Scroll untuk baca berita
AcehNAGANRAYA

Camat Tadu Raya Apresiasi Kerja Keras Tim Gabungan dalam Pencarian Remaja Hilang di Sungai Alue Labu

2218
×

Camat Tadu Raya Apresiasi Kerja Keras Tim Gabungan dalam Pencarian Remaja Hilang di Sungai Alue Labu

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, Nagan Raya – Upaya pencarian terhadap seorang remaja yang dilaporkan hilang akibat terseret arus sungai di Desa Alue Labu, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, akhirnya membuahkan hasil. Setelah dilakukan pencarian intensif selama beberapa hari, korban bernama Almarum.Kamaludin (15) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Jumat (1/5/2026) sore, ketika korban diduga terseret arus sungai yang cukup deras. Sejak laporan diterima, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Nagan Raya, tim SAR, TNI, Polri, serta masyarakat setempat langsung bergerak cepat melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai.

Proses pencarian berlangsung tidak mudah. Selain kondisi arus yang deras, medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu turut menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Namun, semangat dan solidaritas yang tinggi dari seluruh unsur yang terlibat membuat pencarian terus dilakukan tanpa henti.

Korban akhirnya ditemukan pada jarak sekitar 3 hingga 4 kilometer dari lokasi awal kejadian. Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri pencarian yang telah berlangsung selama empat hari penuh dengan penuh ketegangan dan harapan dari keluarga serta masyarakat sekitar.

Camat Tadu Raya, Teuku Khalilullah, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan kerja keras tim gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut. Ia menilai, sinergi antarinstansi dan dukungan masyarakat menjadi kunci utama dalam proses pencarian korban.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh tim gabungan, baik dari BPBD, tim SAR, TNI, Polri, maupun masyarakat yang telah bahu-membahu melakukan pencarian tanpa mengenal lelah. Selama beberapa hari ini mereka terus siaga di lokasi, menyisir aliran sungai dengan penuh tanggung jawab,” ujar Teuku Khalilullah.

Ia juga menambahkan bahwa upaya yang dilakukan oleh tim di lapangan menunjukkan komitmen kemanusiaan yang luar biasa. Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, seluruh pihak tetap menunjukkan profesionalisme dan kepedulian tinggi terhadap keselamatan warga.

“Ini adalah bentuk nyata kepedulian dan solidaritas kita bersama. Saya melihat langsung bagaimana tim bekerja siang dan malam, tanpa mengeluh, demi menemukan korban. Ini patut menjadi contoh bagi kita semua,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Camat Tadu Raya juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan, dan almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” ucapnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai, terlebih dalam kondisi arus yang tidak stabil. Pemerintah kecamatan juga berencana meningkatkan sosialisasi terkait keselamatan di wilayah rawan bencana, termasuk di sepanjang aliran sungai.

Dengan berakhirnya proses pencarian ini, seluruh tim gabungan resmi menutup operasi. Meski hasil yang didapat tidak sesuai harapan, dedikasi dan kerja keras yang telah ditunjukkan menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan masih sangat kuat di tengah masyarakat.

Ke depan, diharapkan sinergi seperti ini dapat terus terjaga dalam menghadapi berbagai situasi darurat lainnya, demi keselamatan dan kepentingan bersama.

Baca Juga:

Remaja Tenggelam di Krueng Tadu Ditemukan Meninggal, Tim Gabungan Sempat Lakukan Pencarian Intensif

Remaja 15 Tahun Terseret Arus Sungai Krueng Tadu di Nagan Raya, Pencarian Masih Berlangsung

Aceh

“Keputusan Ketua DPP Partai Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dalam menunjuk Tgk. Samsuar (Wan Malaya) sebagai Penjabat Ketua Partai Aceh Kabupaten Nagan Raya harus kita hormati dan dukung bersama. Saya mengajak seluruh kader, simpatisan, serta elemen organisasi Partai Aceh untuk tetap solid, bersatu, dan memberikan ruang kepada beliau bekerja memperbaiki serta membangun Partai Aceh di Nagan Raya. Mari kita beri kepercayaan selama enam bulan ke depan, kemudian baru kita evaluasi kinerjanya. Jangan saling menyalahkan, karena bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,” ujar Ali Hasyimi, mantan Panglima Wilayah KPA Kabupaten Nagan Raya.

Aceh

“Hari ini merupakan tonggak sejarah baru bagi Kabupaten Nagan Raya. Kehadiran Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan sosial melalui pendidikan yang berkualitas dan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.” — Bupati Nagan Raya, Dr. TR Keumangan, S.H., M.H.

Aceh

Bupati juga berharap Muscab VI mampu melahirkan kepengurusan yang solid, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Nagan Raya. Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Nagan Raya, Ari Saputra, S.H., M.H., menegaskan komitmen organisasinya untuk mendukung pemerintahan Bupati TRK serta seluruh kebijakan pembangunan, termasuk mendorong masuknya investasi demi kemajuan daerah.

Aceh

Delapan penghargaan yang diraih menjadi bukti bahwa santri Dayah Ruhul Qur’ani mampu bersaing di bidang robotika. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi para santri untuk terus belajar, berinovasi, dan meraih prestasi yang lebih tinggi pada kompetisi berikutnya.” — Teuku Raden Triolan Wijaya, S.Kom., M.Cs., Pelatih Tim Robotik Dayah Ruhul Qur’ani.

Aceh

Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H. (TRK), resmi melantik delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) di lingkungan Pemkab Nagan Raya. Dalam arahannya, TRK menegaskan agar seluruh pejabat yang dilantik menjalankan amanah dengan penuh integritas, disiplin, dan tanggung jawab, serta menyatukan langkah untuk mewujudkan visi-misi TRK–Sayang melalui pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel.”

Aceh

“Masyarakat berharap hukum ditegakkan secara adil tanpa dipengaruhi kepentingan pihak mana pun. Kepastian hukum menjadi kebutuhan utama agar persoalan yang tengah bergulir tidak terus menimbulkan spekulasi maupun konflik di tengah masyarakat. Sesuai amanat Pasal 27 UUD 1945, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum dan berhak memperoleh perlakuan yang adil.”

Aceh

“Pawai Karnaval Budaya HUT Ke-24 Nagan Raya menjadi bukti semangat generasi muda dalam mencintai dan melestarikan budaya daerah. Melalui kreativitas para pelajar, warisan budaya tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Nagan Raya,” ujar Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H. (TRK).