Scroll untuk baca berita
HeadlineJawa TengahNasionalWonosobo

Program Makan Bergizi Gratis Diperkuat di Wonosobo, 78 Dapur MBG Sudah Beroperasi dan Terus Bertambah

2095
×

Program Makan Bergizi Gratis Diperkuat di Wonosobo, 78 Dapur MBG Sudah Beroperasi dan Terus Bertambah

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, WONOSOBO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu agenda strategis pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Program ini berpijak pada amanat konstitusi, khususnya UUD 1945 Pasal 28H ayat (1) tentang hak warga negara memperoleh layanan kesehatan, serta Pasal 31 yang menegaskan hak atas pendidikan yang layak. Pemenuhan gizi dinilai menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak sekaligus penunjang keberhasilan proses belajar. Sabtu (7/2/2026).

Selain mendukung peningkatan kualitas pendidikan, program MBG juga diarahkan untuk menekan angka stunting dan gizi buruk yang masih menjadi tantangan nasional. Kekurangan nutrisi pada masa pertumbuhan berpotensi menimbulkan dampak serius, seperti gangguan perkembangan otak, menurunnya daya tahan tubuh, hingga berkurangnya potensi kecerdasan saat dewasa.

Guna menggali informasi terkait implementasi program tersebut, awak media melakukan perbincangan dengan Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Wonosobo, Satika Mahda, di Temu Kamu Caffe. Dalam kesempatan tersebut, Satika menjelaskan bahwa saat ini telah beroperasi sebanyak 78 dapur MBG di wilayah Wonosobo.

Ia menyebutkan jumlah tersebut diproyeksikan terus meningkat hingga melampaui 100 dapur dalam waktu mendatang. Menurutnya, pendirian dapur MBG tidak dapat dilakukan sembarangan karena seluruh proses berada dalam pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Setiap yayasan wajib memenuhi sejumlah persyaratan, mulai dari legalitas yayasan, kesiapan lokasi sesuai standar operasional BGN, hingga kesiapan sarana pendukung dan modal,” ujar Satika.

Ia menambahkan, setiap yayasan diperbolehkan mengelola maksimal 10 dapur MBG. Kepemilikan tidak dibatasi selama memenuhi seluruh kriteria yang telah ditetapkan pemerintah melalui BGN.

Lebih lanjut, Satika menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawal pelaksanaan program agar tetap berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran. Masyarakat dipersilakan melapor apabila menemukan dugaan pelanggaran atau ketidaksesuaian SOP di lapangan, dengan syarat laporan disertai bukti yang valid.

Dalam implementasinya, dapur MBG diwajibkan menyediakan dua jenis porsi makanan. Porsi besar senilai Rp10.000 diperuntukkan bagi siswa kelas 4 SD hingga SMA serta ibu hamil. Sementara porsi kecil senilai Rp8.000 ditujukan bagi anak TK, balita, serta siswa kelas 1 hingga kelas 3 SD.

Menutup perbincangan, Satika menyampaikan bahwa pihaknya terbuka memberikan informasi tambahan kepada masyarakat maupun awak media. Komunikasi dapat dilakukan melalui pertemuan langsung maupun melalui layanan WhatsApp untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai program MBG.

(Tim Investigasi)

Karya Jurnalis Nusantara Abadi

Tinggalkan Balasan

Daerah

“Diduga sebuah rumah di Ngemplak, Boyolali, digunakan sebagai lokasi penyimpanan dan penjualan LPG tanpa izin. Pemilik rumah mengaku bukan agen maupun pangkalan resmi serta menyampaikan adanya klaim keterlibatan pihak lain, termasuk menyebut oknum kepolisian sebagai ‘backing’. Seluruh pengakuan tersebut masih bersifat sepihak dan belum mendapat konfirmasi dari pihak yang disebut maupun aparat berwenang.”

Aceh

“Persoalan yang mencuat di RSUD Sultan Iskandar Muda tidak hanya menyangkut administrasi dan keuangan, tetapi juga menyentuh kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari keterlambatan pembayaran TPP ASN, persoalan sanitasi, hingga temuan BPK terkait indikasi pembayaran jasa pelayanan kesehatan secara ganda menjadi perhatian yang diharapkan segera ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh dan langkah perbaikan tata kelola oleh Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.”

Jawa Tengah

“Dugaan praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi jenis Solar kembali mencuat di kawasan Genuk, Kota Semarang. Sebuah gudang bekas pabrik di area pangkalan truk diduga menjadi lokasi penampungan Solar subsidi yang diperoleh melalui jalur distribusi tidak resmi. Hingga berita ini diterbitkan, seluruh informasi masih bersifat dugaan dan menunggu pembuktian melalui proses penyelidikan aparat berwenang.”

Aceh

“Perselisihan terkait dugaan penyadapan pohon karet di Desa Kuala Ligan, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, berujung tragis. Seorang petani berusia 58 tahun meninggal dunia setelah mengalami luka bacok di bagian leher. Pelaku yang diduga emosi usai mengetahui pohon karetnya disadap kemudian menyerahkan diri ke pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.”