DaerahHeadlineJawa BaratNEWSBIDIK PANGANDARANPeristiwaPOLRI

Duka di Pantai Timur Pangandaran, Remaja 14 Tahun Ditemukan Meninggal Usai Tenggelam

1086
×

Duka di Pantai Timur Pangandaran, Remaja 14 Tahun Ditemukan Meninggal Usai Tenggelam

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, PANGANDARAN — Jabar, Peristiwa tragis kembali terjadi di kawasan Pantai Timur Pangandaran. Seorang remaja bernama Muhamad Luthfi Padilah (14), warga Dusun Kalapa Tiga, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan tenggelam pada Jumat (27/3/2026).

Insiden tersebut bermula pada Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WIB, ketika korban dilaporkan terseret arus laut di kawasan Pantai Pelabuhan Cikidang. Lokasi ini dikenal memiliki karakter arus yang cukup kuat, terutama pada waktu-waktu tertentu. Kejadian itu segera memicu upaya pencarian intensif yang melibatkan nelayan setempat bersama aparat gabungan dari kepolisian.

Sepanjang hari, proses pencarian dilakukan dengan menyisir area perairan di sekitar lokasi kejadian. Nelayan turut berperan aktif dengan menebar jaring sebagai bagian dari upaya menemukan korban. Hingga akhirnya, pada malam hari sekitar pukul 21.15 WIB, korban berhasil ditemukan.

Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan tidak jauh dari titik awal tenggelam. “Korban ditemukan oleh nelayan yang sedang memeriksa jaring. Lokasinya berada di Pantai Timur dengan jarak kurang lebih 200 meter dari lokasi awal kejadian,” ungkapnya.

Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi ke darat sebelum dibawa ke rumah duka. Aparat dari Polres Pangandaran langsung melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari olah tempat kejadian perkara hingga proses identifikasi. Tim yang terlibat terdiri dari Satpolairud, Satreskrim, unit identifikasi, serta Sidokkes bersama personel Polsek Pangandaran.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh tim medis Sidokkes Polres Pangandaran, korban diperkirakan telah berada di dalam air selama kurang lebih 12 jam. Sejumlah tanda-tanda khas korban tenggelam ditemukan, di antaranya busa halus pada hidung dan mulut, kondisi kulit yang mengalami maserasi, serta munculnya lebam mayat. Selain itu, terdapat luka lecet pada bagian lutut kiri yang diduga akibat benturan dengan benda keras saat berada di dalam air.

AKBP Ikrar menegaskan bahwa hasil identifikasi memastikan korban adalah remaja yang sebelumnya dilaporkan hilang. “Setelah proses identifikasi selesai, jenazah langsung kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.

Pihak keluarga diketahui menolak dilakukan autopsi dan memilih agar proses pemakaman dilaksanakan secara kekeluargaan. Keputusan tersebut dihormati oleh pihak kepolisian sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Lebih lanjut, Kapolres memastikan bahwa seluruh tahapan penanganan telah dilakukan secara maksimal. Mulai dari penerimaan laporan, proses pencarian, evakuasi, hingga identifikasi korban, semuanya telah dijalankan sesuai standar operasional.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga diberikan ketabahan. Seluruh rangkaian penanganan sudah kami laksanakan dengan optimal,” tambahnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah perairan, khususnya di Pantai Timur Pangandaran yang memiliki potensi bahaya arus laut. Kepolisian pun mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk lebih berhati-hati serta mematuhi imbauan keselamatan demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang

Baca Juga:

Nekat Berenang di Area Terlarang, Remaja 14 Tahun Hilang Digulung Ombak Pangandaran

Remaja Penyelamat Teman Ditemukan Meninggal di Pantai Timur Pangandaran

Tinggalkan Balasan

Daerah

“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Nagan Raya membutuhkan sinergi, komitmen, dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil monitoring, memastikan realisasi anggaran berjalan optimal, serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.”

Aceh

“Monitoring dan evaluasi kesiapan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pidie menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan yang telah dilaksanakan dapat segera ditindaklanjuti dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu mempercepat operasionalisasi koperasi sebagai penggerak ekonomi gampong, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian desa.”

Jawa Barat

Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tidak secara otomatis menghilangkan hak masyarakat untuk menerima bantuan sosial. Pekerja informal, termasuk peserta mandiri dan pekerja dengan upah di bawah UMK, tetap berhak mendapatkan bansos sepanjang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.”

Headline

Dugaan adanya praktik pembekingan tambang emas ilegal di Kabupaten Lebak, Banten, memunculkan pertanyaan publik terhadap efektivitas pengawasan dan penegakan hukum. Dugaan keterlibatan oknum aparat berpangkat bintang dua perlu diusut secara profesional, transparan, dan berdasarkan bukti guna memastikan kebenaran informasi serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Jakarta

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan komitmennya membenahi institusi Polri melalui peningkatan pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, serta penguatan kedekatan dengan masyarakat. Melalui program Polisi Bersama Masyarakat, Polri diarahkan untuk semakin profesional, responsif, dan hadir dalam menjawab berbagai persoalan keamanan dan ketertiban, termasuk pemberantasan narkotika, penyelundupan, dan judi online.