NEWS BIDIK, Aceh . Mengunakan bahan Kimia Berupa Sianida ( NaCN ) Mercuri dalam pertambangan emas menimbulkan , Bahaya Kesehatan Manusia merkuri dan sianida, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat menyebabkan kerusakan kesehatan jangka panjang dan permanen:
Kerusakan Sistem Saraf Pusat: Merkuri dapat merusak otak dan sistem saraf, menyebabkan gejala seperti tremor (gemetar), iritabilitas, perubahan perilaku, gangguan pendengaran dan kognitif, hingga kematian.Cacat Lahir , merkuri pada ibu hamil dapat menembus plasenta dan merusak janin, menyebabkan cacat bawaan dan kerusakan otak.
Baca juga
Keracunan Akut: Sianida adalah racun yang mematikan jika tertelan atau terhirup dalam jumlah yang cukup, mengganggu kemampuan tubuh untuk menggunakan oksigen. Penyakit Paru-paru: Pekerja tambang berisiko menghirup uap merkuri saat proses pembakaran amalgam, atau debu silika, yang dapat menyebabkan penyakit paru-paru serius seperti silikosis. Minggu, (25/01/2026).
Dampak Buruk bagi Lingkungan
Limbah tambang yang mengandung bahan kimia beracun ini sering dibuang langsung ke lingkungan, menyebabkan kerusakan ekosistem yang meluas Pencemaran Air dan Tanah: Merkuri dan sianida mencemari sungai, danau, dan tanah, mengubah kualitas fisik dan kimia air serta menurunkan kesuburan tanah. Bahan kimia ini sulit terurai dan dapat bertahan di lingkungan selama puluhan tahun.
Baca juga
Bupati Aceh Barat Tarmizi Tekankan Efisiensi Anggaran dan Peningkatan PAD di Tengah Defisit Daerah
Kerusakan Ekosistem Perairan: Biota laut dan air tawar sangat rentan terhadap keracunan merkuri. Merkuri dapat terakumulasi dalam rantai makanan (bioakumulasi), yang berarti ikan yang terkontaminasi akan membahayakan manusia atau hewan lain yang memakannya.
Perubahan Bentang Alam , Aktivitas penambangan, terutama yang ilegal, juga menyebabkan kerusakan struktur tanah yang dapat memicu bencana alam seperti longsor dan banjir Pemerintah Indonesia melarang penggunaan merkuri dalam penambangan emas karena dampak negatifnya yang luas dan berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Baca juga
Kapolda Aceh Pimpin Sertijab Empat Pejabat Utama dan Dua Kapolres
Diminta Ditjen Minerba ESDM dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menindak usut tuntas penggunaan bahan Kimia bagi penambang emas di Aceh khususnya Aceh Barat Daya disaat Tim Liputan Khusus propinsi Aceh investasi benar adanya makin hari semakin meningkat masyarakat penambang memakai bahan Kimia demi anak anak bangsa penerus generasi Bangsa
Diharapkan Aparat Penegak Hukum -APH untuk menertibkan tambang tambang emas Rakyat di Aceh Barat Daya pemakaian bahan kimia sianida dan Mercuri dampak tercemarnya lingkungan wilayah pedesaan yang mengunakan bahan Kimia tersebut demi kesehatan masyarakat lingkungan tersebut.( Tim liputan khusus Aceh)






















