Scroll untuk baca berita
Jawa BaratReligiSejarah

Ngaji, Wujud Syukur Hamba atas Nikmat Ilmu dari Allah SWT

349
×

Ngaji, Wujud Syukur Hamba atas Nikmat Ilmu dari Allah SWT

Sebarkan artikel ini

OlehKH.MuhammadRosyid.Masyhudi,S.Ss

Khodimul Ma’had Bahrurrohmah Alhidayah 3, Cikawung Terisi, Indramayu. Jum’at. pahing, (12/9/25).

NEWS BIDIK, RELIGI INDRAMAYU,JAWA BARAT. Tidak ada seorang pun manusia yang lahir ke dunia langsung menjadi orang alim, faqih, atau shufi. Setiap bayi terlahir tanpa ilmu, kemudian tumbuh dan berkembang melalui proses belajar. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam syair yang masyhur di kalangan santri:

تعلم فليس المرء يولد عالما # وليس أخو علم كمن هو جاهل

“Belajarlah! Karena tidak ada seorang pun yang terlahir dalam keadaan alim (berilmu). Dan orang berilmu jelas tidak sama dengan orang yang bodoh.”

Dari syair tersebut tergambar jelas bahwa ngaji atau belajar merupakan kewajiban dan kebutuhan mendasar manusia. Ia menjadi jalan panjang yang menghubungkan antara kelahiran seorang jabang bayi dengan derajat alim, faqih, ataupun shufi.

Proses ini tidak instan. Ia memerlukan perjuangan, pengorbanan, serta kesungguhan hati. Sedikit demi sedikit, huruf demi huruf, kalimat demi kalimat, seorang penuntut ilmu menapaki perjalanan panjang untuk memahami khazanah keilmuan sekaligus melatih akal agar sistematis dan logis.

Ulama-ulama terdahulu kerap mengingatkan bahwa ngaji merupakan bentuk syukur seorang hamba atas nikmat akal yang Allah SWT anugerahkan. Ilmu bukan hanya alat untuk memahami kehidupan, tetapi juga jalan menuju ridha-Nya. Dengan ngaji, seseorang berupaya menghilangkan kebodohan (izalah al-jahli) dan menyingkirkan gelapnya pikiran (zhulumat al-fikr).

Kebodohan sendiri disebut sebagai salah satu pintu besar menuju kemaksiatan. Sebagaimana ungkapan ulama:

ما عصي الله بشيء أعظم من الجهل

“Tidaklah Allah didurhakai dengan sesuatu yang lebih besar daripada kebodohan.”

Ilmu ibarat cahaya (nur) yang menerangi batin. Ia menenangkan hati, melapangkan dada, serta menghindarkan manusia dari jebakan hawa nafsu dan tipu daya setan. Sebaliknya, kebodohan menjerumuskan jiwa pada kegelapan batin yang bisa berakhir pada api neraka.

Ada pepatah mengatakan: “Bodoh itu sempit, sedangkan ilmu itu luas.” Orang yang bodoh mudah gelisah, bingung, dan tersesat dalam kesusahan diri. Sementara orang berilmu memiliki jiwa besar, pandangan luas, dan tidak mudah diperdaya oleh godaan dunia.

Maka, masihkah kita enggan untuk mengaji?

Tinggalkan Balasan

Daerah

“Polres Pangandaran memastikan penanganan dugaan perusakan 63 pohon karet milik PTPN I Regional 2 masih berada pada tahap penyelidikan. Kepolisian menegaskan seluruh laporan akan diproses secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti, sementara masyarakat diminta menghormati proses hukum serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.”

Daerah

“Final Camat Cup 2026 di Alun-alun Malangbong berlangsung meriah dengan antusiasme ratusan penonton. Plt Camat Malangbong mengajak masyarakat menjaga sportivitas dan ketertiban, sementara KOK Malangbong mengapresiasi kerja keras panitia yang telah menyukseskan turnamen bola voli antar desa sebagai ajang pembinaan atlet sekaligus mempererat persatuan masyarakat.”

Jawa Barat

“Pemuda merupakan tonggak pembangunan bangsa. Di era digital, penguasaan teknologi menjadi kunci agar generasi muda mampu bersaing secara global. KNPI Kabupaten Bekasi dan Wuling Motors menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemuda dan industri dapat membuka peluang kerja sekaligus mendorong lahirnya generasi yang siap menghadapi masa depan.”

Jawa Barat

“Ini bukan hanya kegiatan seremonial. Kami hadir untuk melaksanakan tugas konstitusional sebagai anggota DPRD, yakni menyerap aspirasi masyarakat, baik secara tertulis maupun disampaikan langsung. Keduanya sangat penting,” ujar Rudy Rafly.