Scroll untuk baca berita
DaerahHeadlineJawa BaratNEWSBIDIK PANGANDARANPeristiwaPOLRI

Duka di Pantai Timur Pangandaran, Remaja 14 Tahun Ditemukan Meninggal Usai Tenggelam

851
×

Duka di Pantai Timur Pangandaran, Remaja 14 Tahun Ditemukan Meninggal Usai Tenggelam

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, PANGANDARAN — Jabar, Peristiwa tragis kembali terjadi di kawasan Pantai Timur Pangandaran. Seorang remaja bernama Muhamad Luthfi Padilah (14), warga Dusun Kalapa Tiga, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan tenggelam pada Jumat (27/3/2026).

Insiden tersebut bermula pada Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WIB, ketika korban dilaporkan terseret arus laut di kawasan Pantai Pelabuhan Cikidang. Lokasi ini dikenal memiliki karakter arus yang cukup kuat, terutama pada waktu-waktu tertentu. Kejadian itu segera memicu upaya pencarian intensif yang melibatkan nelayan setempat bersama aparat gabungan dari kepolisian.

Sepanjang hari, proses pencarian dilakukan dengan menyisir area perairan di sekitar lokasi kejadian. Nelayan turut berperan aktif dengan menebar jaring sebagai bagian dari upaya menemukan korban. Hingga akhirnya, pada malam hari sekitar pukul 21.15 WIB, korban berhasil ditemukan.

Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan tidak jauh dari titik awal tenggelam. “Korban ditemukan oleh nelayan yang sedang memeriksa jaring. Lokasinya berada di Pantai Timur dengan jarak kurang lebih 200 meter dari lokasi awal kejadian,” ungkapnya.

Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi ke darat sebelum dibawa ke rumah duka. Aparat dari Polres Pangandaran langsung melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari olah tempat kejadian perkara hingga proses identifikasi. Tim yang terlibat terdiri dari Satpolairud, Satreskrim, unit identifikasi, serta Sidokkes bersama personel Polsek Pangandaran.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh tim medis Sidokkes Polres Pangandaran, korban diperkirakan telah berada di dalam air selama kurang lebih 12 jam. Sejumlah tanda-tanda khas korban tenggelam ditemukan, di antaranya busa halus pada hidung dan mulut, kondisi kulit yang mengalami maserasi, serta munculnya lebam mayat. Selain itu, terdapat luka lecet pada bagian lutut kiri yang diduga akibat benturan dengan benda keras saat berada di dalam air.

AKBP Ikrar menegaskan bahwa hasil identifikasi memastikan korban adalah remaja yang sebelumnya dilaporkan hilang. “Setelah proses identifikasi selesai, jenazah langsung kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.

Pihak keluarga diketahui menolak dilakukan autopsi dan memilih agar proses pemakaman dilaksanakan secara kekeluargaan. Keputusan tersebut dihormati oleh pihak kepolisian sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Lebih lanjut, Kapolres memastikan bahwa seluruh tahapan penanganan telah dilakukan secara maksimal. Mulai dari penerimaan laporan, proses pencarian, evakuasi, hingga identifikasi korban, semuanya telah dijalankan sesuai standar operasional.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga diberikan ketabahan. Seluruh rangkaian penanganan sudah kami laksanakan dengan optimal,” tambahnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah perairan, khususnya di Pantai Timur Pangandaran yang memiliki potensi bahaya arus laut. Kepolisian pun mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk lebih berhati-hati serta mematuhi imbauan keselamatan demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang

Baca Juga:

Nekat Berenang di Area Terlarang, Remaja 14 Tahun Hilang Digulung Ombak Pangandaran

Remaja Penyelamat Teman Ditemukan Meninggal di Pantai Timur Pangandaran

Tinggalkan Balasan

Jawa Barat

KIM-PG Kabupaten Bekasi hingga kini belum menentukan sikap resmi terkait dukungan calon ketua Partai Golkar. Namun Ketua KIM-PG, Efendi Subandono, secara pribadi menyatakan dukungannya kepada H. Akhmad Marjuki SH MH sebagai figur yang dinilai paling layak memimpin Golkar Kabupaten Bekasi. Meski demikian, keputusan final menunggu struktur DPD Golkar Jawa Barat resmi dilantik pasca Musda XI.”

Daerah

“Akta cerai atas nama mempelai perempuan tidak pernah tercatat di Pengadilan Agama Jepara. Pernikahan tersebut juga tidak diproses melalui desa maupun KUA, sehingga kuat dugaan dilakukan dengan menggunakan modin aspal,” ungkap Modin Desa Kancilan, Luqman H., menegaskan adanya kejanggalan dalam administrasi pernikahan warga Kancilan yang berlangsung pada 29 Maret 2026.

Aceh

“LSM GMBI Aceh mendesak audit menyeluruh dana kebencanaan Kota Langsa setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian data penerima bantuan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai lemah, sehingga berpotensi mencederai keadilan bagi korban banjir. Audit independen dianggap penting untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik

Daerah

“Polres Bogor membongkar jaringan pengoplosan LPG bersubsidi yang beroperasi di dua lokasi berbeda, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp13,2 miliar per bulan. Dari penggerebekan di Sukaraja dan Cileungsi, polisi mengamankan 793 tabung gas berbagai ukuran serta 76 alat suntik. Para pelaku diketahui meraup keuntungan hingga Rp1,3 miliar per hari dengan memindahkan isi gas 3 kilogram subsidi ke tabung 12 kilogram non-subsidi. Kapolres Bogor menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencuri hak masyarakat kecil yang berhak menerima subsidi.”

Headline

“Penggerebekan gudang pengoplosan LPG di Cileungsi membuka fakta mengejutkan: praktik ilegal yang berjalan sejak 2025 ini mampu meraup keuntungan hingga Rp13 miliar per bulan. Selain merugikan negara, aktivitas pemindahan gas bersubsidi ke tabung non-subsidi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan warga karena dilakukan tanpa standar keamanan. Polisi menegaskan, para pelaku dijerat UU Migas dan pasal pidana umum terkait perbuatan curang serta peredaran barang tidak sesuai standar.”