Scroll untuk baca berita
AcehHeadlineNasionalPOLRES NAGANRAYAPOLRI

Polres Nagan Raya Raih Dua Penghargaan di Rapim Polda Aceh 2026

2935
×

Polres Nagan Raya Raih Dua Penghargaan di Rapim Polda Aceh 2026

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, Banda Aceh – Polres Nagan Raya kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Dalam kegiatan Rapat Pimpinan (Rapim) Polda Aceh Tahun 2026, jajaran Polres Nagan Raya berhasil meraih dua penghargaan bergengsi sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan inovasi pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan Rapim yang berlangsung pada 24–25 Februari 2026 tersebut digelar di Aula Hotel The Pade, Banda Aceh, dan dibuka langsung oleh Kapolda Aceh, Marzuki Ali Basyah. Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh jajaran dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mendukung program strategis pemerintah, serta meningkatkan respons cepat terhadap penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh. Selasa, (24/2/2026)

Mengusung tema “Polda Aceh Presisi Siap Mengamankan, Mendukung dan Menyukseskan Rencana Kerja dan Agenda Pemerintah serta Penanganan Darurat ke Pemulihan Bencana Hidrometeorologi Aceh Tahun 2026”, forum strategis tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus evaluasi kinerja seluruh satuan wilayah di bawah Polda Aceh.

Di hadapan para Pejabat Utama (PJU), Kapolres jajaran, Kabag, Kasat, hingga Kapolsek se-Aceh, Polres Nagan Raya diumumkan sebagai penerima dua kategori penghargaan. Pertama, kategori Pamapta SPKT Terbaik yang diberikan kepada IPDA Fardianto atas dedikasi dan kinerja optimal dalam pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Penghargaan ini menjadi cerminan profesionalisme personel di garda terdepan pelayanan publik.

Kedua, kategori Video Kegiatan Pelayanan Kepolisian Terbaik. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas inovasi dan kreativitas Polres Nagan Raya dalam mengemas serta menyampaikan informasi pelayanan kepolisian secara informatif dan humanis kepada masyarakat melalui media publikasi.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan yang diraih bukan hanya hasil kerja individu, melainkan buah dari soliditas dan komitmen seluruh personel dalam memberikan pelayanan terbaik.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan inovasi. Kami berkomitmen mewujudkan Polri yang Presisi serta semakin dicintai masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendorong seluruh jajaran untuk terus adaptif menghadapi tantangan tugas ke depan. Dengan raihan dua penghargaan tersebut, Polres Nagan Raya menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung visi transformasi Polri yang Presisi di Aceh.

Aceh

“Menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar mengibarkan Sang Saka Merah Putih, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi muda melalui disiplin, integritas, dan semangat pengabdian kepada bangsa. Kepercayaan ini adalah kehormatan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.” — Plt. Sekda Nagan Raya, Ir. H. Hizbulwatan.

Aceh

“Pasar murah bukan sekadar menjual bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan membantu meringankan beban masyarakat. Meski jumlah paket masih terbatas, komitmen menghadirkan program pro-rakyat akan terus dilakukan secara berkelanjutan.” — Plt. Sekda Nagan Raya, Ir. Hizbulwatan.

Aceh

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setelah dua warga Kubang Gajah diwajibkan melapor ke Polsek Kuala Pesisir usai dilaporkan PT Socfindo Seunagan atas dugaan pengambilan berondolan sawit kering. Warga mempertanyakan penerapan asas keadilan karena berondolan yang dipersoalkan disebut merupakan sisa panen yang telah lama tertinggal di lokasi pembuangan janjang kosong (jangkos), sementara pihak perusahaan hingga kini belum memberikan keterangan resmi.”

Aceh

“Dugaan aktivitas illegal logging di kawasan hutan lindung Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, KPH Wilayah IV, dan Satgas PKH bertindak tegas, transparan, serta mengusut tuntas apabila ditemukan indikasi keterlibatan pihak-pihak yang melindungi praktik pembalakan liar tersebut. Penegakan hukum tanpa pandang bulu dinilai menjadi kunci menyelamatkan hutan Aceh dari kerusakan yang semakin meluas.”