Scroll untuk baca berita
Jawa TengahSemarang

Diduga Eks Cafe Lipstick Semarang Jadi Sarang Judi, Publik Desak Aparat Bertindak Tegas

1203
×

Diduga Eks Cafe Lipstick Semarang Jadi Sarang Judi, Publik Desak Aparat Bertindak Tegas

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, Semarang – Dugaan praktik perjudian kian marak di Kota Semarang. Kali ini, sebuah bangunan bekas Cafe and Lounge Lipstick yang berlokasi di Komplek Pondok Hasanudin, Jl. Permata Hijau Blok BB/25 No. 44-46, Plombokan, Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, ditengarai menjadi tempat judi berkedok rumah tinggal.Kamsi, (28/8/2025).

baca juga

Polri-Bulog Gelar Operasi Pangan Murah, Warga Jakarta Serbu Lokasi Penjualan

Meski tampak sepi dari luar, informasi yang dihimpun menyebut lokasi tersebut digunakan sebagai arena perjudian jenis Roulette dan Bola Tangkas. Nama Johan disebut sebagai pemilik, sementara Didik Rambo diduga berperan sebagai koordinator lapangan.

Aktivitas Tertutup, Dijaga Ormas

Pantauan awak media di lokasi, bangunan terlihat dijaga sejumlah orang berseragam ormas. Situasi itu menimbulkan kecurigaan kuat adanya upaya pengamanan aktivitas di dalam. Sejumlah warga pun mengaku resah melihat aktivitas keluar-masuk yang intens sejak sore hingga dini hari.

“Kalau sore sampai menjelang subuh, banyak orang keluar masuk. Katanya buat main judi. Mobil juga ada yang parkir, ganti-ganti orangnya,” ungkap seorang warga.

Keresahan kian dalam, mengingat aktivitas tersebut diduga berlangsung setiap hari sejak pukul 15.00 WIB hingga dini hari, berpotensi memicu tindak kriminal, merusak moral, hingga membuka ruang bagi praktik ilegal lain.

“Ini jelas meresahkan. Kalau dibiarkan, bisa merembet ke keributan, pencurian, bahkan narkoba,” ujar warga lain dengan nada tegas.

Jerat Hukum Menanti

Bila benar terbukti, aktivitas di lokasi itu diduga melanggar Pasal 303 KUHP, yang mengatur ancaman pidana bagi penyedia tempat perjudian hingga 10 tahun penjara dan denda Rp25 juta.

Selain itu, Pasal 303 bis KUHP juga dapat menjerat setiap orang yang ikut serta dalam permainan judi dengan hukuman penjara paling lama 4 tahun atau denda hingga Rp10 juta.

baca juga

Presiden Prabowo Subianto Apresiasi Guru dan Kepala Sekolah Rakyat: Anda Sedang Memutus Rantai Kemiskinan

Apabila praktiknya memanfaatkan jaringan elektronik, para pelaku bisa dijerat Pasal 27 ayat (2) jo. Pasal 45 ayat (2) UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun dan denda Rp1 miliar.

Publik Menunggu Langkah Aparat

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian maupun pemerintah setempat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan praktik perjudian tersebut. Warga menaruh harapan besar pada Polsek Semarang Utara, Polrestabes Semarang, hingga Polda Jawa Tengah dan Mabes Polri untuk segera menindak tegas.

baca juga

Satgas Pangan Polda Jatim Sita 12,5 Ton Beras Oplosan Tak Sesuai Standar Mutu

Langkah cepat aparat bukan hanya demi meredam keresahan warga, tetapi juga menjaga citra Kota Semarang agar tetap bersih dari praktik perjudian yang merusak moral dan ketertiban umum.

Tinggalkan Balasan

Jawa Tengah

Anggaran negara yang bersumber dari pajak rakyat harus digunakan secara tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan. Dugaan ketidaksesuaian material dan spesifikasi dalam proyek revitalisasi SD Negeri 1 Ngandong, Bumiharjo, Jepara, perlu ditelusuri secara transparan melalui pemeriksaan teknis dan audit agar kualitas pembangunan terjamin serta setiap rupiah uang negara benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.”

Jawa Tengah

“Universitas Muria Kudus diharapkan menjadi pusat pelatihan dan persiapan calon pekerja migran Indonesia melalui program SMK Go Global. Dengan dukungan pelatihan bahasa, peningkatan kompetensi, uji kompetensi, hingga proses penempatan, lulusan SMK diharapkan mampu bersaing di pasar kerja internasional dengan tetap mengutamakan perlindungan dan keselamatan pekerja migran.”

Jawa Tengah

“Dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi di SPBU 44-523-02 Karangmoncol, Kabupaten Pemalang, masih memerlukan pembuktian dan verifikasi secara menyeluruh. Setiap tuduhan harus didasarkan pada fakta, data transaksi, serta hasil pemeriksaan pihak berwenang agar tidak menimbulkan kesimpulan sepihak yang dapat merugikan pihak tertentu. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi demi menjunjung tinggi prinsip keberimbangan, transparansi, serta profesionalisme jurnalistik.”

Jawa Tengah

“Ucapan selamat dan dukungan dari keluarga besar Detasemen Intelijen Kodam IV/Diponegoro kepada Letkol Arh Agus Fithriyanto, S.A.P., yang mengikuti Pendidikan Jabatan Golongan V atau Letkol TA 2026, merupakan bentuk kebanggaan dan doa bersama agar beliau senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, serta kesuksesan dalam menjalani pendidikan. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh semakin memperkuat kapasitas