Scroll untuk baca berita
AcehDaerahNEWS-BIDIK NAGANRAYA

Jembatan Alue Wakie Putus, Bupati Nagan Raya Minta Pemerintah Segera Bertindak

2094
×

Jembatan Alue Wakie Putus, Bupati Nagan Raya Minta Pemerintah Segera Bertindak

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, Suka Makmue – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya terus mendorong percepatan pembangunan kembali Jembatan Desa Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur, yang terputus akibat bencana banjir hidrometeorologi beberapa bulan lalu. Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., atau yang akrab disapa TRK, menegaskan bahwa keberadaan jembatan tersebut sangat krusial bagi kehidupan masyarakat setempat.

Pernyataan tersebut disampaikan TRK saat mendampingi tim dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang turun langsung meninjau kondisi jembatan pada Jumat, 27 Maret 2026. Dalam kesempatan itu, TRK menyampaikan harapan besar agar pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh segera merealisasikan pembangunan kembali jembatan yang menjadi urat nadi aktivitas warga tersebut.

Menurutnya, sejak jembatan itu terputus, mobilitas masyarakat menjadi sangat terganggu. Warga dari beberapa desa kini harus mencari alternatif lain yang jauh dari kata aman dan nyaman. Salah satunya dengan menggunakan sampan kecil bermesin untuk menyeberangi aliran sungai demi mencapai kebun sawit maupun menuju sekolah.

“Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Selain menghambat aktivitas ekonomi, juga membahayakan keselamatan masyarakat, terutama anak-anak yang harus menyeberang setiap hari untuk bersekolah,” ujar TRK saat berada di lokasi.

Ia menambahkan, jembatan tersebut bukan hanya sekadar akses penghubung antarwilayah, melainkan juga menjadi jalur utama bagi distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga. Jika kondisi ini terus berlarut-larut, dikhawatirkan akan berdampak pada menurunnya produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

TRK pun berharap kunjungan tim dari Kemendagri ini dapat menjadi langkah awal percepatan penanganan. Ia optimistis, dengan adanya perhatian langsung dari pemerintah pusat, pembangunan kembali jembatan tersebut dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat.

“Harapan kami, setelah peninjauan ini, ada tindak lanjut konkret sehingga Jembatan Alue Wakie bisa segera dibangun kembali. Ini sangat penting demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, tim terpadu dari Kemendagri yang melakukan peninjauan dipimpin oleh Direktur Penataan Daerah, Otonomi Khusus, dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) pada Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Dr. Sumule Tumbo, S.E., M.M. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memetakan kondisi infrastruktur daerah yang terdampak bencana.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Nagan Raya, Ir. H. Hizbulwatan, bersama sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK). Selain itu, para keuchik dan tokoh masyarakat Desa Alue Wakie juga hadir, menyampaikan langsung kondisi yang mereka hadapi sejak jembatan itu tidak lagi dapat digunakan.

Kehadiran berbagai pihak dalam peninjauan ini diharapkan mampu mempercepat proses pengambilan kebijakan. Masyarakat setempat pun menaruh harapan besar agar pemerintah segera mengambil langkah nyata, sehingga akses vital yang selama ini menjadi penopang kehidupan mereka dapat kembali berfungsi seperti sediakala.

Baca Juga:

Bupati TRK Salurkan Bantuan Daging Meugang dari Presiden untuk Korban Banjir Bandang Nagan Raya

Bupati TRK Serahkan SK Pengangkatan 2.150 PPPK Paruh Waktu

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Konferensi pers ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Nagan Raya untuk menghadirkan keterbukaan informasi, memperkuat komunikasi publik, serta memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan berimbang terkait pelayanan di RSUD Sultan Iskandar Muda.”

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menyiapkan 270 peserta didik dari seluruh kecamatan untuk mengikuti Program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. Program pendidikan berbasis asrama ini menjadi langkah nyata memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia dan upaya memutus mata rantai kemiskinan.”

Aceh

“Persoalan yang mencuat di RSUD Sultan Iskandar Muda tidak hanya menyangkut administrasi dan keuangan, tetapi juga menyentuh kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari keterlambatan pembayaran TPP ASN, persoalan sanitasi, hingga temuan BPK terkait indikasi pembayaran jasa pelayanan kesehatan secara ganda menjadi perhatian yang diharapkan segera ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh dan langkah perbaikan tata kelola oleh Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.”

Aceh

“Kami, jajaran KPA Wilayah Nagan Raya bersama seluruh pimpinan Sagoe dan Ketua Tuha Peut, menyatakan dukungan penuh kepada Abu Said Isa Quraisy (Abu Malaka) sebagai Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Nagan Raya. Sikap ini lahir dari aspirasi kader di tingkat bawah demi menjaga stabilitas organisasi, memperkuat persatuan, serta memastikan Partai Aceh tetap berjalan sesuai semangat perjuangan dan kepentingan kader.”

Aceh

“Mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel Polri untuk meningkatkan produktivitas, profesionalisme, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Tantangan Polri ke depan semakin berat dan kompleks, sehingga seluruh personel dituntut terus meningkatkan integritas dan pelayanan demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Nagan Raya,” ujar Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K.

Aceh

“Terbitnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk Giok Nagan menjadi langkah strategis dalam melindungi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi potensi unggulan daerah. Pengakuan ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk terus mengembangkan Giok Nagan secara berkelanjutan demi mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nagan Raya.”

Aceh

“Perselisihan terkait dugaan penyadapan pohon karet di Desa Kuala Ligan, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, berujung tragis. Seorang petani berusia 58 tahun meninggal dunia setelah mengalami luka bacok di bagian leher. Pelaku yang diduga emosi usai mengetahui pohon karetnya disadap kemudian menyerahkan diri ke pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.”