Scroll untuk baca berita
AcehNAGANRAYANEWS-BIDIK NAGANRAYA

Kawanan Gajah Liar Masuk Permukiman Warga di Blang Lango, Pemkab dan BKSDA Diminta Turun Tangan

3074
×

Kawanan Gajah Liar Masuk Permukiman Warga di Blang Lango, Pemkab dan BKSDA Diminta Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK.COM | NAGAN RAYA — Kawanan gajah liar kembali memasuki kawasan permukiman warga di Desa Blang Lango, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam, 20 Desember 2025, dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah serta tanaman milik warga.

Menurut keterangan salah seorang warga setempat, Dani, kawanan gajah terlihat masuk ke desa pada malam hari saat sebagian besar warga tengah beristirahat. Gajah-gajah tersebut bergerak dari arah kawasan hutan dan langsung memasuki area pemukiman serta lahan pertanian warga.

Sekitar malam hari gajah masuk ke desa. Warga panik karena gajah mendekati rumah dan merusak tanaman di kebun,” ujar Dani kepada tim Newsbidik.com di lokasi kejadian.

Selain merusak tanaman warga seperti tanaman pangan dan kebun campuran, keberadaan kawanan gajah ini juga menimbulkan rasa takut dan trauma bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan lansia. Warga terpaksa berjaga sepanjang malam untuk mengantisipasi kemungkinan gajah kembali masuk ke pemukiman. Minggu, (21/12/2025).

Warga menduga kemunculan kawanan gajah ke desa dipicu oleh dampak banjir dan naiknya air pasang yang terjadi beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut diduga mengganggu habitat alami gajah sehingga mereka mencari wilayah yang lebih aman dan sumber makanan baru di sekitar permukiman manusia.

“Setelah banjir dan air pasang naik, gajah-gajah sering terlihat mendekat ke desa. Ini bukan pertama kali, tapi kali ini cukup parah,” kata Dani.

Masyarakat Desa Blang Lango berharap adanya penanganan serius dari pihak terkait, terutama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) atau pihak taman safari yang berwenang menangani konflik satwa liar, serta Pemerintah Kabupaten Nagan Raya. Warga meminta agar dilakukan langkah cepat dan terkoordinasi untuk mencegah konflik manusia dan satwa liar semakin meluas.

“Kami mohon pihak terkait segera turun tangan. Jangan sampai ada korban jiwa, baik dari warga maupun dari satwa dilindungi seperti gajah,” ungkap seorang warga lainnya.

Tim Newsbidik.com melakukan liputan khusus dengan terjun langsung ke lokasi kejadian untuk melihat kondisi di lapangan dan menggali informasi dari warga terdampak. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai langkah penanganan yang akan dilakukan.

Konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya gajah Sumatra, menjadi persoalan serius di Aceh. Diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga konservasi, dan masyarakat untuk mencari solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar mengibarkan Sang Saka Merah Putih, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi muda melalui disiplin, integritas, dan semangat pengabdian kepada bangsa. Kepercayaan ini adalah kehormatan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.” — Plt. Sekda Nagan Raya, Ir. H. Hizbulwatan.

Aceh

“Pasar murah bukan sekadar menjual bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan membantu meringankan beban masyarakat. Meski jumlah paket masih terbatas, komitmen menghadirkan program pro-rakyat akan terus dilakukan secara berkelanjutan.” — Plt. Sekda Nagan Raya, Ir. Hizbulwatan.

Aceh

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setelah dua warga Kubang Gajah diwajibkan melapor ke Polsek Kuala Pesisir usai dilaporkan PT Socfindo Seunagan atas dugaan pengambilan berondolan sawit kering. Warga mempertanyakan penerapan asas keadilan karena berondolan yang dipersoalkan disebut merupakan sisa panen yang telah lama tertinggal di lokasi pembuangan janjang kosong (jangkos), sementara pihak perusahaan hingga kini belum memberikan keterangan resmi.”

Aceh

“Dugaan aktivitas illegal logging di kawasan hutan lindung Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, KPH Wilayah IV, dan Satgas PKH bertindak tegas, transparan, serta mengusut tuntas apabila ditemukan indikasi keterlibatan pihak-pihak yang melindungi praktik pembalakan liar tersebut. Penegakan hukum tanpa pandang bulu dinilai menjadi kunci menyelamatkan hutan Aceh dari kerusakan yang semakin meluas.”

Aceh

“Pasar murah bukan sekadar menjual bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan membantu meringankan beban masyarakat. Meski jumlah paket masih terbatas, komitmen menghadirkan program pro-rakyat akan terus dilakukan secara berkelanjutan.” — Plt. Sekda Nagan Raya, Ir. Hizbulwatan.

Aceh

“Konferensi pers ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Nagan Raya untuk menghadirkan keterbukaan informasi, memperkuat komunikasi publik, serta memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan berimbang terkait pelayanan di RSUD Sultan Iskandar Muda.”