Scroll untuk baca berita
DaerahHeadlineJawa BaratNEWSBIDIK PANGANDARANPeristiwaPOLRI

Duka di Pantai Timur Pangandaran, Remaja 14 Tahun Ditemukan Meninggal Usai Tenggelam

963
×

Duka di Pantai Timur Pangandaran, Remaja 14 Tahun Ditemukan Meninggal Usai Tenggelam

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, PANGANDARAN — Jabar, Peristiwa tragis kembali terjadi di kawasan Pantai Timur Pangandaran. Seorang remaja bernama Muhamad Luthfi Padilah (14), warga Dusun Kalapa Tiga, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan tenggelam pada Jumat (27/3/2026).

Insiden tersebut bermula pada Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WIB, ketika korban dilaporkan terseret arus laut di kawasan Pantai Pelabuhan Cikidang. Lokasi ini dikenal memiliki karakter arus yang cukup kuat, terutama pada waktu-waktu tertentu. Kejadian itu segera memicu upaya pencarian intensif yang melibatkan nelayan setempat bersama aparat gabungan dari kepolisian.

Sepanjang hari, proses pencarian dilakukan dengan menyisir area perairan di sekitar lokasi kejadian. Nelayan turut berperan aktif dengan menebar jaring sebagai bagian dari upaya menemukan korban. Hingga akhirnya, pada malam hari sekitar pukul 21.15 WIB, korban berhasil ditemukan.

Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan tidak jauh dari titik awal tenggelam. “Korban ditemukan oleh nelayan yang sedang memeriksa jaring. Lokasinya berada di Pantai Timur dengan jarak kurang lebih 200 meter dari lokasi awal kejadian,” ungkapnya.

Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi ke darat sebelum dibawa ke rumah duka. Aparat dari Polres Pangandaran langsung melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari olah tempat kejadian perkara hingga proses identifikasi. Tim yang terlibat terdiri dari Satpolairud, Satreskrim, unit identifikasi, serta Sidokkes bersama personel Polsek Pangandaran.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh tim medis Sidokkes Polres Pangandaran, korban diperkirakan telah berada di dalam air selama kurang lebih 12 jam. Sejumlah tanda-tanda khas korban tenggelam ditemukan, di antaranya busa halus pada hidung dan mulut, kondisi kulit yang mengalami maserasi, serta munculnya lebam mayat. Selain itu, terdapat luka lecet pada bagian lutut kiri yang diduga akibat benturan dengan benda keras saat berada di dalam air.

AKBP Ikrar menegaskan bahwa hasil identifikasi memastikan korban adalah remaja yang sebelumnya dilaporkan hilang. “Setelah proses identifikasi selesai, jenazah langsung kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.

Pihak keluarga diketahui menolak dilakukan autopsi dan memilih agar proses pemakaman dilaksanakan secara kekeluargaan. Keputusan tersebut dihormati oleh pihak kepolisian sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Lebih lanjut, Kapolres memastikan bahwa seluruh tahapan penanganan telah dilakukan secara maksimal. Mulai dari penerimaan laporan, proses pencarian, evakuasi, hingga identifikasi korban, semuanya telah dijalankan sesuai standar operasional.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga diberikan ketabahan. Seluruh rangkaian penanganan sudah kami laksanakan dengan optimal,” tambahnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah perairan, khususnya di Pantai Timur Pangandaran yang memiliki potensi bahaya arus laut. Kepolisian pun mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk lebih berhati-hati serta mematuhi imbauan keselamatan demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang

Baca Juga:

Nekat Berenang di Area Terlarang, Remaja 14 Tahun Hilang Digulung Ombak Pangandaran

Remaja Penyelamat Teman Ditemukan Meninggal di Pantai Timur Pangandaran

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Persoalan yang mencuat di RSUD Sultan Iskandar Muda tidak hanya menyangkut administrasi dan keuangan, tetapi juga menyentuh kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari keterlambatan pembayaran TPP ASN, persoalan sanitasi, hingga temuan BPK terkait indikasi pembayaran jasa pelayanan kesehatan secara ganda menjadi perhatian yang diharapkan segera ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh dan langkah perbaikan tata kelola oleh Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.”

Aceh

“Mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel Polri untuk meningkatkan produktivitas, profesionalisme, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Tantangan Polri ke depan semakin berat dan kompleks, sehingga seluruh personel dituntut terus meningkatkan integritas dan pelayanan demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Nagan Raya,” ujar Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K.

Aceh

“Terbitnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk Giok Nagan menjadi langkah strategis dalam melindungi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi potensi unggulan daerah. Pengakuan ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk terus mengembangkan Giok Nagan secara berkelanjutan demi mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nagan Raya.”

Aceh

“Perselisihan terkait dugaan penyadapan pohon karet di Desa Kuala Ligan, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, berujung tragis. Seorang petani berusia 58 tahun meninggal dunia setelah mengalami luka bacok di bagian leher. Pelaku yang diduga emosi usai mengetahui pohon karetnya disadap kemudian menyerahkan diri ke pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.”

Jawa Barat

“Pemuda merupakan tonggak pembangunan bangsa. Di era digital, penguasaan teknologi menjadi kunci agar generasi muda mampu bersaing secara global. KNPI Kabupaten Bekasi dan Wuling Motors menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemuda dan industri dapat membuka peluang kerja sekaligus mendorong lahirnya generasi yang siap menghadapi masa depan.”

Aceh

“Turnamen Badminton Kapolres Cup VI bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi menjadi momentum mempererat kebersamaan, memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat, serta membuka ruang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Nagan Raya di masa depan,” ujar Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K. saat membuka turnamen dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. :::

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya meminta pemerintah pusat mempercepat pembangunan 647 hunian tetap bagi korban banjir di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Selain hunian, percepatan pembangunan sekolah permanen dan pemulihan infrastruktur jembatan yang rusak juga menjadi prioritas agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.”