Scroll untuk baca berita
DaerahJeparaPeristiwa

FWPB Bangsri: Gerak Cepat Bantu Warga, Soroti Ketertutupan Pemerintahan Desa

705
×

FWPB Bangsri: Gerak Cepat Bantu Warga, Soroti Ketertutupan Pemerintahan Desa

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK.//Kabupaten.-Jepara, Forum Warga Peduli Bangsri (FWPB) (forum warga peduli bangsri )terus menunjukkan kepeduliannya terhadap warga Desa Bangsri, Kabupaten Jepara. Forum ini hadir sebagai mitra sosial yang tanggap membantu masyarakat yang mengalami kesulitan, termasuk saat ada warga yang sakit maupun meninggal dunia.

Kehadiran FWPB dinilai membawa angin segar bagi kemajuan dan kesejahteraan warga. Salah satu bentuk kepedulian mereka terlihat ketika anggota forum turun langsung mengunjungi keluarga almarhumah Ibu Sumartiani (Nanik Santoso), warga RT 01 RW 07 Bangsri, yang meninggal dunia dan akan dimakamkan di Maqbaroh Slentreng Cobaan, pukul 13.00 WIB.

“FWPB tidak hanya bergerak ketika ada masalah besar. Saat ada warga mengalami musibah atau duka, kami hadir. Minimal kami bisa memberikan semangat dan hiburan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar A, salah satu warga sekaligus anggota FWPB. Rabu (16/4/2025).

Namun, di balik aksi sosialnya, FWPB juga menyuarakan kritik terhadap kepemimpinan kepala desa setempat. Mereka menilai ada sikap arogansi dan ketertutupan dalam pengelolaan keuangan desa, seperti Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan laporan pertanggungjawaban (SPJ).

“FWPB tidak ingin dipimpin oleh pemimpin yang arogan, semena-mena, dan merugikan warganya. Transparansi adalah hak masyarakat,” lanjut A.

FWPB menyatakan komitmennya untuk terus membela kebenaran, meskipun langkah-langkah mereka tidak disukai oleh sebagian pihak, termasuk Kepala Desa yang saat ini menjabat. Forum ini bahkan berani mengungkap dugaan penyelewengan dan ketidaktransparanan dalam tata kelola pemerintahan desa.

“Masyarakat sudah muak dengan gaya kepemimpinan yang tidak terbuka. Setiap ditanya soal laporan keuangan, jawabannya selalu berputar-putar. Padahal, sebagai pemimpin, keterbukaan kepada warga itu penting,” tutup A.

Keberadaan FWPB diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain, bahwa masyarakat bisa bersatu dan bergerak untuk menjaga hak serta kesejahteraan bersama.

Tinggalkan Balasan

Aceh

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setelah dua warga Kubang Gajah diwajibkan melapor ke Polsek Kuala Pesisir usai dilaporkan PT Socfindo Seunagan atas dugaan pengambilan berondolan sawit kering. Warga mempertanyakan penerapan asas keadilan karena berondolan yang dipersoalkan disebut merupakan sisa panen yang telah lama tertinggal di lokasi pembuangan janjang kosong (jangkos), sementara pihak perusahaan hingga kini belum memberikan keterangan resmi.”

Daerah

“Final Camat Cup 2026 di Alun-alun Malangbong berlangsung meriah dengan antusiasme ratusan penonton. Plt Camat Malangbong mengajak masyarakat menjaga sportivitas dan ketertiban, sementara KOK Malangbong mengapresiasi kerja keras panitia yang telah menyukseskan turnamen bola voli antar desa sebagai ajang pembinaan atlet sekaligus mempererat persatuan masyarakat.”

Aceh

“Dugaan aktivitas illegal logging di kawasan hutan lindung Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, KPH Wilayah IV, dan Satgas PKH bertindak tegas, transparan, serta mengusut tuntas apabila ditemukan indikasi keterlibatan pihak-pihak yang melindungi praktik pembalakan liar tersebut. Penegakan hukum tanpa pandang bulu dinilai menjadi kunci menyelamatkan hutan Aceh dari kerusakan yang semakin meluas.”

Daerah

“Diduga sebuah rumah di Ngemplak, Boyolali, digunakan sebagai lokasi penyimpanan dan penjualan LPG tanpa izin. Pemilik rumah mengaku bukan agen maupun pangkalan resmi serta menyampaikan adanya klaim keterlibatan pihak lain, termasuk menyebut oknum kepolisian sebagai ‘backing’. Seluruh pengakuan tersebut masih bersifat sepihak dan belum mendapat konfirmasi dari pihak yang disebut maupun aparat berwenang.”