langsung kondisi masyarakat di lapangan sekaligus berkunjung ke Masjid Giok, salah satu ikon wisata religi yang menjadi kebanggaan masyarakat Nagan Raya.

“Harapan kami, pemerintah pusat dapat memberikan perhatian khusus terhadap percepatan pembangunan hunian tetap, fasilitas pendidikan, serta infrastruktur yang rusak akibat bencana. Kami juga mengundang Bapak Menteri Dalam Negeri untuk melihat langsung kondisi masyarakat di Nagan Raya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Aceh

Delapan penghargaan yang diraih menjadi bukti bahwa santri Dayah Ruhul Qur’ani mampu bersaing di bidang robotika. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi para santri untuk terus belajar, berinovasi, dan meraih prestasi yang lebih tinggi pada kompetisi berikutnya.” — Teuku Raden Triolan Wijaya, S.Kom., M.Cs., Pelatih Tim Robotik Dayah Ruhul Qur’ani.

Aceh

Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H. (TRK), resmi melantik delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) di lingkungan Pemkab Nagan Raya. Dalam arahannya, TRK menegaskan agar seluruh pejabat yang dilantik menjalankan amanah dengan penuh integritas, disiplin, dan tanggung jawab, serta menyatukan langkah untuk mewujudkan visi-misi TRK–Sayang melalui pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel.”

Daerah

“Dugaan pungutan liar dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas, mencuat setelah sejumlah nasabah mengaku diminta menyerahkan uang jutaan rupiah kepada agen sebelum pencairan kredit. Para nasabah menduga praktik tersebut telah berlangsung terhadap puluhan peminjam dan meminta aparat penegak hukum serta pihak Bank Mandiri melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut dalam pemberitaan belum memberikan keterangan resmi.”

Aceh

“Masyarakat berharap hukum ditegakkan secara adil tanpa dipengaruhi kepentingan pihak mana pun. Kepastian hukum menjadi kebutuhan utama agar persoalan yang tengah bergulir tidak terus menimbulkan spekulasi maupun konflik di tengah masyarakat. Sesuai amanat Pasal 27 UUD 1945, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum dan berhak memperoleh perlakuan yang adil.”

Daerah

“Harapan seorang warga Desa Lemahireng Krajan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, menjadi potret masih adanya masyarakat yang merasa belum tersentuh Program Bantuan Pangan pemerintah. Riadi (Adi), pekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu, memohon keadilan agar dapat masuk dalam daftar penerima bantuan. Pemerintah desa menyatakan akan melakukan verifikasi ulang dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Semarang, sementara hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana Kepresidenan. NEWSBIDIK akan terus mengawal perkembangan informasi ini sesuai fakta dan keterangan resmi dari pihak terkait.”

Aceh

“Pawai Karnaval Budaya HUT Ke-24 Nagan Raya menjadi bukti semangat generasi muda dalam mencintai dan melestarikan budaya daerah. Melalui kreativitas para pelajar, warisan budaya tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Nagan Raya,” ujar Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H. (TRK).

Aceh

“Apresiasi kami sampaikan kepada seluruh perusahaan yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmennya melalui program CSR serta mendukung suksesnya HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya. Semoga sinergi dan kolaborasi ini terus terjalin untuk membangun Nagan Raya yang mandiri dan madani,” ujar Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan (TRK), saat menutup Nagan Raya Fair 2026 di Alun-Alun Suka Makmue, Senin (21/7/2026).