Scroll untuk baca berita
DIYHeadlineNasional

Sri Sultan Hamengku Buwono X Tegaskan Komitmen Fasilitasi Aspirasi, Ajak Demonstran Tempuh Jalur Tertib

17305
×

Sri Sultan Hamengku Buwono X Tegaskan Komitmen Fasilitasi Aspirasi, Ajak Demonstran Tempuh Jalur Tertib

Sebarkan artikel ini
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat berdialog dengan delapan perwakilan demonstran di Mapolda DIY, Yogyakarta, Jumat malam (29/8/2025). Dalam kesempatan tersebut, Sri Sultan menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi aspirasi masyarakat agar tersampaikan kepada pemerintah pusat melalui jalur resmi dan tertib

NEWS BIDIK ,JOGJAKARTA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi aspirasi masyarakat, termasuk komunitas driver ojek online (ojol), agar dapat tersampaikan kepada pemerintah pusat. Namun, ia mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi harus dilakukan secara tertib melalui jalur resmi, bukan dengan tindakan .

Pernyataan itu disampaikan Sri Sultan di hadapan ribuan peserta aksi unjuk rasa, Sabtu (30/8/2025) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, di Mapolda DIY. Kehadiran Sultan terjadi setelah ia berdialog tertutup dengan delapan perwakilan demonstran selama kurang lebih dua jam.

Sri Sultan tiba di Mapolda DIY pada Jumat (29/8/2025) sekitar pukul 22.30 WIB tanpa pengawalan, meski sebelumnya aksi massa sempat ricuh. Massa melakukan pembakaran dan pengerusakan aset kepolisian, termasuk kendaraan dinas dan sebagian bangunan kantor.

“Kami memfasilitasi untuk berdialog dengan pemerintah pusat, baik itu saya lakukan sendiri maupun lewat surat, di mana teman-teman yang mengajukan aspirasinya. Kalau tenaga dan pikiran saya dibutuhkan, silakan. Tapi saya harus dapat suratnya sebagai dasar untuk mendiskusikan dengan pusat,”“Mari kita membangun dialog yang berkelanjutan. Karena waktunya sudah jam 01.00 malam, mari kita sama-sama pulang dan beristirahat. Kita semua sudah lelah,” ujarnya menutup dialog. tegas Sri Sultan.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan kepolisian serta keterlibatan perwakilan demonstran agar proses dialog bisa berjalan berkelanjutan. Menurut Sultan, jalur kekerasan justru hanya akan mengaburkan substansi aspirasi yang diperjuangkan.

“Mari kita membangun dialog yang berkelanjutan. Karena waktunya sudah jam 01.00 malam, mari kita sama-sama pulang dan beristirahat. Kita semua sudah lelah,” ujarnya menutup dialog.

Dengan langkah ini, Sri Sultan berharap situasi di Yogyakarta tetap kondusif, serta aspirasi masyarakat tetap bisa disalurkan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan.

 

Aceh

“Dugaan aktivitas illegal logging di kawasan hutan lindung Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, KPH Wilayah IV, dan Satgas PKH bertindak tegas, transparan, serta mengusut tuntas apabila ditemukan indikasi keterlibatan pihak-pihak yang melindungi praktik pembalakan liar tersebut. Penegakan hukum tanpa pandang bulu dinilai menjadi kunci menyelamatkan hutan Aceh dari kerusakan yang semakin meluas.”

Daerah

“Diduga sebuah rumah di Ngemplak, Boyolali, digunakan sebagai lokasi penyimpanan dan penjualan LPG tanpa izin. Pemilik rumah mengaku bukan agen maupun pangkalan resmi serta menyampaikan adanya klaim keterlibatan pihak lain, termasuk menyebut oknum kepolisian sebagai ‘backing’. Seluruh pengakuan tersebut masih bersifat sepihak dan belum mendapat konfirmasi dari pihak yang disebut maupun aparat berwenang.”

Aceh

“Persoalan yang mencuat di RSUD Sultan Iskandar Muda tidak hanya menyangkut administrasi dan keuangan, tetapi juga menyentuh kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari keterlambatan pembayaran TPP ASN, persoalan sanitasi, hingga temuan BPK terkait indikasi pembayaran jasa pelayanan kesehatan secara ganda menjadi perhatian yang diharapkan segera ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh dan langkah perbaikan tata kelola oleh Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.”

Aceh

“Perselisihan terkait dugaan penyadapan pohon karet di Desa Kuala Ligan, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, berujung tragis. Seorang petani berusia 58 tahun meninggal dunia setelah mengalami luka bacok di bagian leher. Pelaku yang diduga emosi usai mengetahui pohon karetnya disadap kemudian menyerahkan diri ke pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.”