Scroll untuk baca berita
Hukum & KriminalJawa TengahNasionalPurworejo

Judi Dadu Kopyok Beroperasi Bebas di Purworejo, Aparat Diminta Bertindak Tegas

7727
×

Judi Dadu Kopyok Beroperasi Bebas di Purworejo, Aparat Diminta Bertindak Tegas

Sebarkan artikel ini
Arena perjudian dadu kopyok di Desa Boro Kulon, Kecamatan Banyu Urip, Purworejo, yang diduga bebas beroperasi meski meresahkan warga. Aparat diminta segera bertindak tegas menutup praktik ilegal ini. Sabtu, (30/8/2025) / Dok. Foto newsbidik.com

NEWSBIDIK,Purworejo.Praktikperjudian jenis dadu kopyok diduga marak dan berlangsung bebas di Desa Boro Kulon, Kecamatan Banyu Urip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Aktivitas ilegal ini dikabarkan telah beroperasi berbulan-bulan dengan omset mencapai ratusan juta rupiah per hari, namun hingga kini nyaris tak tersentuh hukum.

baca juga

Kerusuhan di DPRD Jabar: Gedung dan Kendaraan Terbakar, Gubernur Dedi Mulyadi Turun Tangan

Fenomena tersebut menimbulkan keresahan masyarakat. Pasalnya, keberadaan aparat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas dinilai tidak mampu menghentikan perjudian yang secara hukum dilarang dan secara agama dianggap haram. Warga bahkan menduga adanya keterlibatan oknum aparat sehingga aktivitas ini terkesan kebal hukum.

baca juga

Diduga Libatkan Oknum TNI, Judi Sabung Ayam di Purworejo Marak hingga Tengah Malam

Seorang warga Boro Kulon yang enggan disebutkan namanya mengaku heran atas sikap aparat yang dinilai tidak tegas.

“Kepala desa dan karang taruna sudah meminta Kapolsek Boro Kulon menutup judi dadu itu, tapi sepertinya polisi tidak berani. Ada apa sebenarnya?” ujarnya melalui pesan WhatsApp kepada awak media, Sabtu (30/8/2025).

Informasi yang beredar, pengelola praktik judi dadu tersebut diduga seorang anggota aktif TNI bernama Anjas. Namun hingga Sabtu sore, upaya media untuk meminta konfirmasi langsung tidak membuahkan hasil.

baca juga

Presiden Prabowo Tegaskan Pasal 33 UUD 1945 Jadi Fondasi Pembangunan Ekonomi Nasional

Media juga telah mengirimkan tautan pemberitaan kepada Polres Purworejo melalui WhatsApp untuk dimintai tanggapan, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada jawaban resmi.

Praktik judi dadu kopyok jelas melanggar peraturan perundangan, di antaranya:

Pasal 303 KUHP: mengatur pihak yang sengaja menawarkan atau menyediakan kesempatan berjudi, menjadikannya mata pencaharian, atau turut serta dalam usaha perjudian.

Pasal 303 bis KUHP: menyasar pelaku yang ikut serta bermain judi tanpa izin.

UU No. 7 Tahun 1974: menegaskan bahwa segala bentuk perjudian merupakan tindak pidana yang dapat dikenakan sanksi hukum.

baca juga

Kapolri Berikan Tali Asih kepada Keluarga Komjen (Purn) Moehammad Jasin dan Veteran Seroja

Aktivitas perjudian dikategorikan sebagai tindak pidana karena dianggap mengganggu ketertiban umum, membahayakan keamanan masyarakat, serta merusak moral bangsa.

Sri Sultan Hamengku Buwono X Tegaskan Komitmen Fasilitasi Aspirasi, Ajak Demonstran Tempuh Jalur Tertib

Masyarakat bersama media kini mendesak Polsek Banyu Urip, Polres Purworejo, hingga Polda Jawa Tengah untuk segera mengambil langkah tegas. Publik menanti tindakan nyata aparat penegak hukum guna menghentikan praktik ilegal yang kian meresahkan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Headline

“Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 145/PUU-XXIII/2025 menjadi tonggak penting dalam memperkuat perlindungan hukum bagi wartawan di Indonesia. MK menegaskan bahwa sengketa terkait karya jurnalistik harus diselesaikan melalui mekanisme pers dengan melibatkan Dewan Pers, bukan langsung melalui jalur pidana maupun perdata. Prinsip ini menegaskan bahwa Undang-Undang Pers sebagai aturan khusus harus diutamakan guna mencegah kriminalisasi terhadap jurnalis serta menjaga kebebasan pers sebagai pilar utama demokrasi.”

Daerah

Polisi dari Kapal Polisi (KP) Tekukur–5010 Korpolairud Baharkam Polri berhasil menggagalkan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak di perairan Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang terduga pelaku beserta lima botol yang diduga berisi bahan peledak serta sejumlah peralatan selam yang digunakan untuk melakukan aksi bom ikan.

“Sat Narkoba Polres Metro Bekasi kembali membongkar praktik peredaran obat keras daftar G di wilayah Kabupaten Bekasi. Dari dua lokasi berbeda di Cikarang Utara dan Sukamanah, petugas mengamankan tiga terduga pelaku serta ribuan butir tramadol yang diedarkan secara ilegal. Penindakan ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan obat keras.”

Aceh

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah hasil kerja keras seluruh personel,” ujar Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K., usai menerima penghargaan pada Rapim Polda Aceh Tahun 2026 di Banda Aceh.