Scroll untuk baca berita
Jawa BaratReligi

Rahmat Allah yang Tak Bertepi: Jalan Terbuka Menuju Wushul kepada-Nya

393
×

Rahmat Allah yang Tak Bertepi: Jalan Terbuka Menuju Wushul kepada-Nya

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK – INDARAMAYU Religi .

KH. Muhammad Rosyid Masyhudi, S.Sos, Pengasuh Pondok Pesantren Bahrurrohmah Alhidayah 3, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat,

Pada Jum’at sore, (19/9/2025).

dalam salah satu tausiahnya mengingatkan pentingnya menanamkan prasangka baik kepada Allah SWT. Menurut beliau, prasangka baik bukan hanya sekadar sikap, melainkan bagian dari pendidikan hati dalam khazanah tasawuf dan thariqah menuju Allah.

baca juga

Persahabatan Menentukan Jalan Hidup: Pesan Religius dari Gus Muhammad Rosyid Masyhudi

Beliau mengutip sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari:

أنا عند ظن عبدي بي

“Sesungguhnya Aku (Allah) sesuai dengan prasangka hamba-Ku.”

KH. Rosyid menegaskan, seorang salik (penempuh jalan menuju Allah) harus senantiasa yakin bahwa kasih sayang Allah sangat luas, bahkan tak terbatas. Karena itu, manusia tidak boleh berputus asa dari rahmat-Nya, meskipun merasa hina karena dosa dan kelalaiannya.

Allah SWT sendiri telah menegaskan dalam Al-Qur’an:

 قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

“Katakanlah, Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(QS. Az-Zumar: 53)

Rahmat yang Terlihat dan Tak Terlihat

KH. Rosyid menjelaskan, rahmat Allah tidak hanya berupa nikmat materi, tetapi juga nikmat batiniah seperti ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan. Meski tak kasat mata, nikmat tersebut nyata karena bisa dirasakan oleh setiap hamba yang beriman.

Dengan demikian, jalan untuk wushul (sampai) kepada Allah SWT terbuka sangat luas, dan pintu-Nya senantiasa tidak pernah tertutup.

Thariqah sebagai Jalan Mengenal Allah

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa thariqah bukanlah sekte atau institusi tersendiri dalam Islam, melainkan jalan penyadaran hati untuk mendekat kepada Allah. “Selama hati manusia masih hidup dan memiliki kesadaran akan keesaan Allah, apapun bisa menjadi sarana untuk mengenal-Nya,” ungkap KH. Rosyid.

baca juga

Ngaji, Wujud Syukur Hamba atas Nikmat Ilmu dari Allah SWT

Proses mengenal Allah dapat melalui perbuatan (af‘al), nama-nama-Nya (asma), sifat-sifat-Nya, hingga Dzat-Nya. Semua perjalanan spiritual itu pada akhirnya bermuara pada keyakinan akan wujud Allah SWT.

Buah dari Ma’rifatullah

Bagi para ‘arifin billah (orang-orang yang telah mengenal Allah), segala hal di dunia ini bisa dijadikan bahan persaksian (syuhud) dan menjadi sumber energi spiritual. Hal ini akan memperkuat tauhid serta meneguhkan hati untuk senantiasa hanya bergantung kepada-Nya.

KH. Rosyid menutup tausiahnya dengan pesan menyejukkan:

“Selama rahmat Allah masih terbuka, jangan pernah putus asa. Jalan menuju Allah terbentang luas, dan siapa pun yang mengetuk pintu-Nya dengan hati yang bersih, pasti akan disambut dengan kasih sayang yang tak bertepi.”

baca juga

Semarak Maulid Nabi di Indramayu, Lomba Dai Muda Cetak Generasi Dakwah Kreatif

Daerah

Kutipan Berita:
“Prestasi luar biasa kembali ditorehkan SDN Neglasari, Kecamatan Pancatengah. Dalam ajang O2SN tingkat kecamatan tahun 2026, para siswa berhasil membawa pulang 9 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat juang siswa, guru, serta dukungan orang tua mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.”

Jawa Barat

KIM-PG Kabupaten Bekasi hingga kini belum menentukan sikap resmi terkait dukungan calon ketua Partai Golkar. Namun Ketua KIM-PG, Efendi Subandono, secara pribadi menyatakan dukungannya kepada H. Akhmad Marjuki SH MH sebagai figur yang dinilai paling layak memimpin Golkar Kabupaten Bekasi. Meski demikian, keputusan final menunggu struktur DPD Golkar Jawa Barat resmi dilantik pasca Musda XI.”

Daerah

“Polres Bogor membongkar jaringan pengoplosan LPG bersubsidi yang beroperasi di dua lokasi berbeda, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp13,2 miliar per bulan. Dari penggerebekan di Sukaraja dan Cileungsi, polisi mengamankan 793 tabung gas berbagai ukuran serta 76 alat suntik. Para pelaku diketahui meraup keuntungan hingga Rp1,3 miliar per hari dengan memindahkan isi gas 3 kilogram subsidi ke tabung 12 kilogram non-subsidi. Kapolres Bogor menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencuri hak masyarakat kecil yang berhak menerima subsidi.”

Headline

“Penggerebekan gudang pengoplosan LPG di Cileungsi membuka fakta mengejutkan: praktik ilegal yang berjalan sejak 2025 ini mampu meraup keuntungan hingga Rp13 miliar per bulan. Selain merugikan negara, aktivitas pemindahan gas bersubsidi ke tabung non-subsidi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan warga karena dilakukan tanpa standar keamanan. Polisi menegaskan, para pelaku dijerat UU Migas dan pasal pidana umum terkait perbuatan curang serta peredaran barang tidak sesuai standar.”