Scroll untuk baca berita
HeadlineJakarta

Presiden Prabowo Mulai Lawatan ke Timur Tengah, Kunjungi Lima

535
×

Presiden Prabowo Mulai Lawatan ke Timur Tengah, Kunjungi Lima

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK.,Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memulai rangkaian kunjungan kenegaraan ke kawasan Timur Tengah

pada Rabu,(9 /4/2025). Presiden bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 01.05 WIB menggunakan pesawat kenegaraan menuju Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA).

Dalam lawatan ini, Presiden Prabowo dijadwalkan mengunjungi lima negara, yaitu PEA, Turki, Mesir, Qatar, dan Yordania. Tujuan kunjungan ini adalah untuk memperkuat hubungan bilateral serta membahas isu-isu strategis, termasuk geopolitik, geoekonomi, dan kerja sama di berbagai bidang.

Pertemuan dengan Presiden PEA

Di Abu Dhabi, Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Presiden PEA, Mohammed bin Zayed Al Nahyan. “Yang pertama, saya akan ke Abu Dhabi untuk bertemu dengan Presiden Uni Emirat Arab, Yang Mulia Muhammad bin Zayed, guna melakukan konsultasi dan tukar pikiran tentang perkembangan geopolitik dan geoekonomi dunia saat ini,” ujar Presiden Prabowo.

Kunjungan Balasan ke Turki dan Partisipasi di Antalya Diplomacy Forum

Dari PEA, Presiden melanjutkan perjalanan ke Turki untuk melakukan kunjungan kenegaraan sebagai balasan atas kunjungan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, sebelumnya. Selain itu, Presiden Prabowo akan menghadiri Antalya Diplomacy Forum dan menjadi pembicara pada sesi leader’s talk.

“Di Antalya, saya juga akan berkonsultasi dengan Presiden Erdogan mengenai isu geopolitik, geoekonomi, serta kerja sama di bidang industri, perdagangan, pendidikan, dan kebudayaan. Hubungan kita dengan Turki cukup luas dan komprehensif,” kata Presiden.

Lawatan ke Mesir dan Qatar

Selanjutnya, Presiden dan rombongan terbatas akan menuju Kairo, Mesir, untuk bertemu dengan Presiden Abdul Fattah El-Sisi. Setelah itu, Presiden dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Doha, Qatar.

“Saya akan terbang ke Doha, Qatar, untuk melaksanakan kunjungan kenegaraan, menyelesaikan sejumlah kesepakatan strategis antara Qatar dan Indonesia, serta menandatangani berbagai perjanjian penting,” jelas Presiden Prabowo.

Penutupan Lawatan di Yordania

Presiden akan menutup kunjungan luar negerinya di Yordania, dengan melakukan kunjungan kenegaraan dan pertemuan dengan Raja Abdullah II. “Dari situ (Qatar), saya akan ke Jordan untuk kembali melaksanakan konsultasi dengan Raja Abdullah II,” ungkap Presiden.

Rombongan Presiden dan Pejabat yang Melepas Keberangkatan

Dalam lawatan ini, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Sementara itu, yang turut melepas keberangkatan Presiden di Halim adalah Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

(BPMI Setpres)

Tinggalkan Balasan

Aceh

“LSM GMBI Aceh mendesak audit menyeluruh dana kebencanaan Kota Langsa setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian data penerima bantuan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai lemah, sehingga berpotensi mencederai keadilan bagi korban banjir. Audit independen dianggap penting untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik

Headline

“Penggerebekan gudang pengoplosan LPG di Cileungsi membuka fakta mengejutkan: praktik ilegal yang berjalan sejak 2025 ini mampu meraup keuntungan hingga Rp13 miliar per bulan. Selain merugikan negara, aktivitas pemindahan gas bersubsidi ke tabung non-subsidi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan warga karena dilakukan tanpa standar keamanan. Polisi menegaskan, para pelaku dijerat UU Migas dan pasal pidana umum terkait perbuatan curang serta peredaran barang tidak sesuai standar.”

Headline

“Dugaan praktik mafia BBM bersubsidi di Kabupaten Pinrang disebut masih berjalan lancar dan aman. Kondisi ini memicu kelangkaan solar dan pertalite, antrean panjang di SPBU, serta menyulitkan masyarakat seperti nelayan, petani, dan sopir angkutan. FP2KP mendesak aparat penegak hukum segera melakukan tindakan tegas dan operasi tangkap tangan guna memberantas praktik ilegal tersebut.”

Headline

“Warga miskin di Desa Waled, Cirebon, mengeluhkan sulitnya akses mobil desa untuk berobat. Di tengah kondisi ekonomi yang terbatas, mereka justru harus mengeluarkan biaya besar hingga ratusan ribu rupiah untuk transportasi. Padahal, fasilitas desa seharusnya diprioritaskan bagi masyarakat yang membutuhkan, bukan dipersulit.”