Scroll untuk baca berita
AcehNAGANRAYANEWS-BIDIK NAGANRAYA

Truk Batu Bara Menuju PLTU 3-4 Terguling di Jalur Meulaboh–Nagan Raya, Warga Keluhkan Debu dan Truk Ugal-Ugalan

1334
×

Truk Batu Bara Menuju PLTU 3-4 Terguling di Jalur Meulaboh–Nagan Raya, Warga Keluhkan Debu dan Truk Ugal-Ugalan

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, Aceh Barat — Sebuah truk pengangkut batu bara yang hendak menuju PLTU 3-4 mengalami kecelakaan tunggal dan terguling di ruas jalan utama Meulaboh–Nagan Raya, tepatnya di Desa Peunaga Cut, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Kamis malam (14/5/2026) sekitar pukul 20.17 WIB.

Peristiwa tersebut sempat menghambat arus lalu lintas dan menarik perhatian warga sekitar yang berkerumun di lokasi kejadian. Muatan batu bara yang diangkut truk juga terlihat berserakan di badan jalan, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan yang melintas, terutama pengendara sepeda motor.

Sopir truk bernama Iqbal, saat ditemui awak media di lokasi kejadian, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika dirinya berupaya menghindari sepeda motor yang melintas secara tiba-tiba di depannya. Dalam kondisi panik, ia membanting setir ke arah kiri. Namun nahas, ban kendaraan yang dikemudikannya diduga meledak sehingga truk kehilangan keseimbangan dan akhirnya terguling di badan jalan.

“Waktu itu saya coba menghindari sepeda motor. Setelah banting setir, ban belakang tiba-tiba meledak dan mobil langsung oleng lalu terbalik,” ujar Iqbal.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kecelakaan itu kembali memunculkan keluhan masyarakat terkait aktivitas truk pengangkut batu bara yang setiap hari melintas di jalur Meulaboh–Nagan Raya menuju PLTU 3-4.

Sejumlah warga Desa Peunaga Cut yang diwawancarai di lokasi kejadian mengaku resah dengan tingginya intensitas kendaraan pengangkut batu bara yang melintas di kawasan mereka. Menurut warga, sebagian besar truk melaju dengan kecepatan tinggi dan kerap mengabaikan keselamatan pengguna jalan lain.

“Mobil pengangkut batu bara ini sering melaju kencang. Kami yang naik sepeda motor sangat khawatir karena selain ugal-ugalan, batu bara juga sering berjatuhan di sepanjang jalan,” ungkap Nasrul, salah seorang warga setempat.

Keluhan serupa juga disampaikan Zainal Abidin. Ia menilai aktivitas angkutan batu bara tidak hanya membahayakan pengguna jalan, tetapi juga berdampak pada lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

Menurutnya, serpihan dan debu batu bara yang tercecer di badan jalan sering beterbangan saat cuaca panas. Kondisi itu dinilai sangat mengganggu warga maupun pengendara yang melintas setiap hari.

“Kalau cuaca panas, debunya sangat terasa. Jalan jadi kotor dan licin. Pengendara motor sering kena dampaknya. Ini harus segera ditertibkan,” kata Zainal.

Selain debu yang beterbangan, warga juga menyoroti batu bara yang berserakan hingga ke halaman rumah penduduk akibat muatan truk yang tidak tertutup sempurna. Mereka berharap pihak perusahaan maupun pengelola transportasi batu bara bertanggung jawab untuk membersihkan material yang tercecer.

Masyarakat Desa Peunaga Cut meminta pemerintah daerah, khususnya Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Barat, agar segera turun tangan melakukan pengawasan dan penertiban terhadap kendaraan pengangkut batu bara yang melintas di jalur tersebut.

Warga berharap ada aturan yang lebih tegas terkait batas kecepatan kendaraan, standar keselamatan angkutan, hingga kewajiban menutup muatan agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

“Kami minta pemerintah jangan tutup mata. Truk-truk ini harus ditertibkan sebelum ada korban jiwa,” tegas warga.

Peristiwa tergulingnya truk batu bara itu menambah daftar panjang kecelakaan kendaraan angkutan berat di jalur Meulaboh–Nagan Raya. Warga berharap kejadian tersebut menjadi perhatian serius bagi pihak terkait agar keselamatan pengguna jalan dan kenyamanan masyarakat tidak terus terabaikan.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Turnamen Badminton Kapolres Cup VI bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi menjadi momentum mempererat kebersamaan, memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat, serta membuka ruang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Nagan Raya di masa depan,” ujar Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K. saat membuka turnamen dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. :::

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya meminta pemerintah pusat mempercepat pembangunan 647 hunian tetap bagi korban banjir di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Selain hunian, percepatan pembangunan sekolah permanen dan pemulihan infrastruktur jembatan yang rusak juga menjadi prioritas agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.”

Aceh

“PT Sofindo Seunagan kembali menunjukkan komitmennya terhadap kesehatan dan keselamatan kerja dengan menggelar Medical Check Up (MCU) bagi seluruh karyawan dan buruh pekerja. Pemeriksaan kesehatan yang berlangsung selama 2-4 Juni 2026 ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam memastikan kondisi kesehatan tenaga kerja tetap terjaga sekaligus mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat, aman, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.”

Aceh

Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan yang diucapkan setiap peringatan 1 Juni. Nilai-nilainya harus hadir dalam tindakan nyata, mulai dari menghormati perbedaan, menjaga persatuan, hingga mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Masa depan bangsa tidak ditentukan oleh seberapa lantang kita menyebut Pancasila, tetapi oleh seberapa konsisten kita mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.”

Aceh

“Melalui pembinaan teknis lanjutan EPSS ini, kami berharap seluruh SKPK di Kabupaten Nagan Raya dapat memperkuat tata kelola statistik sektoral yang akurat, terintegrasi, dan terpercaya guna mendukung pengambilan kebijakan berbasis data serta meningkatkan nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Tahun 2026.” — Masitoh, S.K.M., M.K.M., Kabid Statistik Diskominfo Kabupaten Nagan Raya.