Scroll untuk baca berita
AcehHeadlineNAGANRAYANEWS-BIDIK NAGANRAYAPolitik

Bupati TRK Salurkan Bantuan Daging Meugang dari Presiden untuk Korban Banjir Bandang Nagan Raya

1089
×

Bupati TRK Salurkan Bantuan Daging Meugang dari Presiden untuk Korban Banjir Bandang Nagan Raya

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, NAGAN RAYA – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menunjukkan respons cepat dalam membantu masyarakat terdampak banjir bandang dengan menyalurkan bantuan daging meugang dari Presiden Prabowo Subianto. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., yang akrab disapa TRK, kepada warga di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Rabu (18/3/2026).

Penyaluran bantuan ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Terlebih, momentum penyaluran bertepatan dengan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, di mana tradisi meugang memiliki nilai budaya dan sosial yang sangat penting bagi masyarakat Aceh.

Bantuan yang disalurkan memiliki total nilai mencapai Rp1,45 miliar dan mencakup 29 desa yang terdampak banjir bandang. Bantuan tersebut berupa hewan ternak seperti kerbau dan sapi yang kemudian disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat secara merata. Langkah ini dilakukan agar warga tetap dapat merasakan kebahagiaan menyambut lebaran, meskipun tengah berada dalam kondisi sulit akibat bencana.

Baca Juga:

Bupati TRK Tinjau Progres Pembangunan Huntara di Beutong Ateuh Banggalang 

Bupati TRK dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa bantuan ini bukan sekadar distribusi daging, melainkan simbol kepedulian dan perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, tradisi meugang bukan hanya soal konsumsi daging, tetapi juga menjadi bagian dari kearifan lokal yang mempererat hubungan sosial antarwarga. Oleh karena itu, keberlanjutan tradisi ini di tengah bencana menjadi hal yang penting untuk dijaga.

Baca Juga:

Syiar Ramadhan Menggema, Pawai Santri Perkuat Iman dan Ukhuwah di Nagan Raya 

Selain penyaluran di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya juga telah menjadwalkan distribusi lanjutan pada Kamis (19/3/2026). Wilayah yang akan menerima bantuan berikutnya meliputi Kecamatan Darul Makmur, Tripa Makmur, dan Tadu Raya, yang juga terdampak banjir bandang.

Dalam pernyataannya, Bupati TRK turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Nagan Raya. Ia menilai bantuan tersebut sangat berarti, khususnya bagi warga yang sedang berjuang memulihkan kondisi pascabencana.

“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami, terutama dalam menghadapi Hari Raya Idulfitri di tengah kondisi yang sulit. Kami menyampaikan terima kasih atas kepedulian Bapak Presiden kepada masyarakat Nagan Raya,” ujar TRK.

Di sisi lain, masyarakat penerima bantuan menyambut baik penyaluran tersebut. Mereka merasa terbantu, tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga secara psikologis karena tetap dapat merayakan tradisi meugang bersama keluarga.

Pemerintah daerah berharap, selain bantuan ini dapat meringankan beban warga, juga mampu memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Ke depan, Pemkab Nagan Raya akan terus berupaya melakukan pemulihan pascabencana serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Baca Juga:

Tak Kuasa Menahan Air Mata, Kasat Intelkam Polres Aceh Timur Sambangi Warga Miskin di Darul Aman 

Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan menjalani kehidupan secara normal kembali.

Aceh

“Perselisihan terkait dugaan penyadapan pohon karet di Desa Kuala Ligan, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, berujung tragis. Seorang petani berusia 58 tahun meninggal dunia setelah mengalami luka bacok di bagian leher. Pelaku yang diduga emosi usai mengetahui pohon karetnya disadap kemudian menyerahkan diri ke pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.”

Aceh

“Keberadaan perusahaan di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penggerak ekonomi daerah, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar serta tetap menjaga kelestarian lingkungan. Hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat harus terus dibangun melalui komunikasi, musyawarah, dan kerja sama yang berkelanjutan,” — Teuku Khalilullah, Camat Tadu Raya.

Aceh

“Turnamen Badminton Kapolres Cup VI bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi menjadi momentum mempererat kebersamaan, memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat, serta membuka ruang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Nagan Raya di masa depan,” ujar Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K. saat membuka turnamen dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. :::

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya meminta pemerintah pusat mempercepat pembangunan 647 hunian tetap bagi korban banjir di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Selain hunian, percepatan pembangunan sekolah permanen dan pemulihan infrastruktur jembatan yang rusak juga menjadi prioritas agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.”

Aceh

“PT Sofindo Seunagan kembali menunjukkan komitmennya terhadap kesehatan dan keselamatan kerja dengan menggelar Medical Check Up (MCU) bagi seluruh karyawan dan buruh pekerja. Pemeriksaan kesehatan yang berlangsung selama 2-4 Juni 2026 ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam memastikan kondisi kesehatan tenaga kerja tetap terjaga sekaligus mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat, aman, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.”

Aceh

Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan yang diucapkan setiap peringatan 1 Juni. Nilai-nilainya harus hadir dalam tindakan nyata, mulai dari menghormati perbedaan, menjaga persatuan, hingga mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Masa depan bangsa tidak ditentukan oleh seberapa lantang kita menyebut Pancasila, tetapi oleh seberapa konsisten kita mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.”