Scroll untuk baca berita
BloraHukum & KriminalNasionalPeristiwa

Restorative Justice Pasca-P21 di Blora: Polisi Diduga Langgar Prosedur, Jaksa Dikesampingkan

1271
×

Restorative Justice Pasca-P21 di Blora: Polisi Diduga Langgar Prosedur, Jaksa Dikesampingkan

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, BLORA JAWA TENGAH

Kasus.Penangkapan.tiga wartawan di Kabupaten Blora pada Mei 2025 memasuki babak baru yang menimbulkan tanda tanya besar. Setelah menjalani penahanan selama 90 hari di Mapolres Blora, ketiganya—JT (55), FY (41), dan SY (45)—tiba-tiba dibebaskan melalui mekanisme Restorative Justice (RJ).

baca juga

Presiden Prabowo Subianto Apresiasi Guru dan Kepala Sekolah Rakyat: Anda Sedang Memutus Rantai Kemiskinan 

Alih-alih meredam polemik, pembebasan ini justru memunculkan dugaan pelanggaran prosedur hukum dan tumpang tindih kewenangan antar lembaga penegak hukum.

Status P21, Tapi Polisi Jalankan RJ

Dalam sistem hukum pidana, RJ umumnya dilakukan di tahap penyidikan. Namun, dalam kasus ini, RJ diterapkan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan. Artinya, kendali perkara sudah sepenuhnya berada di tangan Jaksa, bukan lagi Polisi.

baca juga 

Terbongkar! Gudang Penimbunan Solar Subsidi di jalan kiyai Sanusi pangkalan,ngaringan Diduga Milik Oknum Berinisial,AN

Kuasa hukum para wartawan, John L. Situmorang, S.H., M.H., menegaskan bahwa langkah Polres Blora mengeksekusi RJ pada tahap pasca-P21 patut dipertanyakan.

“Ini bukan sekadar keadilan restoratif. Ini menyisakan pertanyaan mendasar secara prosedural hukum. Jika perkara sudah P21, bukankah ini sudah menjadi domain Jaksa?” tegas John dalam konferensi pers.

Kronologi: Ditolak, Lalu Mendadak Dimediasi

Sejak awal, pihak wartawan disebut telah berupaya menyelesaikan perkara secara damai. Namun, pelapor—oknum TNI AD berinisial RHP—berulang kali menolak mediasi. Bahkan upaya penyidik untuk mempertemukan kedua belah pihak tak membuahkan hasil.

baca juga 

Kapolri Berikan Tali Asih kepada Keluarga Komjen (Purn) Moehammad Jasin dan Veteran Seroja

Situasi berubah drastis pada hari ke-30 masa perpanjangan penahanan terakhir yang dikeluarkan Ketua PN Blora. Secara tiba-tiba, RHP memaafkan para wartawan, dan RJ langsung diterapkan. Hanya dalam hitungan jam, ketiga wartawan yang sebelumnya berstatus terdakwa resmi dibebaskan.

Fakta BAP: Indikasi Jebakan?

Tak berhenti di sana, kuasa hukum juga mengungkap fakta mengejutkan dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Disebutkan, uang Rp4 juta justru diberikan lebih dulu oleh pihak pelapor melalui seseorang bernama Didik, yang mengaku sebagai kepala gudang milik RHP

Kriminalisasi Pers atau Penegakan Hukum?

Kasus ini menimbulkan pertanyaan lebih luas: apakah penangkapan dan penahanan tiga wartawan ini merupakan bentuk penegakan hukum, atau justru kriminalisasi terhadap kebebasan pers?

baca juga 

Munir Resmi Maju Calon Ketua Umum PWI 2025–2030 Siap Akhiri Dualisme dan Satukan Organisasi

Dengan adanya dugaan pelanggaran prosedur pasca-P21, publik kini menunggu langkah tegas dari Kejaksaan maupun institusi terkait untuk mengurai benang kusut kasus yang menyita perhatian masyarakat Blora ini.

Jakarta

Rotasi dan mutasi terhadap 199 perwira tinggi dan perwira menengah Polri merupakan bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan karier untuk memperkuat kinerja institusi. Penempatan pejabat baru diharapkan mampu menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, dan menghadirkan pelayanan kepolisian yang responsif serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.”

Biografi

Dalam setiap lembar sejarah Nusantara, tersimpan kisah perjuangan, pengorbanan, kesetiaan, dan keberanian para tokoh yang telah meletakkan fondasi kejayaan bangsa. Salah satu sosok yang memiliki tempat istimewa dalam perjalanan sejarah…

Headline

Dugaan adanya praktik pembekingan tambang emas ilegal di Kabupaten Lebak, Banten, memunculkan pertanyaan publik terhadap efektivitas pengawasan dan penegakan hukum. Dugaan keterlibatan oknum aparat berpangkat bintang dua perlu diusut secara profesional, transparan, dan berdasarkan bukti guna memastikan kebenaran informasi serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.