NEWSBIDIK.COM ,Jakarta — Pangeran Jayakarta tercatat dalam sejarah sebagai salah satu tokoh penting dalam perlawanan awal terhadap kolonialisme di Nusantara. Sebagai penguasa Jayakarta pada awal abad ke-17 sekaligus wakil Kesultanan Banten, ia memainkan peran sentral dalam mempertahankan kedaulatan wilayah yang kini dikenal sebagai Jakarta dari dominasi asing.
Jejak Religi dan Misteri Goa Cirengganis Pangandaran: Antara Speologi, Sejarah, dan Kisah Mistis
Pada masa kepemimpinannya, Jayakarta.yang sebelumnya dikenal sebagai Sunda Kelapa.merupakan pelabuhan strategis di pesisir utara Pulau Jawa. Kawasan ini menjadi pusat perdagangan internasional yang ramai, sehingga menarik perhatian bangsa-bangsa Eropa, termasuk Belanda melalui kongsi dagang Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).
Awalnya, VOC menjalin hubungan dagang dengan penguasa setempat. Namun, seiring berjalannya waktu, VOC mulai menunjukkan ambisi politik dengan membangun benteng dan berupaya menguasai jalur perdagangan. Langkah tersebut ditentang keras oleh Pangeran Jayakarta karena dinilai mengancam kedaulatan wilayah Jayakarta.
Persahabatan Menentukan Jalan Hidup: Pesan Religius dari Gus Muhammad Rosyid Masyhudi
Ketegangan antara kedua pihak pun meningkat hingga berujung pada konflik terbuka. Pangeran Jayakarta memimpin perlawanan bersama pasukan dan rakyat setempat untuk mempertahankan Jayakarta dari pengaruh VOC. Meski perlawanan dilakukan dengan gigih, kekuatan VOC yang didukung persenjataan modern akhirnya berhasil menguasai Jayakarta pada 1619.

Setelah kemenangan VOC, kota Jayakarta dihancurkan dan dibangun kembali dengan nama Batavia. Kota ini kemudian berkembang menjadi pusat pemerintahan kolonial Belanda di Hindia Timur selama ratusan tahun.
Meski harus menghadapi kekalahan, perjuangan Pangeran Jayakarta tetap dikenang sebagai simbol keberanian dan semangat anti-penjajahan. Nilai-nilai perjuangannya menjadi bagian penting dari sejarah Jakarta dan Indonesia dalam melawan dominasi asing.
Sunda dalam Perspektif Geografi: Lebih dari Sekadar Suku, Sebuah Peradaban Tua yang Menyatu
Hingga kini, nama Pangeran Jayakarta terus diabadikan melalui berbagai bentuk penghormatan, mulai dari penamaan jalan, institusi pendidikan, hingga catatan sejarah, sebagai pengingat akan perjuangannya dalam mempertahankan kedaulatan bangsa.
Jumat klowon ,(19/12/2025)




















