Scroll untuk baca berita
Jawa BaratPOLRES PANGANDARANPOLRI

Nekat Berenang di Area Terlarang, Remaja 14 Tahun Hilang Digulung Ombak Pangandaran

1154
×

Nekat Berenang di Area Terlarang, Remaja 14 Tahun Hilang Digulung Ombak Pangandaran

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, Pangandaran — Insiden kecelakaan laut kembali terjadi di kawasan Pantai Timur Pangandaran pada Jumat pagi, sekitar pukul 08.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang remaja berusia 14 tahun dilaporkan hilang setelah terseret arus laut yang kuat, sementara satu korban lainnya berhasil diselamatkan.

Korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Muhamad Luthfi Padilah (14), pelajar asal Dusun Kalapa Tiga, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran. Adapun korban selamat, Muhamad Harian Azam (11), berasal dari wilayah yang sama dan saat ini dalam kondisi aman. Jum’at, (27/3/2026)

Baca Juga:

Sentuhan Humanis Polres Pangandaran, Pos Terpadu “Ikan Marlin” Jadi Rest Area Favorit Pemudik 

Berdasarkan keterangan saksi mata, Yahdi Muhajatun Arifin (16), kejadian bermula saat dirinya bersama kedua korban berada di area pantai yang bukan merupakan zona wisata maupun area yang diperuntukkan untuk berenang. Saat itu, kedua korban berenang di sekitar area breakwater atau pemecah ombak, sementara saksi berada di atas struktur tersebut.

Tidak lama berselang, ombak tinggi disertai arus kuat tiba-tiba menyeret kedua korban ke arah laut lepas. Melihat situasi tersebut, saksi segera berinisiatif memberikan pertolongan dengan berenang mendekati korban. Namun, upaya penyelamatan tidak berjalan mulus. Kuatnya arus dan hantaman ombak membuat salah satu korban terlepas dari jangkauan.

Baca Juga:

Kapolres Pangandaran Ingatkan Warga Amankan Rumah Saat Mudik Lebaran 

Saksi akhirnya berhasil menyelamatkan Azam dan membawanya kembali ke tepi pantai. Sementara itu, Luthfi tidak terlihat lagi di permukaan air dan diduga terseret lebih jauh ke tengah laut. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut kemudian turut membantu melakukan pencarian secara manual di lokasi.

Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, menjelaskan bahwa lokasi kejadian bukanlah area resmi untuk aktivitas wisata maupun berenang. Ia menegaskan bahwa kawasan tersebut merupakan bagian dari pesisir kampung yang tidak dilengkapi dengan pengawasan atau petugas penjaga pantai.

“Lokasi ini bukan zona wisata, melainkan area pantai biasa yang tidak memiliki pengamanan. Saat kejadian pun suasana relatif sepi sehingga tidak ada pengawasan di sekitar lokasi,” ungkapnya.

Pihak kepolisian, lanjutnya, telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari menerima laporan, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), hingga berkoordinasi dengan tim gabungan untuk melakukan pencarian korban yang hilang. Upaya pencarian terus dilakukan dengan melibatkan unsur terkait, termasuk relawan dan warga setempat.

Baca Juga:

Kapolres Pangandaran Tinjau Pospam Operasi Ketupat Lodaya 2026, Pastikan Layanan Mudik dan Wisata Optimal 

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di wilayah pantai, terutama di area yang tidak ditetapkan sebagai zona aman. Kondisi cuaca dan gelombang laut yang tidak menentu dinilai menjadi faktor risiko yang sangat tinggi bagi keselamatan.

“Mengingat kondisi ombak saat ini cukup tinggi dan arus laut sangat kuat, kami mengingatkan masyarakat agar tidak berenang di lokasi yang tidak diawasi. Gunakan area yang telah ditentukan demi keselamatan bersama,” tegasnya.

Hingga laporan ini diturunkan, proses pencarian terhadap korban masih terus berlangsung. Tim gabungan masih menyisir area perairan di sekitar lokasi kejadian dengan harapan korban segera ditemukan.

Daerah

“Polres Pangandaran memastikan penanganan dugaan perusakan 63 pohon karet milik PTPN I Regional 2 masih berada pada tahap penyelidikan. Kepolisian menegaskan seluruh laporan akan diproses secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti, sementara masyarakat diminta menghormati proses hukum serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.”

Daerah

“Final Camat Cup 2026 di Alun-alun Malangbong berlangsung meriah dengan antusiasme ratusan penonton. Plt Camat Malangbong mengajak masyarakat menjaga sportivitas dan ketertiban, sementara KOK Malangbong mengapresiasi kerja keras panitia yang telah menyukseskan turnamen bola voli antar desa sebagai ajang pembinaan atlet sekaligus mempererat persatuan masyarakat.”