Scroll untuk baca berita
DaerahJawa TengahJepara

Proyek Revitalisasi SD Negeri 5 Cepogo Dalam Pantauan, Harap Ada Tindakan Tegas

3306
×

Proyek Revitalisasi SD Negeri 5 Cepogo Dalam Pantauan, Harap Ada Tindakan Tegas

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK | Jepara — Proyek revitalisasi SD Negeri 5 Cepogo, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, dengan nilai anggaran sebesar Rp798.779.673 yang ditetapkan sebagai proyek yang “fantastis”, ternyata belum selesai meskipun telah melewati batas waktu pelaksanaan pada 25 Desember 2025.

Anggaran Pencitraan Pemkot Semarang Capai Rp2,26 Miliar, Publik Pertanyakan Prioritas di Tengah Sulitnya Ekonomi Warga

Tim investigasi aliansi dan media yang mengunjungi lokasi proyek mendapati bahwa pekerjaan belum selesai, namun alasan keterlambatan tersebut masih belum jelas. Temuan ini diperoleh saat peninjauan lapangan pada Jumat (26/12/2025).

Tim aliansi dan media telah melakukan konfirmasi kepada pihak Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Namun, dalam proses konfirmasi tersebut, pihak P2SP terkesan menyepelekan dan tidak menghiraukan, dengan alasan melempar tanggung jawab ke Dinas Pendidikan.

Kapolri Berikan Tali Asih kepada Keluarga Komjen (Purn) Moehammad Jasin dan Veteran Seroja

Selain keterlambatan pekerjaan, tim media juga menemukan fakta di lapangan bahwa para pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Hal ini menimbulkan dugaan apakah pihak pemilik pekerjaan tidak menyiapkan APD secara memadai, padahal APD sangat penting untuk menjamin keselamatan kerja.

Pasal dan Sanksi yang Berkenaan

Terkait pelanggaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) akibat tidak digunakannya APD, hal tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Pada Pasal 16 ayat (1) disebutkan bahwa perusahaan wajib menyediakan APD, dan Pasal 17 ayat (1) mewajibkan pekerja untuk menggunakannya.

Sanksi bagi perusahaan dapat berupa sanksi administratif hingga pencabutan izin kerja sebagaimana diatur dalam PP Nomor 50 Tahun 2012, bahkan dapat dikenakan pidana penjara maksimal 1 tahun atau denda maksimal Rp50 juta apabila terjadi kecelakaan kerja akibat kelalaian.

Sementara itu, bagi pekerja dapat dikenakan sanksi berupa teguran hingga denda.

Terkait keterlambatan proyek yang bersumber dari APBN, umumnya disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain masalah teknis seperti material, tenaga kerja, peralatan, dan perencanaan; faktor manajerial seperti komunikasi dan koordinasi; serta faktor eksternal seperti perizinan dan cuaca.

Sanksi utama atas keterlambatan tersebut adalah denda sebesar 1‰ (satu permil) per hari dari nilai kontrak bagi kontraktor, serta potensi pemutusan kontrak dan sanksi daftar hitam apabila kesalahan dinilai fatal. Meski demikian, terdapat kelonggaran hingga 50 hari kerja untuk proyek single year di akhir tahun anggaran.

Temuan Tim Aliansi

Salah satu tim aliansi A mengungkapkan sejumlah temuan di lapangan, di antaranya:

“1 bangunan SD itu pernah rubuh.

2 besi cincin tangga ga sesuai RAB.

3 aturan selesai 25 Desember sampai sekarang belum kelar.

4 pihak kepala sekolah kita disuruh nemui kejaksaan atau dinas pendidikan,” sahutnya.

Presiden Prabowo Kunjungi Paviliun Indonesia di Expo 2025 Osaka

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepala sekolah, P2SP, serta pejabat penegak peraturan sekolah terkait belum dapat dikonfirmasi. Tim aliansi dan media menyarankan agar pihak terkait segera melakukan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Jawa Tengah

“Universitas Muria Kudus diharapkan menjadi pusat pelatihan dan persiapan calon pekerja migran Indonesia melalui program SMK Go Global. Dengan dukungan pelatihan bahasa, peningkatan kompetensi, uji kompetensi, hingga proses penempatan, lulusan SMK diharapkan mampu bersaing di pasar kerja internasional dengan tetap mengutamakan perlindungan dan keselamatan pekerja migran.”

Daerah

“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Nagan Raya membutuhkan sinergi, komitmen, dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil monitoring, memastikan realisasi anggaran berjalan optimal, serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.”

Aceh

“Monitoring dan evaluasi kesiapan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pidie menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan yang telah dilaksanakan dapat segera ditindaklanjuti dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu mempercepat operasionalisasi koperasi sebagai penggerak ekonomi gampong, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian desa.”

Jawa Tengah

“Dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi di SPBU 44-523-02 Karangmoncol, Kabupaten Pemalang, masih memerlukan pembuktian dan verifikasi secara menyeluruh. Setiap tuduhan harus didasarkan pada fakta, data transaksi, serta hasil pemeriksaan pihak berwenang agar tidak menimbulkan kesimpulan sepihak yang dapat merugikan pihak tertentu. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi demi menjunjung tinggi prinsip keberimbangan, transparansi, serta profesionalisme jurnalistik.”