Scroll untuk baca berita
Jawa BaratOlahragaPrestasi

Liga Jabar Istimewa Segera Digelar, Ajang Pencarian Bakat Pesepak Bola Muda Jawa Barat

3846
×

Liga Jabar Istimewa Segera Digelar, Ajang Pencarian Bakat Pesepak Bola Muda Jawa Barat

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK OLAHRAGA – Kompetisi sepak bola usia muda bertajuk Liga Jabar Istimewa (LJI) akan segera digelar di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat. Turnamen ini menjadi salah satu agenda penting dalam pembinaan serta pengembangan talenta pesepak bola muda di daerah.

Direktur Kompetisi Sepak Bola Usia Muda PSSI Jawa Barat sekaligus Ketua PSSI Kabupaten Bekasi, Hamun Sutisna, menyampaikan bahwa kompetisi tersebut direncanakan berlangsung pada bulan April hingga Mei mendatang. Saat ini, berbagai persiapan teknis tengah dimatangkan agar pelaksanaan liga dapat berjalan lancar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Menurut Hamun, Liga Jabar Istimewa akan mempertandingkan beberapa kelompok usia, yakni U-10, U-12, U-14, dan U-19. Pembagian kategori umur ini bertujuan memberikan ruang kompetisi yang sesuai dengan tahap perkembangan para pemain muda sehingga mereka dapat bertanding secara sehat, kompetitif, dan terarah.

“Liga Jabar Istimewa ini merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan bagi pemain muda di Jawa Barat. Kami ingin memberikan wadah kompetisi yang sehat sekaligus menjadi ajang pencarian bakat bagi pesepak bola usia dini,” ujar Hamun.

Ia menjelaskan bahwa kompetisi ini tidak hanya sekadar turnamen biasa, tetapi juga menjadi bagian dari proses talent scouting untuk menemukan pemain-pemain potensial yang dapat dibina lebih lanjut. Para pemain yang menunjukkan performa menonjol nantinya berpeluang direkomendasikan untuk mengikuti program pembinaan lanjutan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PSSI Jawa Barat, M. Jaelani Saputra, menegaskan bahwa Liga Jabar Istimewa (LJI) merupakan “candradimuka” pembinaan sepak bola Jawa Barat yang dirancang secara berjenjang. Menurutnya, kompetisi ini tidak hanya menjadi ruang pertandingan bagi pemain muda, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pembinaan yang berkelanjutan.

“LJI menjadi candradimuka bagi pembinaan sepak bola Jawa Barat yang berjenjang. Kompetisi ini dirancang untuk melahirkan pemain-pemain berkualitas yang nantinya dapat memperkuat klub maupun tim daerah. Ke depan, Liga Jabar Istimewa juga akan menjadi agenda tahunan PSSI Jawa Barat,” jelas Jaelani.

Pelaksanaan kompetisi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan sepak bola di berbagai daerah. Klub-klub sepak bola, sekolah sepak bola (SSB), hingga akademi sepak bola di seluruh Jawa Barat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam kompetisi tersebut.

Hamun menambahkan, kompetisi usia muda memiliki peran penting dalam membangun fondasi sepak bola yang kuat. Melalui kompetisi yang rutin dan terstruktur, para pemain muda dapat memperoleh pengalaman bertanding yang lebih matang sekaligus mengasah kemampuan teknis maupun mental mereka.

“Sepak bola tidak bisa berkembang tanpa kompetisi yang berjenjang. Oleh karena itu, Liga Jabar Istimewa menjadi salah satu langkah untuk memperkuat sistem pembinaan sejak usia dini,” tambahnya.

Lebih lanjut, pihak penyelenggara juga menargetkan agar kompetisi ini dapat menjadi salah satu barometer perkembangan sepak bola usia muda di Jawa Barat. Dengan jumlah peserta yang berasal dari berbagai daerah, diharapkan akan muncul pemain-pemain berbakat yang dapat memperkuat klub-klub profesional maupun tim daerah di masa depan.

Jawa Barat sendiri dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki tradisi kuat dalam melahirkan pesepak bola berbakat. Banyak pemain nasional lahir dari berbagai kabupaten dan kota di provinsi ini.

Dengan digelarnya Liga Jabar Istimewa, diharapkan proses pembinaan dan pencarian bakat dapat berjalan lebih sistematis. Selain menjadi ajang kompetisi, liga ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat sportivitas, kerja sama tim, serta kecintaan terhadap olahraga sepak bola di kalangan generasi muda.

Apabila seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, Liga Jabar Istimewa akan menjadi salah satu kompetisi sepak bola usia muda terbesar di Jawa Barat tahun ini, sekaligus membuka peluang lahirnya bintang-bintang sepak bola masa depan dari Tanah Pasundan. ⚽

Baca Juga:

Kapolri Apresiasi Program Rutilahu Polda Jabar, 168 Rumah Warga Berhasil Diperbaiki

Reses Anggota DPRD Jabar H. Akhmad Marjuki di Sukarukun, Serap Aspirasi Warga Sukatani

Menteri IMIPAS. dan Komisi I DPRD Jabar Apresiasi Program Pendidikan di Lapas Ciamis

Ribuan Butir Obat Keras Digerebek Sat Narkoba Polres Metro Bekasi, Bisnis Haram Berkedok Kontrakan Dibongkar

Tinggalkan Balasan

Daerah

Kutipan Berita:
“Prestasi luar biasa kembali ditorehkan SDN Neglasari, Kecamatan Pancatengah. Dalam ajang O2SN tingkat kecamatan tahun 2026, para siswa berhasil membawa pulang 9 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat juang siswa, guru, serta dukungan orang tua mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.”

Jawa Barat

KIM-PG Kabupaten Bekasi hingga kini belum menentukan sikap resmi terkait dukungan calon ketua Partai Golkar. Namun Ketua KIM-PG, Efendi Subandono, secara pribadi menyatakan dukungannya kepada H. Akhmad Marjuki SH MH sebagai figur yang dinilai paling layak memimpin Golkar Kabupaten Bekasi. Meski demikian, keputusan final menunggu struktur DPD Golkar Jawa Barat resmi dilantik pasca Musda XI.”

Daerah

“Polres Bogor membongkar jaringan pengoplosan LPG bersubsidi yang beroperasi di dua lokasi berbeda, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp13,2 miliar per bulan. Dari penggerebekan di Sukaraja dan Cileungsi, polisi mengamankan 793 tabung gas berbagai ukuran serta 76 alat suntik. Para pelaku diketahui meraup keuntungan hingga Rp1,3 miliar per hari dengan memindahkan isi gas 3 kilogram subsidi ke tabung 12 kilogram non-subsidi. Kapolres Bogor menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencuri hak masyarakat kecil yang berhak menerima subsidi.”

Headline

“Penggerebekan gudang pengoplosan LPG di Cileungsi membuka fakta mengejutkan: praktik ilegal yang berjalan sejak 2025 ini mampu meraup keuntungan hingga Rp13 miliar per bulan. Selain merugikan negara, aktivitas pemindahan gas bersubsidi ke tabung non-subsidi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan warga karena dilakukan tanpa standar keamanan. Polisi menegaskan, para pelaku dijerat UU Migas dan pasal pidana umum terkait perbuatan curang serta peredaran barang tidak sesuai standar.”