Scroll untuk baca berita
NasionalReligi

Persahabatan Menentukan Jalan Hidup: Pesan Religius dari Gus Muhammad Rosyid Masyhudi

425
×

Persahabatan Menentukan Jalan Hidup: Pesan Religius dari Gus Muhammad Rosyid Masyhudi

Sebarkan artikel ini
Pengasuh Pondok Pesantren Bahrurrohman Al-Hidayah 3, Gus Muhammad Rosyid Masyhudi, saat menyampaikan tausyiah tentang pentingnya memilih sahabat dalam kehidupan sehari-hari.Selasa Kliwon (26/8/2025). Dok foto: newsbidik.com/RED.BROWIBOWO

NEWS BIDIK, RELIGI INDRAMAYU . Persahabatan bukan sekadar urusan duniawi, melainkan juga menentukan arah kehidupan seseorang. Demikian pesan religius yang disampaikan oleh Gus Muhammad Rosyid Masyhudi, pengasuh Pondok Pesantren Bahrurrohman Al-Hidayah 3 Cikawung, Indramayu.Selasa Kliwon, (26/8/2025).

baca juga

Presiden Prabowo Subianto Apresiasi Guru dan Kepala Sekolah Rakyat: Anda Sedang Memutus Rantai Kemiskinan

Menurut beliau, bersahabat dengan orang-orang shalih dapat menanamkan kecintaan terhadap kebaikan sekaligus mendorong seseorang untuk mengamalkannya. Sebaliknya, bersahabat dengan orang-orang jahat justru menumbuhkan kecenderungan pada keburukan.

baca juga

Rayakan Kemerdekaan, Masyarakat Dapat Fasilitas Cek Kesehatan Gratis

Mengutip sabda Rasulullah ﷺ: “Seseorang itu tergantung pada agama temannya, maka lihatlah siapa yang menjadi temanmu.” Dalam hadis lain, Nabi ﷺ memberikan perumpamaan, “Teman yang baik bagaikan penjual minyak wangi, sementara teman yang buruk bagaikan pandai besi. Penjual minyak wangi bisa memberi parfum, atau kita membeli darinya, atau sekadar mencium aroma harum darinya. Sedangkan pandai besi bisa saja membakar pakaian, atau setidaknya menimbulkan bau tak sedap.”

baca juga

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya Nasional di Majalengka, Tegaskan Ketahanan Pangan sebagai Prioritas Utama

Gus Muhammad Rosyid Masyhudi menekankan pentingnya menjaga adab dalam bersahabat, terutama ketika bergaul dengan para ulama dan wali Allah. “Manfaat persahabatan dengan mereka hanya dapat dirasakan bila seseorang mampu menjaga adab, merendahkan diri, dan tidak merasa lebih tinggi dari mereka. Tujuannya bukan mencari penghormatan, melainkan memberikan pelayanan, penghormatan, dan kasih sayang,” ujarnya.

baca juga

Kapolri Berikan Tali Asih kepada Keluarga Komjen (Purn) Moehammad Jasin dan Veteran Seroja

Ia juga mengingatkan, salah satu kerugian terbesar adalah ketika seseorang berkumpul dengan wali Allah namun tidak mendapatkan penerimaan, yang hal itu tidak lain disebabkan oleh buruknya adab. Bahkan, Imam Abu al-Qasim al-Qusyairi menegaskan: “Barang siapa bersahabat dengan seorang syaikh lalu membantahnya dalam hati, maka ia telah merusak ikatan persahabatan dan wajib bertaubat.”

baca juga

PERCEPAT TRANSPARANSI PUBLIK, SEKRETARIS KABINET TEMUI MENTERI IMIPAS

Di akhir tausiyahnya, Gus Muhammad Rosyid Masyhudi berpesan agar umat Muslim selektif dalam memilih sahabat. Jika tidak mendapatkan lingkungan yang baik, maka uzlah (menyendiri) lebih utama daripada bergaul dengan orang-orang yang dapat merusak iman. Namun, bila bertemu dengan orang-orang alim, wara’, dan berakhlak mulia, maka duduk bersama mereka merupakan kesempatan berharga yang mendekatkan diri kepada Allah

Headline

“Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 145/PUU-XXIII/2025 menjadi tonggak penting dalam memperkuat perlindungan hukum bagi wartawan di Indonesia. MK menegaskan bahwa sengketa terkait karya jurnalistik harus diselesaikan melalui mekanisme pers dengan melibatkan Dewan Pers, bukan langsung melalui jalur pidana maupun perdata. Prinsip ini menegaskan bahwa Undang-Undang Pers sebagai aturan khusus harus diutamakan guna mencegah kriminalisasi terhadap jurnalis serta menjaga kebebasan pers sebagai pilar utama demokrasi.”