Scroll untuk baca berita
AcehNAGANRAYAPolitik

Bupati TR Keumangan Lantik 128 PNS, Tekankan Loyalitas dan Larangan Mutasi 10 Tahun

597
×

Bupati TR Keumangan Lantik 128 PNS, Tekankan Loyalitas dan Larangan Mutasi 10 Tahun

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK,SUKA MAKMUE – Sebanyak 128 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pengangkatan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) usai prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah/janji yang dipimpin langsung oleh Bupati Nagan Raya, TR Keumangan, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Nagan Raya, Kompleks Perkantoran Suka Makmue ini menjadi momen penting bagi para CPNS yang telah melewati proses panjang hingga resmi menyandang status sebagai abdi negara.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa TRK menegaskan bahwa PNS merupakan bagian dari aparatur negara yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan kebijakan pemerintah. Ia menekankan pentingnya menjaga netralitas sebagai aparatur sipil negara (ASN), dengan tidak terpengaruh oleh kepentingan golongan maupun partai politik.

Menurutnya, sumpah atau janji yang diucapkan bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen moral yang mengikat antara individu, instansi, negara, serta Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, setiap PNS dituntut untuk bertanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukan, baik dalam tugas kedinasan maupun dalam kehidupan sehari-hari.

“Menjadi PNS adalah pilihan hidup untuk mengabdi. Ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar TRK.

Ia juga mengingatkan bahwa peran ASN sangat erat kaitannya dengan pelayanan publik. Oleh sebab itu, sikap empati dan kepedulian terhadap masyarakat harus menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas. TRK menegaskan bahwa tidak boleh ada perbedaan kualitas pelayanan, di mana pun para PNS ditempatkan.

“Layani masyarakat dengan sepenuh hati, tanpa membedakan latar belakang. Di situlah letak integritas seorang ASN,” tegasnya.

Selain menyoroti aspek pelayanan, Bupati TRK turut mengingatkan aturan terkait mutasi atau perpindahan tugas. Ia menyebutkan bahwa sesuai ketentuan dalam regulasi terbaru, PNS yang baru diangkat tidak diperkenankan mengajukan pindah ke instansi lain selama 10 tahun sejak pengangkatan.

Kebijakan tersebut, lanjutnya, bertujuan untuk memastikan stabilitas dan pemerataan tenaga ASN di daerah, khususnya bagi mereka yang sebelumnya berdomisili di luar Kabupaten Nagan Raya.

“Ini adalah bentuk komitmen untuk membangun daerah. Jadi, para PNS harus siap mengabdi di mana pun ditempatkan,” katanya.

Lebih lanjut, TRK juga mengajak seluruh PNS yang baru dilantik untuk menjadikan visi dan misi pemerintah daerah sebagai pedoman dalam bekerja. Ia berharap para ASN mampu berkontribusi dalam mewujudkan Nagan Raya sebagai daerah yang mandiri dan madani.

Dalam kesempatan tersebut, penyerahan SK dilakukan secara simbolis kepada beberapa perwakilan PNS, di antaranya Ryandi Fahmi Lamteng, Teguh Hadi Maulana, Hafizh Aqram, drg. Desi Hafizhah, Nelli Setiana, dan Devi Susanti.

Diketahui, dari total 128 PNS yang dilantik, sebanyak 127 orang berasal dari CPNS Tahun Anggaran 2024, sementara satu orang lainnya merupakan lulusan sekolah kedinasan.

Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Raja Sayang, anggota DPRK Muhammad Khalis, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Ir. H. Hizbulwatan, serta sejumlah pejabat daerah lainnya, termasuk kepala perangkat daerah dan camat di lingkungan Pemkab Nagan Raya.

Dengan pengangkatan ini, diharapkan para PNS dapat segera beradaptasi dan menunjukkan kinerja terbaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Perselisihan terkait dugaan penyadapan pohon karet di Desa Kuala Ligan, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, berujung tragis. Seorang petani berusia 58 tahun meninggal dunia setelah mengalami luka bacok di bagian leher. Pelaku yang diduga emosi usai mengetahui pohon karetnya disadap kemudian menyerahkan diri ke pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.”

Aceh

“Keberadaan perusahaan di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penggerak ekonomi daerah, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar serta tetap menjaga kelestarian lingkungan. Hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat harus terus dibangun melalui komunikasi, musyawarah, dan kerja sama yang berkelanjutan,” — Teuku Khalilullah, Camat Tadu Raya.

Aceh

“Turnamen Badminton Kapolres Cup VI bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi menjadi momentum mempererat kebersamaan, memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat, serta membuka ruang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Nagan Raya di masa depan,” ujar Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K. saat membuka turnamen dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. :::

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya meminta pemerintah pusat mempercepat pembangunan 647 hunian tetap bagi korban banjir di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Selain hunian, percepatan pembangunan sekolah permanen dan pemulihan infrastruktur jembatan yang rusak juga menjadi prioritas agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.”

Aceh

“PT Sofindo Seunagan kembali menunjukkan komitmennya terhadap kesehatan dan keselamatan kerja dengan menggelar Medical Check Up (MCU) bagi seluruh karyawan dan buruh pekerja. Pemeriksaan kesehatan yang berlangsung selama 2-4 Juni 2026 ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam memastikan kondisi kesehatan tenaga kerja tetap terjaga sekaligus mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat, aman, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.”

Aceh

Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan yang diucapkan setiap peringatan 1 Juni. Nilai-nilainya harus hadir dalam tindakan nyata, mulai dari menghormati perbedaan, menjaga persatuan, hingga mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Masa depan bangsa tidak ditentukan oleh seberapa lantang kita menyebut Pancasila, tetapi oleh seberapa konsisten kita mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.”