Scroll untuk baca berita
HeadlineJawa BaratNEWS BIDIK CIANJURPeristiwa

Bayi Perempuan Ditemukan Terlantar di Kebun Warga Sukanagara, Kondisi Sehat dan Dalam Perawatan Medis

3127
×

Bayi Perempuan Ditemukan Terlantar di Kebun Warga Sukanagara, Kondisi Sehat dan Dalam Perawatan Medis

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, CIANJUR — Warga Kampung Cipendil, RT 02/RW 04, Desa Sukarame, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, digegerkan dengan penemuan seorang bayi perempuan yang diduga baru saja dilahirkan dan ditinggalkan di area kebun warga, Senin (23/3/2026) pagi.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Andi (44), seorang warga setempat, sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, ia mengaku mendengar suara tangisan bayi yang terdengar samar dari arah luar rumahnya. Awalnya, Andi sempat ragu dengan apa yang didengarnya, mengingat tidak ada warga di lingkungannya yang sedang memiliki bayi yang baru lahir.

“Awalnya saya kira salah dengar, karena di kampung kami tidak ada bayi. Tapi suara tangisan itu terdengar lagi, bahkan semakin jelas,” ujar Andi saat ditemui di lokasi.

Didorong rasa penasaran sekaligus iba, Andi kemudian berusaha mencari sumber suara tersebut. Setelah menelusuri arah tangisan, ia terkejut saat menemukan seorang bayi yang tergeletak di atas rerumputan di sebuah kebun yang tidak jauh dari rumahnya.

Tanpa berpikir panjang, Andi segera mengangkat bayi tersebut dan membawanya pulang ke rumah untuk mendapatkan pertolongan. Selanjutnya, ia menghubungi Ketua RT setempat untuk melaporkan kejadian tersebut.

Berdasarkan keterangan warga dan hasil pemeriksaan awal, bayi tersebut berjenis kelamin perempuan dan diduga baru saja dilahirkan. Hal ini diperkuat dengan kondisi ari-ari yang masih menempel, menandakan bayi tersebut kemungkinan dibuang tidak lama setelah proses persalinan.

Tak lama kemudian, bidan desa setempat, Linda (35), tiba di lokasi untuk melakukan penanganan medis awal terhadap bayi tersebut. Dari hasil pemeriksaan, bayi diketahui memiliki berat badan 3.200 gram, panjang 48 sentimeter, serta lingkar dada sekitar 32 hingga 33 sentimeter.

“Bayi menangis kuat, tonus otot baik, dengan frekuensi pernapasan sekitar 44 kali per menit dan denyut jantung 142 kali per menit. Estimasi bayi ini baru lahir beberapa menit sebelum ditemukan,” jelas Linda.

Ia juga memastikan bahwa kondisi bayi dalam keadaan sehat. Penanganan awal yang dilakukan meliputi penghangatan tubuh, pemberian vitamin K, serta salep mata guna mencegah infeksi.

“Alhamdulillah kondisi bayi stabil dan sehat. Kami sudah melakukan tindakan medis dasar untuk memastikan keselamatannya,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Sukanagara, AKP Dedi, yang menerima laporan kejadian tersebut langsung mendatangi lokasi bersama aparat desa. Pihak kepolisian memastikan bahwa bayi tersebut akan mendapatkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan terdekat.

“Untuk sementara bayi dirawat oleh tenaga medis, kemungkinan di PONED atau ruang rawat Puskesmas Rawat Inap Sukanagara, guna memastikan kondisinya tetap stabil,” ujar AKP Dedi.

Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku yang tega meninggalkan bayi tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman terkait siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini,” tegasnya.

Hingga saat ini, bayi perempuan tersebut masih dalam pengawasan tim medis. Setelah dinyatakan benar-benar sehat, pihak berwenang akan mempertimbangkan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan proses adopsi sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Peristiwa ini pun menyita perhatian warga setempat yang merasa prihatin sekaligus berharap agar pelaku segera ditemukan dan bayi tersebut mendapatkan masa depan yang lebih baik.

Baca Juga:

Liga Jabar Istimewa Segera Digelar, Ajang Pencarian Bakat Pesepak Bola Muda Jawa Barat

Kapolri Apresiasi Program Rutilahu Polda Jabar, 168 Rumah Warga Berhasil Diperbaiki

Kerusuhan di DPRD Jabar: Gedung dan Kendaraan Terbakar, Gubernur Dedi Mulyadi Turun Tangan

Headline

“Manajemen SPBU Wanarejan menegaskan bahwa operasional penyaluran BBM bersubsidi telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Mereka membantah tuduhan yang dimuat dalam pemberitaan sebelumnya, menyatakan tidak pernah dimintai konfirmasi sebelum berita dipublikasikan, serta meminta agar mekanisme hak jawab, hak koreksi, dan prinsip keberimbangan dalam Kode Etik Jurnalistik dihormati. Apabila tidak ada tindak lanjut, pihak SPBU menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum untuk melindungi nama baik perusahaan.”

Daerah

“Polres Pangandaran memastikan penanganan dugaan perusakan 63 pohon karet milik PTPN I Regional 2 masih berada pada tahap penyelidikan. Kepolisian menegaskan seluruh laporan akan diproses secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti, sementara masyarakat diminta menghormati proses hukum serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.”

Daerah

“Final Camat Cup 2026 di Alun-alun Malangbong berlangsung meriah dengan antusiasme ratusan penonton. Plt Camat Malangbong mengajak masyarakat menjaga sportivitas dan ketertiban, sementara KOK Malangbong mengapresiasi kerja keras panitia yang telah menyukseskan turnamen bola voli antar desa sebagai ajang pembinaan atlet sekaligus mempererat persatuan masyarakat.”

Aceh

“Dugaan aktivitas illegal logging di kawasan hutan lindung Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, KPH Wilayah IV, dan Satgas PKH bertindak tegas, transparan, serta mengusut tuntas apabila ditemukan indikasi keterlibatan pihak-pihak yang melindungi praktik pembalakan liar tersebut. Penegakan hukum tanpa pandang bulu dinilai menjadi kunci menyelamatkan hutan Aceh dari kerusakan yang semakin meluas.”

Daerah

“Diduga sebuah rumah di Ngemplak, Boyolali, digunakan sebagai lokasi penyimpanan dan penjualan LPG tanpa izin. Pemilik rumah mengaku bukan agen maupun pangkalan resmi serta menyampaikan adanya klaim keterlibatan pihak lain, termasuk menyebut oknum kepolisian sebagai ‘backing’. Seluruh pengakuan tersebut masih bersifat sepihak dan belum mendapat konfirmasi dari pihak yang disebut maupun aparat berwenang.”