Scroll untuk baca berita
DIYPeristiwaPOLRI

Polisi Pastikan Penyelidikan Kasus Kematian Mahasiswa Amikom Masih Berlanjut

7671
×

Polisi Pastikan Penyelidikan Kasus Kematian Mahasiswa Amikom Masih Berlanjut

Sebarkan artikel ini
Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X usai pertemuan di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (3/9/25). (Dok.poto.Humas Pemda DIY/red)

NEWS BIDIK, Yogyakarta – Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono menegaskan penyelidikan terkait meninggalnya mahasiswa Amikom, Rheza Sendy Pratama, belum berhenti. Ia memastikan tim kepolisian, termasuk yang didatangkan dari Jakarta, masih melakukan pendalaman untuk mengungkap peristiwa tersebut.

baca juga

Sri Sultan Minta Sekolah dan Kampus di DIY Bijak Sikapi Unjuk Rasa

Pernyataan itu disampaikan Anggoro seusai bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Selasa (2/9). Menurutnya, secara umum kondisi keamanan di Yogyakarta tetap terkendali, namun kasus Rheza menjadi perhatian serius aparat.

baca juga

Sri Sultan Hamengku Buwono X Tegaskan Komitmen Fasilitasi Aspirasi, Ajak Demonstran Tempuh Jalur Tertib

“Ngarsa Dalem sudah memberikan arahan agar kami melakukan pendalaman. Karena itu, ada tim khusus dari Jakarta yang turun langsung meneliti kejadian yang menimpa mahasiswa Amikom,” jelas Anggoro.

Ia juga menanggapi isu yang beredar mengenai evakuasi Rheza saat terjatuh di lokasi kejadian. Anggoro menerangkan, korban sempat dibawa masuk ke dalam area untuk mendapatkan pertolongan medis, mengingat kondisi saat itu dipenuhi gas air mata. “Korban diangkat dari lokasi karena lemah dan butuh pertolongan. Situasi saat itu penuh gas air mata, jadi harus segera diamankan,” ujarnya.

baca juga

Wali Kota Lubuk Linggau dan Ratusan Ojol Gelar Doa Bersama untuk Kota Damai

Rheza sempat ditangani tim kedokteran kepolisian. Namun karena situasi tidak memungkinkan, ia kemudian dipindahkan menggunakan ambulans milik RSUP Dr. Sardjito. “Kami tidak bisa mengeluarkan ambulans sendiri, jadi menggunakan bantuan ambulans dari RSUP Sardjito untuk membawanya ke rumah sakit,” tambahnya.

baca juga

Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna: Perkuat Soliditas TNI-Polri dan Stabilitas Nasional

Terkait video yang ramai di media sosial, yang menampilkan proses saat korban dievakuasi aparat, Anggoro menekankan perlunya verifikasi lebih lanjut. “Semua konten yang beredar tetap harus diteliti dan didalami, agar informasinya valid,” tegasnya.

baca juga

Presiden Prabowo Tegaskan Pasal 33 UUD 1945 Jadi Fondasi Pembangunan Ekonomi Nasional

Tinggalkan Balasan

Daerah

“Polres Bogor membongkar jaringan pengoplosan LPG bersubsidi yang beroperasi di dua lokasi berbeda, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp13,2 miliar per bulan. Dari penggerebekan di Sukaraja dan Cileungsi, polisi mengamankan 793 tabung gas berbagai ukuran serta 76 alat suntik. Para pelaku diketahui meraup keuntungan hingga Rp1,3 miliar per hari dengan memindahkan isi gas 3 kilogram subsidi ke tabung 12 kilogram non-subsidi. Kapolres Bogor menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencuri hak masyarakat kecil yang berhak menerima subsidi.”

Headline

“Penggerebekan gudang pengoplosan LPG di Cileungsi membuka fakta mengejutkan: praktik ilegal yang berjalan sejak 2025 ini mampu meraup keuntungan hingga Rp13 miliar per bulan. Selain merugikan negara, aktivitas pemindahan gas bersubsidi ke tabung non-subsidi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan warga karena dilakukan tanpa standar keamanan. Polisi menegaskan, para pelaku dijerat UU Migas dan pasal pidana umum terkait perbuatan curang serta peredaran barang tidak sesuai standar.”