Scroll untuk baca berita
AcehNEWS-BIDIK NAGANRAYA

Pemkab Nagan Raya Tinjau Langsung Penyaluran Bantuan Korban Banjir di Kuta Trieng

728
×

Pemkab Nagan Raya Tinjau Langsung Penyaluran Bantuan Korban Banjir di Kuta Trieng

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, Suka Makmue – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya bergerak cepat menindaklanjuti persoalan penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir hidrometeorologi di Gampong Kuta Trieng, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Selasa (12/5/2026). Kehadiran langsung jajaran pemerintah daerah tersebut bertujuan untuk memastikan proses bantuan berjalan lancar sekaligus menjawab berbagai keluhan masyarakat terkait bantuan rumah dan jaminan hidup.

Pertemuan bersama warga korban banjir itu dihadiri oleh Bupati Nagan Raya yang diwakili Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah, Ir. H. Hizbulwatan. Turut hadir Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K., bersama sejumlah pejabat daerah lainnya seperti Kepala Pelaksana BPBD Nagan Raya Irfanda Rinaldi, S.STP., Plt. Kepala Dinas Sosial Ali Munir, S.E., M.M., Ak., Kepala Dinas Kominfo Arafik Karim, MPA, Kepala Dinas Perkim Syafriadi Betra, S.T., Kasatpol PP-WH Saiful Bahri, S.H., M.H., Plt. Camat Darul Makmur, hingga anggota DPRK Nagan Raya Heri Yanda, S.AB.

Dalam dialog tersebut, pemerintah daerah mendengarkan langsung aspirasi masyarakat terkait bantuan rehabilitasi rumah yang rusak akibat banjir serta bantuan jaminan hidup atau jadup yang hingga kini masih dinantikan sebagian warga.

Melalui Kepala Pelaksana BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinaldi, pemerintah daerah menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran bantuan sebenarnya telah berjalan sesuai prosedur sebagaimana diterapkan di wilayah lain yang juga terdampak bencana. Menurutnya, masyarakat hanya perlu melengkapi sejumlah administrasi teknis agar bantuan dapat segera dicairkan.

Irfanda menjelaskan, persoalan yang muncul di lapangan lebih banyak dipicu oleh kurangnya kesamaan pemahaman antara informasi yang diterima masyarakat dengan proses teknis yang dijalankan pemerintah. Akibatnya, muncul anggapan bahwa bantuan belum berjalan sebagaimana mestinya.

Ia menegaskan bahwa Pemkab Nagan Raya terus melakukan pendampingan langsung kepada masyarakat penerima bantuan agar proses administrasi dapat segera diselesaikan. Bahkan, beberapa bantuan rumah warga di Gampong Kuta Trieng disebut telah memasuki tahap pengerjaan hingga 70 persen.

Pemerintah daerah berharap warga penerima bantuan dapat segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan agar seluruh proses penyaluran bantuan berjalan tanpa hambatan. Selain fokus pada bantuan rumah, Pemkab Nagan Raya juga sedang memproses bantuan jaminan hidup tahap kedua untuk para korban banjir.

Menurut Irfanda, pendataan calon penerima bantuan jadup tahap kedua telah selesai dilakukan dan saat ini usulannya sudah disampaikan ke Kementerian Sosial Republik Indonesia. Pemerintah daerah juga berkomitmen mengawal langsung proses tersebut agar bantuan dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan.

Sebagai bentuk keseriusan, pemerintah daerah bahkan menugaskan sejumlah pejabat terkait untuk datang langsung ke Kementerian Sosial guna mempercepat tindak lanjut pengusulan bantuan tersebut. Langkah ini dilakukan agar harapan masyarakat korban banjir bisa segera terwujud.

Sementara itu, salah seorang warga Gampong Lamie, Marzuki Yakob, menyampaikan apresiasinya kepada Bupati Nagan Raya beserta seluruh jajaran pemerintah daerah yang turun langsung menemui masyarakat. Ia menilai kehadiran pemerintah di tengah warga sangat penting karena mampu memberikan penjelasan yang lebih jelas terkait proses bantuan.

Menurut Marzuki, dengan adanya komunikasi langsung antara masyarakat dan pemerintah, informasi yang beredar menjadi lebih terang dan tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman di tengah warga terdampak banjir.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Seorang remaja bernama Kamaludin (15) dilaporkan hilang setelah terseret arus deras Sungai Krueng Tadu di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Jumat (1/5/2026). Hingga Minggu (3/5/2026), tim gabungan BPBD, SAR, dan aparat kepolisian masih terus melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai meski terkendala arus yang kuat dan medan sulit. Pihak keluarga masih menunggu dengan penuh harap di lokasi kejadian.”