Scroll untuk baca berita
Jawa BaratOPINIPANGANDARAN

SPP Keluarkan Surat Perintah: Hentikan Kekerasan, Tegakkan Demokrasi yang Bermartabat

3202
×

SPP Keluarkan Surat Perintah: Hentikan Kekerasan, Tegakkan Demokrasi yang Bermartabat

Sebarkan artikel ini
Sekjen Serikat Petani Pasundan (SPP) Agustiana saat menyampaikan surat perintah dan pernyataan sikap organisasi terkait situasi nasional, Minggu (31/8/2025). Dok. foto SPP

NEWS BIDIK ,– Pangandaran.Serikat Petani Pasundan (SPP) resmi mengeluarkan surat perintah dan pernyataan sikap tegas kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota, mulai dari Dewan Penasehat hingga basis terbawah. Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Sekjen SPP, Agustiana, sebagai respons terhadap situasi sosial-politik dan gelombang aksi demonstrasi masyarakat yang marak terjadi belakangan ini.

Baca juga 

Rantis Polisi Diduga Tabrak Ojol di Pejompongan, Publik Desak Investigasi Transparan

Dalam instruksinya, SPP menekankan enam poin penting yang menyoroti perilaku elite politik hingga praktik aparat penegak hukum.Minggu, (31/8/2025).

Pertama, SPP memprotes keras gaya hidup anggota legislatif dan politisi yang dianggap mempertontonkan kemewahan serta jauh dari realitas penderitaan rakyat. “Rakyat makin susah, sementara para politisi justru menampilkan perilaku yang tidak etis dan tidak empatik,” tegas surat perintah itu.

baca juga

Kerusuhan di DPRD Jabar: Gedung dan Kendaraan Terbakar, Gubernur Dedi Mulyadi Turun Tangan

Kedua, SPP meminta aparat kepolisian menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat yang menyampaikan aspirasi, serta membebaskan peserta demonstrasi yang tidak terbukti melakukan pelanggaran hukum.

Ketiga, SPP menyerukan penghentian budaya hidup mewah para pejabat negara yang dianggap mencederai rasa keadilan sosial.

Keempat, para pejabat diminta berhati-hati dalam berucap maupun bertindak, agar tidak menyepelekan atau merendahkan martabat rakyat.

Kelima, SPP menuntut dihentikannya praktik kekerasan dan kriminalisasi terhadap petani, nelayan, maupun masyarakat adat dalam setiap sengketa agraria.

Keenam, SPP mengajak seluruh pengurus dan anggota menjaga proses demokrasi agar tetap sehat, terhindar dari kekerasan, serta menjunjung tinggi etika dalam menyampaikan pendapat.

baca juga

Sri Sultan Hamengku Buwono X Tegaskan Komitmen Fasilitasi Aspirasi, Ajak Demonstran Tempuh Jalur Tertib

Agustiana menegaskan, sikap ini lahir dari keprihatinan mendalam atas kondisi bangsa. “SPP berdiri bersama rakyat untuk menjaga demokrasi yang bermartabat, menolak segala bentuk kekerasan, dan menuntut pejabat negara agar lebih bijaksana serta berpihak pada rakyat kecil,” ujarnya dalam pernyataan tertulis.

Jawa Barat

“Dugaan pungutan liar di kawasan Jembatan Timbang Tolongas, Sumedang, menjadi perhatian serius karena sejumlah truk bermuatan terlihat melanjutkan perjalanan tanpa masuk ke area penimbangan setelah diduga terjadi transaksi. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian dari pihak pengelola UPKB serta instansi terkait. Transparansi pemeriksaan dan penegakan aturan diperlukan untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai ketentuan.”

Headline

Wartawan Bekasi Raya menyatukan barisan dan akan menggelar aksi damai di Kantor Bupati Bekasi untuk menyuarakan pentingnya penghormatan terhadap kemerdekaan pers serta perlindungan terhadap kerja jurnalistik. Aksi tersebut juga mendesak Pemkab Bekasi melakukan pemeriksaan objektif terkait dugaan perlakuan tidak patut terhadap seorang wartawan saat menjalankan tugas konfirmasi.

Jawa Barat

Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tidak secara otomatis menghilangkan hak masyarakat untuk menerima bantuan sosial. Pekerja informal, termasuk peserta mandiri dan pekerja dengan upah di bawah UMK, tetap berhak mendapatkan bansos sepanjang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.”