Scroll untuk baca berita
DaerahPeristiwaSulawesi Selatan

Diduga Marak, Praktik Mafia BBM Subsidi di Pinrang Berlangsung Bertahun-tahun

3038
×

Diduga Marak, Praktik Mafia BBM Subsidi di Pinrang Berlangsung Bertahun-tahun

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, SULSEL. Pinrang — Dugaan praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dan pertalite di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, kembali mencuat ke publik. Aktivitas ilegal tersebut disebut-sebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan diduga berjalan tanpa hambatan di sejumlah SPBU dan APMS.

Ketua Forum Pembangunan dan Pengawas Kinerja Pemerintah (FP2KP), Andi Agustan Tanri Tjoppo, saat dihubungi pada Selasa (24/3/2026), mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya telah membeberkan persoalan ini melalui media pada 23 Maret 2026.

Menurutnya, terdapat sedikitnya 10 SPBU dan 5 APMS di Kabupaten Pinrang yang kini menjadi sorotan publik. Sejumlah titik tersebut diduga menjadi lokasi distribusi ilegal BBM bersubsidi dalam skala besar.

“Modus yang digunakan antara lain pengisian BBM menggunakan puluhan jeriken, kendaraan dengan tangki yang telah dimodifikasi, hingga pengisian berulang kali,” ujarnya.

Ia juga menduga adanya keterlibatan oknum petugas di tingkat SPBU dan APMS yang turut memfasilitasi praktik tersebut. Bahkan, ia menyoroti dugaan pembiaran oleh aparat penegak hukum setempat.

“Praktik ini terkesan berjalan lancar dan aman. Kami menduga ada pembiaran, sehingga para pelaku semakin berani dan tidak lagi merasa takut,” tegasnya.

Dampak dari dugaan praktik ilegal ini turut dirasakan masyarakat, khususnya para sopir yang harus mengantre panjang untuk mendapatkan BBM bersubsidi. Kondisi ini dinilai semakin memperparah kelangkaan BBM di lapangan.

FP2KP pun mendesak aparat terkait untuk segera mengambil langkah tegas. Mereka meminta Kapolda Sulawesi Selatan, Pangdam XIV/Hasanuddin, serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk membentuk satuan tugas khusus.

“Kami mendorong dibentuknya Satgas Operasi Tangkap Tangan (OTT) guna memberantas mafia BBM subsidi, khususnya di Kabupaten Pinrang,” katanya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pengelola SPBU dan APMS yang disebutkan. Namun, keterbatasan akses komunikasi menjadi kendala dalam memperoleh keterangan resmi dari pihak terkait.

Baca Juga:

MAFIA BBM BERSUBSIDI DI KABUPATEN PINRANG DIDUGA BERJALAN LANCAR DAN AMAN.

Kapolres Nagan Raya Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying BBM, Stok BBM Dipastikan Aman

SPBU 44 522 04 Tengguli Tanjung Brebes Diduga Jadi Tempat Pengangsu Solar Subsidi

Dugaan Manipulasi BBM di SPBU Ketileng: Konsumen Dirugikan, Aparat Diminta Bertindak Tegas

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Turnamen Badminton Kapolres Cup VI bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi menjadi momentum mempererat kebersamaan, memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat, serta membuka ruang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Nagan Raya di masa depan,” ujar Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K. saat membuka turnamen dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. :::

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya meminta pemerintah pusat mempercepat pembangunan 647 hunian tetap bagi korban banjir di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Selain hunian, percepatan pembangunan sekolah permanen dan pemulihan infrastruktur jembatan yang rusak juga menjadi prioritas agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.”

Aceh

“Melalui pembinaan teknis lanjutan EPSS ini, kami berharap seluruh SKPK di Kabupaten Nagan Raya dapat memperkuat tata kelola statistik sektoral yang akurat, terintegrasi, dan terpercaya guna mendukung pengambilan kebijakan berbasis data serta meningkatkan nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Tahun 2026.” — Masitoh, S.K.M., M.K.M., Kabid Statistik Diskominfo Kabupaten Nagan Raya.

Aceh

“Seorang remaja bernama Kamaludin (15) dilaporkan hilang setelah terseret arus deras Sungai Krueng Tadu di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Jumat (1/5/2026). Hingga Minggu (3/5/2026), tim gabungan BPBD, SAR, dan aparat kepolisian masih terus melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai meski terkendala arus yang kuat dan medan sulit. Pihak keluarga masih menunggu dengan penuh harap di lokasi kejadian.”