Scroll untuk baca berita
Jawa TengahJepara

Diduga Mark-Up, Proyek Pelebaran Jalan di Desa Jambu Timur Jadi Sorotan

1282
×

Diduga Mark-Up, Proyek Pelebaran Jalan di Desa Jambu Timur Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//Jepara — Proyek pelebaran jalan di Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, yang bersumber dari Dana Desa tahun 2025, menuai sorotan publik. Pekerjaan senilai Rp80 juta tersebut diduga sarat praktik penyelewengan oleh pihak pemerintah desa.

Pantauan di lokasi, proyek yang terletak di RT 25 RW 05 itu dikerjakan oleh sekitar empat orang warga, berlangsung selama tiga hari, dan menggunakan truk molen. Namun tidak tampak adanya material tambahan yang disiapkan di sekitar lokasi pekerjaan.

Proyek ini hampir rampung ketika awak media mencoba mengonfirmasi pihak pelaksana kegiatan (PK) yang juga merangkap sebagai Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), berinisial E. Saat dikonfirmasi terkait rincian Rencana Anggaran Biaya (RAB), E justru merespons dengan nada tinggi. Senen. (30/6/2025).

“Memang saya sebagai pelaksana kegiatan dan juga TPK sudah mengerjakan sesuai RAB,” ujar E dengan nada keras.

Saat ditanya lebih lanjut soal transparansi RAB, E justru menantang dan mempertanyakan posisi awak media.

“Terkait mau melihat RAB, emang kamu sebagai apa? Yang berhak memeriksa kegiatan pembangunan hanya inspektorat. Kalau mau menanyakan, langsung saja ke petinggi A,” imbuhnya dengan nada ketus.

Publik berharap penggunaan Dana Desa yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah itu benar-benar dikelola secara transparan, tepat sasaran, dan tidak dijadikan bancakan oleh oknum perangkat desa. Pasalnya, Dana Desa seharusnya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, bukan untuk memperkaya segelintir pihak.

Pihak inspektorat dan aparat penegak hukum diharapkan turun melakukan audit serta pengawasan agar tidak terjadi kerugian negara dan praktik korupsi yang merugikan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Jawa Tengah

Pembangunan revitalisasi SMP Tahfidz Annur Tahunan Jepara kembali disorot. Temuan di lapangan menunjukkan sejumlah bagian bangunan diduga tidak sesuai spesifikasi, mulai dari pengecoran hingga atap yang dinilai tidak memenuhi standar. Minimnya pengawasan proyek turut menjadi sorotan, sementara panitia tetap optimistis pekerjaan selesai sebelum tenggat, meski progres dinilai jauh dari target.”

Jawa Tengah

Dugaan pungutan liar dalam pelaksanaan Program PTSL di Desa Kawengen semakin menguat setelah ratusan warga mengaku dipungut biaya Rp500.000 per bidang tanah, jauh di atas ketentuan resmi. Meski Kepala Desa Marjani berdalih biaya tersebut telah disepakati dan diketahui sejumlah pihak, warga menilai praktik ini sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang yang harus segera ditindaklanjuti Aparat Penegak Hukum (APH). Media dan warga mendesak investigasi penuh untuk memastikan transparansi dan keadilan dalam program sertifikasi tanah tersebut.”

Jawa Tengah

Gudang diduga menjadi pusat penimbunan solar bersubsidi di Desa Sruwen, Tengaran, Kabupaten Semarang akhirnya terbongkar. Tim investigasi menemukan puluhan tandon 1.000 liter, mesin pompa besar, serta jejak aktivitas armada mobil yang keluar-masuk membawa BBM dari berbagai SPBU. Warga mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan mafia solar yang merugikan negara hingga miliaran rupiah.”

Jawa Tengah

“Warga mendesak Dinas Imigrasi Jawa Tengah mengambil langkah tegas terkait dugaan keberadaan tenaga kerja asing (TKA) ilegal yang bekerja tanpa izin di Kawasan Industri Kendal (KIK). Temuan adanya mess penampungan, upah di bawah standar, hingga ketiadaan BPJS dan K3 memperkuat dugaan praktik pelanggaran ketenagakerjaan oleh perusahaan. Kasus ini kini menjadi sorotan dan menunggu tindakan nyata dari pihak berwenang.”

Hukum & Kriminal

Temuan di lapangan memperlihatkan adanya dugaan kuat penyimpangan pada proyek revitalisasi SD Negeri 2 Geneng Jepara. Pekerjaan yang seharusnya dilaksanakan dengan mekanisme swakelola justru dikerjakan oleh pihak rekanan, sehingga menimbulkan tanda tanya besar terkait transparansi, mutu, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Lembaga dan tim media berencana membawa temuan ini ke BPK serta Kejaksaan untuk memastikan ada penegakan hukum yang tegas.”

Jawa Tengah

Proyek pembangunan jalan masuk selatan UIN Salatiga kembali menjadi sorotan setelah tim investigasi menemukan dugaan penyimpangan di lapangan. Mulai dari papan proyek yang tidak dipasang, pekerjaan saluran air yang tidak sesuai standar, hingga dugaan penggunaan solar subsidi untuk alat berat. Minimnya transparansi pihak kontraktor kian menguatkan desakan agar KPK dan instansi terkait segera melakukan audit terhadap proyek bernilai miliaran rupiah ini.”