NEWSBIDIK, CIANJUR — Warga Kampung Cipendil, RT 02/RW 04, Desa Sukarame, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, digegerkan dengan penemuan seorang bayi perempuan yang diduga baru saja dilahirkan dan ditinggalkan di area kebun warga, Senin (23/3/2026) pagi.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Andi (44), seorang warga setempat, sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, ia mengaku mendengar suara tangisan bayi yang terdengar samar dari arah luar rumahnya. Awalnya, Andi sempat ragu dengan apa yang didengarnya, mengingat tidak ada warga di lingkungannya yang sedang memiliki bayi yang baru lahir.
“Awalnya saya kira salah dengar, karena di kampung kami tidak ada bayi. Tapi suara tangisan itu terdengar lagi, bahkan semakin jelas,” ujar Andi saat ditemui di lokasi.
Didorong rasa penasaran sekaligus iba, Andi kemudian berusaha mencari sumber suara tersebut. Setelah menelusuri arah tangisan, ia terkejut saat menemukan seorang bayi yang tergeletak di atas rerumputan di sebuah kebun yang tidak jauh dari rumahnya.
Tanpa berpikir panjang, Andi segera mengangkat bayi tersebut dan membawanya pulang ke rumah untuk mendapatkan pertolongan. Selanjutnya, ia menghubungi Ketua RT setempat untuk melaporkan kejadian tersebut.
Berdasarkan keterangan warga dan hasil pemeriksaan awal, bayi tersebut berjenis kelamin perempuan dan diduga baru saja dilahirkan. Hal ini diperkuat dengan kondisi ari-ari yang masih menempel, menandakan bayi tersebut kemungkinan dibuang tidak lama setelah proses persalinan.
Tak lama kemudian, bidan desa setempat, Linda (35), tiba di lokasi untuk melakukan penanganan medis awal terhadap bayi tersebut. Dari hasil pemeriksaan, bayi diketahui memiliki berat badan 3.200 gram, panjang 48 sentimeter, serta lingkar dada sekitar 32 hingga 33 sentimeter.
“Bayi menangis kuat, tonus otot baik, dengan frekuensi pernapasan sekitar 44 kali per menit dan denyut jantung 142 kali per menit. Estimasi bayi ini baru lahir beberapa menit sebelum ditemukan,” jelas Linda.
Ia juga memastikan bahwa kondisi bayi dalam keadaan sehat. Penanganan awal yang dilakukan meliputi penghangatan tubuh, pemberian vitamin K, serta salep mata guna mencegah infeksi.
“Alhamdulillah kondisi bayi stabil dan sehat. Kami sudah melakukan tindakan medis dasar untuk memastikan keselamatannya,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Sukanagara, AKP Dedi, yang menerima laporan kejadian tersebut langsung mendatangi lokasi bersama aparat desa. Pihak kepolisian memastikan bahwa bayi tersebut akan mendapatkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan terdekat.

“Untuk sementara bayi dirawat oleh tenaga medis, kemungkinan di PONED atau ruang rawat Puskesmas Rawat Inap Sukanagara, guna memastikan kondisinya tetap stabil,” ujar AKP Dedi.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku yang tega meninggalkan bayi tersebut.
“Kami masih melakukan pendalaman terkait siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini,” tegasnya.
Hingga saat ini, bayi perempuan tersebut masih dalam pengawasan tim medis. Setelah dinyatakan benar-benar sehat, pihak berwenang akan mempertimbangkan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan proses adopsi sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Peristiwa ini pun menyita perhatian warga setempat yang merasa prihatin sekaligus berharap agar pelaku segera ditemukan dan bayi tersebut mendapatkan masa depan yang lebih baik.
Baca Juga:
Liga Jabar Istimewa Segera Digelar, Ajang Pencarian Bakat Pesepak Bola Muda Jawa Barat
Kapolri Apresiasi Program Rutilahu Polda Jabar, 168 Rumah Warga Berhasil Diperbaiki
Kerusuhan di DPRD Jabar: Gedung dan Kendaraan Terbakar, Gubernur Dedi Mulyadi Turun Tangan





















