Scroll untuk baca berita
Jawa BaratNEWS BIDIK KAB BEKASI

Dituding Intimidasi Ketua RT, Pria Ini Tegaskan Hanya Sampaikan Aspirasi Warga

2055
×

Dituding Intimidasi Ketua RT, Pria Ini Tegaskan Hanya Sampaikan Aspirasi Warga

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, Kab. Bekasi – Sebuah video yang beredar luas di berbagai grup WhatsApp dan kemudian menyebar ke media sosial memicu keresahan di tengah masyarakat. Video tersebut memuat narasi dugaan tindakan intimidasi yang dilakukan oleh seorang pria yang disebut sebagai ketua organisasi masyarakat (ormas) terhadap seorang Ketua RT di Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Peristiwa yang disebut-sebut terjadi di Kampung Ketapang RT 03 RW 02 itu pun langsung menuai perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, SB, pria yang terekam dalam video viral tersebut, akhirnya memberikan klarifikasi. Ia dengan tegas membantah tudingan intimidasi yang dialamatkan kepadanya.

Menurut SB, narasi yang beredar dalam video tersebut tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Ia menilai, penyebaran video tersebut disertai dengan opini yang cenderung menyudutkan dirinya. Padahal, kata dia, kedatangannya ke rumah Ketua RT yang diketahui bernama Maria semata-mata untuk menyampaikan aspirasi warga setempat.

SB menjelaskan bahwa dirinya datang sebagai perwakilan warga, bukan dalam kapasitas membawa nama organisasi atau lembaga tertentu. Ia menegaskan, tujuan utamanya adalah memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya terkait peluang kerja di dapur SPPG yang akan segera beroperasi di wilayah tersebut.

“Saya datang tidak membawa atribut organisasi apa pun. Saya hadir sebagai warga yang ingin menyampaikan aspirasi masyarakat,” ujarnya pada Minggu (12/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, SB mengaku membawa daftar nama warga yang diusulkan oleh masyarakat agar dapat diprioritaskan dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Ia ingin memastikan bahwa warga sekitar mendapatkan kesempatan kerja lebih dulu, mengingat masih banyak yang belum memiliki pekerjaan.

Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam proses perekrutan tenaga kerja. Menurutnya, pertanyaan yang ia sampaikan dalam pertemuan itu semata-mata untuk meminta kejelasan, bukan sebagai bentuk tekanan atau intimidasi.

Meski demikian, SB mengakui bahwa sempat terjadi perdebatan dalam pertemuan tersebut. Namun, ia menilai ketegangan itu bukan berasal dari dirinya. Justru, ia menyebut sikap Ketua RT yang dinilai lebih emosional dalam merespons aspirasi yang disampaikan.

“Dalam pertemuan itu memang ada perdebatan. Tapi bukan saya yang memulai. Bahkan Ketua RT sempat bersikap emosional hingga menggebrak meja,” ungkapnya.

Lebih lanjut, SB kembali menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat lain selain memperjuangkan kepentingan warga sekitar. Ia berharap masyarakat lokal dapat menjadi prioritas dalam mendapatkan pekerjaan di lingkungan mereka sendiri, terutama bagi mereka yang masih menganggur.

“Saya hanya ingin warga di sini yang masih banyak menganggur bisa diajak bekerja. Harusnya warga sekitar yang diprioritaskan, bukan orang dari luar,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, SB berharap polemik yang muncul akibat video tersebut tidak terus berkembang dengan pemahaman yang keliru. Ia juga berharap pihak Ketua RT dapat lebih terbuka dalam menerima aspirasi masyarakat serta tidak menggiring opini yang dapat merugikan pihak tertentu.

“Seharusnya aspirasi warga diterima dulu dengan baik, bukan malah dibawa keluar konteks dan menimbulkan opini yang tidak benar,” tutupnya.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Ketua RT terkait video yang beredar maupun klarifikasi atas kejadian tersebut.

Baca Juga:

Berbagi Kebahagiaan, Pokja Wartawan DPRD Kabupaten Bekasi Gelar Santunan Anak Yatim Piatu dan Buka Puasa Bersama

Resmikan Posko Mudik Lebaran 2026 KNPI Kabupaten Bekasi, Plt Bupati Bekasi Bagikan 1000 Paket Takjil

Presiden Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp11,42 Triliun dan Penguasaan Kembali Ratusan Ribu Hektare Lahan

Tinggalkan Balasan

Jawa Barat

“Dugaan praktik pengangsuan solar bersubsidi di SPBU 34.452.15 Limbangan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, perlu mendapat perhatian serius. Jika benar ditemukan kendaraan yang telah dimodifikasi, pengisian berulang kali, serta penggunaan puluhan jerigen, maka hal tersebut harus segera diverifikasi oleh pihak berwenang untuk memastikan apakah penyaluran BBM bersubsidi telah sesuai ketentuan.”

Jawa Barat

Aparat penegak hukum dan instansi berwenang diharapkan segera melakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan legalitas kegiatan, status lahan, serta ada atau tidaknya pelanggaran. Jika ditemukan unsur pelanggaran, penindakan sesuai ketentuan hukum perlu dilakukan. Namun, seluruh dugaan tersebut tetap harus dibuktikan melalui pemeriksaan resmi oleh instansi yang berwenang.