Scroll untuk baca berita
https://newsbidik.com/wp-content/uploads/2026/02/Sebanyak-16-SPPG-Polri-telah-dilengkapi-fasilitas-penunjang-berbasis-kemandirian-pangan-mulai-d.webp
AcehHeadlineKesehatan

Keterbatasan Ambulans RS Sultan Iskandar Muda, DPRK–Pemkab Nagan Raya Didorong Segera Ambil Sikap

4321
×

Keterbatasan Ambulans RS Sultan Iskandar Muda, DPRK–Pemkab Nagan Raya Didorong Segera Ambil Sikap

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, Nagan Raya , eterbatasan armada ambulans di Rumah Sakit Sultan Iskandar Muda (RS SIM) Ujong Fatihah, Kabupaten Nagan Raya, menjadi sorotan masyarakat. Warga berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya dapat mengalokasikan anggaran pengadaan ambulans secara berkelanjutan demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya rujukan pasien ke Banda Aceh. Rabu, (24/12/2025)

Unissula Tegakkan Disiplin, Dosen Terlibat Insiden di RS Islam Sultan Agung Dijatuhi Sanksi

Saat ini, RS SIM hanya memiliki 7 unit ambulans aktif yang digunakan untuk melayani rujukan pasien, termasuk rujukan jarak jauh ke Banda Aceh. Kondisi tersebut kerap menimbulkan kendala di lapangan, terutama ketika ambulans masih dalam perjalanan kembali dari Banda Aceh sementara pasien lain membutuhkan rujukan mendesak.

Koordinator Ambulans RS SIM, Mahzal, saat ditemui awak media membenarkan kondisi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa keterbatasan armada sering memicu ketegangan dengan keluarga pasien yang menuntut pelayanan cepat.

“Sering terjadi adu mulut dengan keluarga pasien karena ambulans masih dalam perjalanan pulang dari Banda Aceh. Kondisi ini memang nyata terjadi,” ujarnya.

Mahzal menegaskan, kebutuhan ambulans tambahan sangat mendesak demi kelancaran pelayanan rujukan dan untuk menghindari keterlambatan penanganan pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan di rumah sakit rujukan.

Dugaan Kuat Oknum APH dan Media di Abdya Terima Upeti dari Tambang Emas Ilegal

Hal senada disampaikan sejumlah sopir ambulans RS SIM. Mereka mengakui keterlambatan rujukan sering terjadi akibat keterbatasan jumlah kendaraan, sementara permintaan rujukan terus meningkat.

“Ambulans yang tersedia hanya tujuh unit. Dengan jarak tempuh Banda Aceh yang jauh, sering kali terjadi keterlambatan dan itu memicu keluhan keluarga pasien,” ungkap salah satu sopir ambulans.

Kepemimpinan Terpusat Presiden Perkuat Stabilitas Nasional dalam Penanganan Banjir Sumatera

Masyarakat pun berharap DPRK dan Pemkab Nagan Raya dapat menjadikan persoalan ini sebagai prioritas, dengan mengalokasikan anggaran khusus untuk penambahan armada ambulans RS SIM. Penambahan fasilitas tersebut dinilai penting demi keselamatan pasien, kenyamanan keluarga, serta peningkatan mutu layanan kesehatan di Kabupaten Nagan Raya.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Pengungkapan ini merupakan bukti keseriusan kami dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Nagan Raya. Kami mengapresiasi peran serta masyarakat yang telah memberikan informasi sehingga tersangka beserta 42 gram sabu berhasil diamankan. Kami mengimbau masyarakat untuk terus bekerja sama dengan kepolisian demi menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Nagan Raya mewakili Kap

Aceh

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah hasil kerja keras seluruh personel,” ujar Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K., usai menerima penghargaan pada Rapim Polda Aceh Tahun 2026 di Banda Aceh.

Aceh

“Dugaan pembalakan liar di kawasan Hutan Ujong Lamie, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, disebut telah berlangsung berbulan-bulan tanpa penindakan tegas. Aktivitas penebangan kayu diduga dilakukan tanpa izin resmi sebagaimana diatur dalam UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan KPH Wilayah IV Aceh segera turun tangan mengusut tuntas dugaan pelanggaran yang berpotensi merugikan negara serta mengancam kelestarian lingkungan.”