Scroll untuk baca berita
Jawa TengahPeristiwaSemarang

Dugaan Manipulasi BBM di SPBU Ketileng: Konsumen Dirugikan, Aparat Diminta Bertindak Tegas

1184
×

Dugaan Manipulasi BBM di SPBU Ketileng: Konsumen Dirugikan, Aparat Diminta Bertindak Tegas

Sebarkan artikel ini
Mobil Honda Brio hijau melon saat pengisian BBM di SPBU Ketileng 44.502.10, Semarang, Minggu (24/8/2025). Dok foto: newsbidik.com/Red.ANDI K PIMRED

NEWS BIDIK, Semarang Jawa Tengah

Praktik mencurigakan kembali mencoreng kepercayaan publik terhadap pelayanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Insiden mengejutkan terjadi di SPBU Ketileng 44.502.10, Jl. Ketileng Raya, Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, pada Minggu (24/8/2025).

baca juga 

Resmi Dibuka! Seleksi Ketua dan Anggota BPH Migas Dimulai, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya

Saat Pimpinan Redaksi News Bidik melakukan pengisian BBM jenis Pertalite senilai Rp50.000 untuk mobil Honda Brio hijau melon, indikator bahan bakar justru tidak mengalami kenaikan. Fakta ini menimbulkan dugaan kuat adanya manipulasi takaran BBM yang merugikan konsumen.

baca juga 

Restorative Justice Pasca-P21 di Blora: Polisi Diduga Langgar Prosedur, Jaksa Dikesampingkan

Ketika dikonfirmasi, Hendro Puji A, mandor SPBU, berdalih tidak mengetahui adanya kejanggalan tersebut. Namun, jawaban itu justru menambah kecurigaan publik: bagaimana mungkin seorang mandor tidak mengetahui praktik yang terjadi di bawah pengawasannya?

Konsumen Jadi Korban Permainan Nakal

Kasus ini semakin menegaskan bahwa dugaan praktik kecurangan di SPBU bukanlah hal baru. Publik patut menduga adanya permainan kotor dalam pengisian BBM, di mana konsumen menjadi korban, sementara pengelola SPBU cenderung lepas tangan.

baca juga 

Kapolri Berikan Tali Asih kepada Keluarga Komjen (Purn) Moehammad Jasin dan Veteran Seroja

Jika terbukti, tindakan tersebut jelas melanggar hukum. Pasal 62 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen menyebutkan bahwa pelaku usaha yang memanipulasi takaran, ukuran, atau mutu barang/jasa dapat dipidana penjara maksimal 5 tahun atau denda hingga Rp2 miliar.

baca juga

Presiden Prabowo Subianto Apresiasi Guru dan Kepala Sekolah Rakyat: Anda Sedang Memutus Rantai Kemiskinan

Selain itu, sesuai Pasal 25 dan Pasal 32 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal, setiap alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya wajib ditera atau ditera ulang secara resmi. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenai sanksi pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda hingga Rp1 juta.

Aparat dan Pertamina Diminta Turun Tangan

Kasus ini tidak bisa dianggap sepele. Jika benar terdapat manipulasi, SPBU Ketileng 44.502.10 harus bertanggung jawab penuh. Aparat penegak hukum, Pertamina, serta lembaga perlindungan konsumen diminta segera turun tangan melakukan audit, uji tera ulang, dan menindak tegas oknum nakal yang mempermainkan hak masyarakat.

baca juga

Satgas Pangan Polda Jatim Sita 12,5 Ton Beras Oplosan Tak Sesuai Standar Mutu

Pertanyaan besarnya, berapa banyak konsumen lain yang sudah dirugikan dengan modus serupa tanpa pernah menyadarinya?

Tinggalkan Balasan

Jawa Tengah

“Universitas Muria Kudus diharapkan menjadi pusat pelatihan dan persiapan calon pekerja migran Indonesia melalui program SMK Go Global. Dengan dukungan pelatihan bahasa, peningkatan kompetensi, uji kompetensi, hingga proses penempatan, lulusan SMK diharapkan mampu bersaing di pasar kerja internasional dengan tetap mengutamakan perlindungan dan keselamatan pekerja migran.”

Jawa Tengah

“Dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi di SPBU 44-523-02 Karangmoncol, Kabupaten Pemalang, masih memerlukan pembuktian dan verifikasi secara menyeluruh. Setiap tuduhan harus didasarkan pada fakta, data transaksi, serta hasil pemeriksaan pihak berwenang agar tidak menimbulkan kesimpulan sepihak yang dapat merugikan pihak tertentu. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi demi menjunjung tinggi prinsip keberimbangan, transparansi, serta profesionalisme jurnalistik.”

Jawa Tengah

“Ucapan selamat dan dukungan dari keluarga besar Detasemen Intelijen Kodam IV/Diponegoro kepada Letkol Arh Agus Fithriyanto, S.A.P., yang mengikuti Pendidikan Jabatan Golongan V atau Letkol TA 2026, merupakan bentuk kebanggaan dan doa bersama agar beliau senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, serta kesuksesan dalam menjalani pendidikan. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh semakin memperkuat kapasitas

Jawa Tengah

“Dengan kesamaan visi dan misi, kami berharap program kerja yang disusun dapat berjalan lebih efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami juga akan terus menjaga nilai-nilai sejarah dan budaya Walisongo sebagai bagian dari tanggung jawab organisasi,” lanjutnya.