Scroll untuk baca berita
AcehHeadlineNasionalReligiSosial dan Kemanusiaan

Apresiasi untuk Kepedulian Korban Banjir, Tradisi Meugang Perkuat Solidaritas Warga Aceh Jelang Ramadan

4546
×

Apresiasi untuk Kepedulian Korban Banjir, Tradisi Meugang Perkuat Solidaritas Warga Aceh Jelang Ramadan

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK , ACEH Jajaran LSM GMBI wilayah Aceh menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat terdampak banjir di Aceh menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Perhatian tersebut dinilai memberi dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga keberlangsungan tradisi Meugang sebagai bagian penting dari kehidupan sosial dan keagamaan warga.Senen, (15/2/2026)

Banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir tahun 2025 meninggalkan dampak signifikan bagi masyarakat, mulai dari kerusakan infrastruktur hingga terganggunya aktivitas ekonomi warga. Di tengah kondisi tersebut, bantuan yang memungkinkan masyarakat tetap menjalankan tradisi Meugang menjadi bentuk pemulihan moral sekaligus sosial bagi masyarakat setempat.

Tradisi Meugang sendiri merupakan warisan budaya masyarakat Aceh yang sudah berlangsung sejak masa Kesultanan Aceh. Tradisi ini dilakukan dengan menyembelih hewan seperti sapi atau kerbau, kemudian dagingnya dimasak dan dinikmati bersama keluarga maupun dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Biasanya, Meugang dilaksanakan satu hingga dua hari sebelum Ramadan, Idul Fitri, maupun Idul Adha.

Ketua Wilter LSM GMBI Aceh, Zulfikar ZA, menjelaskan bahwa Meugang bukan sekadar tradisi kuliner, tetapi memiliki nilai religius dan sosial yang kuat. Menurutnya, dalam dimensi agama dan budaya, Meugang dianggap sebagai bagian dari syiar Islam yang melekat dengan perayaan hari besar keagamaan di Aceh. Bahkan, sebagian masyarakat menilai ibadah puasa terasa kurang lengkap tanpa melaksanakan tradisi tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa pada masa Kesultanan Aceh, para sultan menyembelih hewan dalam jumlah besar dan membagikannya secara gratis kepada rakyat sebagai simbol kemakmuran dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. Nilai tersebut masih terasa hingga saat ini, di mana Meugang menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.

Secara nasional, perhatian terhadap daerah terdampak bencana juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Dukungan terhadap pelestarian tradisi lokal seperti Meugang dinilai penting, karena selain menjaga identitas budaya, juga berperan dalam pemulihan psikologis masyarakat pascabencana.

Dengan tetap terlaksananya tradisi Meugang di tengah tantangan pascabencana, masyarakat Aceh menunjukkan ketahanan budaya dan solidaritas sosial yang kuat. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol syukur menyambut Ramadan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya kebersamaan dan kepedulian antar sesama dalam menghadapi masa sulit.

Tinggalkan Balasan

Aceh

Bantuan ini sangat berarti bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Kami menyampaikan terima kasih kepada PT Socfindo Seunagan yang telah menunjukkan kepedulian dan perhatian kepada masyarakat. Semoga kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi lebih banyak penyandang disabilitas di Nagan Raya,” ujar Ali Efendi, Ketua PPDI Kabupaten Nagan Raya.

Aceh

“Turnamen catur ini kita gelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebanyak 56 pecatur dari berbagai kecamatan di Kabupaten Nagan Raya ikut ambil bagian. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat silaturahmi serta mendorong perkembangan olahraga catur di Nagan Raya,” ujar H. Wahidin, SE, selaku panitia pelaksana turnamen.

Aceh

Penyerahan bendera secara simbolis dilakukan oleh Bupati Nagan Raya Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Nagan Raya, Taufik, S.H., kepada para camat di halaman Kantor Bupati Nagan Raya, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Rabu (12/8/2026).

Headline

“Manajemen SPBU Wanarejan menegaskan bahwa operasional penyaluran BBM bersubsidi telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Mereka membantah tuduhan yang dimuat dalam pemberitaan sebelumnya, menyatakan tidak pernah dimintai konfirmasi sebelum berita dipublikasikan, serta meminta agar mekanisme hak jawab, hak koreksi, dan prinsip keberimbangan dalam Kode Etik Jurnalistik dihormati. Apabila tidak ada tindak lanjut, pihak SPBU menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum untuk melindungi nama baik perusahaan.”

Aceh

“Silaturahmi dan komunikasi yang baik antara Partai Aceh dengan jajaran Kepolisian merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkuat persatuan, serta mendukung pembangunan Kabupaten Nagan Raya. Sinergi yang terjalin hari ini diharapkan terus berlanjut demi terciptanya daerah yang aman, damai, dan kondusif,” ujar Pj Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Nagan Raya, Samsuar, S.E. (Wan Malaya).