Scroll untuk baca berita
AcehHeadlineNasionalReligiSosial dan Kemanusiaan

Apresiasi untuk Kepedulian Korban Banjir, Tradisi Meugang Perkuat Solidaritas Warga Aceh Jelang Ramadan

4485
×

Apresiasi untuk Kepedulian Korban Banjir, Tradisi Meugang Perkuat Solidaritas Warga Aceh Jelang Ramadan

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK , ACEH Jajaran LSM GMBI wilayah Aceh menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat terdampak banjir di Aceh menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Perhatian tersebut dinilai memberi dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga keberlangsungan tradisi Meugang sebagai bagian penting dari kehidupan sosial dan keagamaan warga.Senen, (15/2/2026)

Banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir tahun 2025 meninggalkan dampak signifikan bagi masyarakat, mulai dari kerusakan infrastruktur hingga terganggunya aktivitas ekonomi warga. Di tengah kondisi tersebut, bantuan yang memungkinkan masyarakat tetap menjalankan tradisi Meugang menjadi bentuk pemulihan moral sekaligus sosial bagi masyarakat setempat.

Tradisi Meugang sendiri merupakan warisan budaya masyarakat Aceh yang sudah berlangsung sejak masa Kesultanan Aceh. Tradisi ini dilakukan dengan menyembelih hewan seperti sapi atau kerbau, kemudian dagingnya dimasak dan dinikmati bersama keluarga maupun dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Biasanya, Meugang dilaksanakan satu hingga dua hari sebelum Ramadan, Idul Fitri, maupun Idul Adha.

Ketua Wilter LSM GMBI Aceh, Zulfikar ZA, menjelaskan bahwa Meugang bukan sekadar tradisi kuliner, tetapi memiliki nilai religius dan sosial yang kuat. Menurutnya, dalam dimensi agama dan budaya, Meugang dianggap sebagai bagian dari syiar Islam yang melekat dengan perayaan hari besar keagamaan di Aceh. Bahkan, sebagian masyarakat menilai ibadah puasa terasa kurang lengkap tanpa melaksanakan tradisi tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa pada masa Kesultanan Aceh, para sultan menyembelih hewan dalam jumlah besar dan membagikannya secara gratis kepada rakyat sebagai simbol kemakmuran dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. Nilai tersebut masih terasa hingga saat ini, di mana Meugang menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.

Secara nasional, perhatian terhadap daerah terdampak bencana juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Dukungan terhadap pelestarian tradisi lokal seperti Meugang dinilai penting, karena selain menjaga identitas budaya, juga berperan dalam pemulihan psikologis masyarakat pascabencana.

Dengan tetap terlaksananya tradisi Meugang di tengah tantangan pascabencana, masyarakat Aceh menunjukkan ketahanan budaya dan solidaritas sosial yang kuat. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol syukur menyambut Ramadan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya kebersamaan dan kepedulian antar sesama dalam menghadapi masa sulit.

Tinggalkan Balasan

Daerah

“Diduga sebuah rumah di Ngemplak, Boyolali, digunakan sebagai lokasi penyimpanan dan penjualan LPG tanpa izin. Pemilik rumah mengaku bukan agen maupun pangkalan resmi serta menyampaikan adanya klaim keterlibatan pihak lain, termasuk menyebut oknum kepolisian sebagai ‘backing’. Seluruh pengakuan tersebut masih bersifat sepihak dan belum mendapat konfirmasi dari pihak yang disebut maupun aparat berwenang.”

Aceh

“Konferensi pers ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Nagan Raya untuk menghadirkan keterbukaan informasi, memperkuat komunikasi publik, serta memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan berimbang terkait pelayanan di RSUD Sultan Iskandar Muda.”

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menyiapkan 270 peserta didik dari seluruh kecamatan untuk mengikuti Program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. Program pendidikan berbasis asrama ini menjadi langkah nyata memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia dan upaya memutus mata rantai kemiskinan.”

Aceh

“Persoalan yang mencuat di RSUD Sultan Iskandar Muda tidak hanya menyangkut administrasi dan keuangan, tetapi juga menyentuh kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari keterlambatan pembayaran TPP ASN, persoalan sanitasi, hingga temuan BPK terkait indikasi pembayaran jasa pelayanan kesehatan secara ganda menjadi perhatian yang diharapkan segera ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh dan langkah perbaikan tata kelola oleh Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.”

Aceh

“Kami, jajaran KPA Wilayah Nagan Raya bersama seluruh pimpinan Sagoe dan Ketua Tuha Peut, menyatakan dukungan penuh kepada Abu Said Isa Quraisy (Abu Malaka) sebagai Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Nagan Raya. Sikap ini lahir dari aspirasi kader di tingkat bawah demi menjaga stabilitas organisasi, memperkuat persatuan, serta memastikan Partai Aceh tetap berjalan sesuai semangat perjuangan dan kepentingan kader.”

Aceh

“Mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel Polri untuk meningkatkan produktivitas, profesionalisme, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Tantangan Polri ke depan semakin berat dan kompleks, sehingga seluruh personel dituntut terus meningkatkan integritas dan pelayanan demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Nagan Raya,” ujar Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K.

Aceh

“Terbitnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk Giok Nagan menjadi langkah strategis dalam melindungi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi potensi unggulan daerah. Pengakuan ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk terus mengembangkan Giok Nagan secara berkelanjutan demi mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nagan Raya.”